Menurut ICAO, jumlah penumpang pesawat pada 2021 meningkat 26% menjadi 2,3 miliar. (Foto: Sonia Nadales)

Walau masih merugi, industri penerbangan memperlihatkan tanda perbaikan pada 2021. Menurut laporan terakhir dari International Civil Aviation Organization (ICAO), jumlah penumpang pesawat meningkat, sementara nilai kerugian maskapai menurun.

Pada 2019, sebelum pandemi Covid, maskapai-maskapai dunia menerbangkan hampir 4,5 miliar penumpang. Pada 2020, angkanya drop menjadi hanya 1,8 miliar. Namun, pada 2021, jumlahnya mulai merangkak naik sekitar 26% menjadi 2,3 miliar. 

Kondisi serupa terlihat pada data jumlah penerbangan. Pada 2020, bandara-bandara dunia membukukan hanya 24 juta penerbangan pesawat. Pada 2021, angkanya tumbuh menjadi 28 juta penerbangan.

Seiring tren positif itu, nilai kerugian maskapai pun terpangkas. Pada 2020, perusahaan penerbangan komersial membukukan kerugian fantastis $371 miliar. Tahun lalu, nilainya sedikit membaik menjadi sekitar $324 miliar, atau kira-kira Rp 4.600 triliun.

Garuda Indonesia di Soekarno-Hatta, bandara dengan jumlah penumpang internasional terbanyak di Indonesia pada 2021. (Foto: Fasyah Halim)

Membuka data bandara, Amerika Serikat dan Tiongkok masih dominan sebagai hub tersibuk. Pada 2020, menurut Airports Council International (ACI), bandara tersibuk ialah Guangzhou Baiyun yang melayani 44 juta penumpang, disusul Atlanta Hartsfield-Jackson dengan 43 juta penumpang. 

Tabulasi data bandara 2021 belum dilansir. Namun, jika merujuk data Desember 2021 dari Official Aviation Guide (OAG), bandara tersibuk di dunia ialah Atlanta Hartsfield-Jackson, disusul oleh Dubai, Dallas Fort Worth, serta Guangzhou Baiyun. 

ICAO optimistis tren perbaikan sektor aviasi akan berlanjut pada 2022. Berdasarkan skenarionya, jumlah penumpang pada tahun ini akan meningkat antara 20-24%, sementara nilai kerugian akan menyusut, menjadi hanya $192-222 miliar.

Bagaimana dengan bandara di Indonesia? Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga Oktober 2021, bandara tersibuk tahun lalu ialah Soekarno-Hatta yang melayani hampir 80.000 penumpang internasional, disusul oleh Sam Ratulangi Manado (13 ribu) dan Juanda Surabaya (689).

Kondisi miris terlihat pada Bandara I Gusti Ngurah Rai. Pada 2020, gerbang Bali ini melayani penumpang internasional terbanyak di Indonesia. Namun, pada 2021, tercatat hanya 42 penumpang internasional yang mendarat di sini.