Aizu Wakamatsu dikenal sebagai samurai City.
Updates

Mengenal Kota Samurai di Aizu, Jepang

Di Jepang, samurai identik dengan para kesatria yang pernah menjadi bagian penting dalam sejarah negeri tersebut, terutama pada zaman Edo. Namun tahukah Anda bahwa warisan mereka tidak hanya tercermin melalui senjata dan kisah peperangan, tetapi juga dalam budaya, arsitektur, di sebuah kota yang hingga kini masih mempertahankan jejak kehidupan samurai dan disebut kota samurai Jepang?

Kota itu adalah Aizuwakamatsu di Prefektur Fukushima, Jepang. Kota yang  berjarak empat jam dari Tokyo, ini dikenal dengan julukan “Samurai City Aizuwakamatsu” karena sejarahnya yang begitu erat dengan pemerintahan samurai dan salah satu pertempuran terakhir pada masa peralihan Jepang dari era feodal menuju era modern.

Kini, warisan kisah samurainya masih terlihat dalam lanskap kotanya yang menawan. Daya tarik Aizu justru terletak pada kenyataan bahwa ia bukan kota wisata besar seperti Kyoto. Di Kyoto, turis dapat melihat banyak peninggalan samurai sebagai bagian dari sejarah yang sudah sangat jauh. Di Aizuwakamatsu, seluruh identitas kotanya masih dibangun di atas sejarah tersebut. Pemerintah pariwisata setempat bahkan menggunakan nama “Samurai City Aizuwakamatsu” sebagai identitas destinasi kota ini.

Baca Juga: 6 Pengalaman Kuliner Musim Panas yang Wajib Dicoba di Turki

Bagi wisatawan yang ingin melihat sisi Jepang yang lebih tenang sekaligus mengenal warisan samurai dari dekat, Aizuwakamatsu dapat menjadi pilihan destinasi yang menarik.

Berikut 7 tempat ikonik di Kota Samurai Jepang

1. Tsuruga Castle: Titik utama sejarah Aizu

Tempat wajib untuk dikunjungi saat berada di Aizu adalah Tsuruga Castle.
Tempat wajib untuk dikunjungi saat berada di Aizu adalah Tsuruga Castle. (Foto: Tsuruga Castle).

Tsuruga Castle adalah simbol Aizuwakamatsu dan salah satu tempat terpenting dalam sejarah kota ini. Kastel ini telah mengalami beberapa kali pembangunan sejak sekitar 630 tahun lalu. Menariknya, kastel yang sekarang eksis ini bukan bangunan asli. Menara kastel dihancurkan pada 1874 dan dibangun kembali pada 1965. Namun, sejumlah dinding dan parit aslinya masih bertahan. Atap genteng merahnya juga dikembalikan pada 2011 berdasarkan bentuk pada akhir periode Edo. 

Area kastel ini cocok untuk berjalan santai mengelilingi kastel, terutama saat musim semi ketika pepohonan sakura bermekaran. Pada musim tertentu, kastel ini juga diterangi pada malam hari.

2. Rinkaku Teahouse: Budaya teh di lingkungan kastel

Wisatawan bisa berhenti di Rinkaku Teahouse untuk menikmati teh di area Tsuruga Castle.
Wisatawan bisa berhenti di Rinkaku Teahouse untuk menikmati teh di area Tsuruga Castle. (Foto: Tourism of Tohoku, Japan).

Rumah teh Rinkaku berada di dalam Tsuruga Castle Park dan dikaitkan dengan Sen no Sōan, putra Sen no Rikyū. Rumah teh ini memiliki hubungan dengan tradisi chanoyu di lingkungan penguasa Aizu.

Rinkaku memberikan kesempatan untuk mengalami Aizu dari sisi yang jauh lebih halus. Setelah melihat kastel dan mempelajari sejarah peperangan, wisatawan bisa berhenti untuk menikmati teh dalam lingkungan tradisional.

3. Iimoriyama: Bukit dengan pemandangan kota

Wisatawan dapat melihat lanskap Aizu dan Tsuruga Castle dari atas bukit iimoriyama.
Wisatawan dapat melihat lanskap Aizu dan Tsuruga Castle dari atas bukit iimoriyama. (Foto: Tourism of Tohoku, Japan).

Iimoriyama terkenal sebagai lokasi terakhir 19 anggota muda Byakkotai atau White Tiger Brigade. Byakkotai merupakan unit yang terdiri dari para pemuda samurai, dan sebagian anggotanya bahkan masih berusia sekitar 14–16 tahun. Dalam kekacauan perang, sekelompok 20 anggota Byakkotai mencapai Gunung Iimori (Iimoriyama). Dari sana mereka melihat kepulan asap dan mengira Tsuruga Castle telah jatuh terbakar, yang pada faktanya sebenarnya kastel belum jatuh. Sebanyak 19 pemuda kemudian melakukan ritual bunuh diri. Hari ini, Gunung Iimori menjadi salah satu situs sejarah paling emosional di Aizuwakamatsu. 

Di luar narasi sejarahnya, Iimoriyama menarik karena merupakan viewpoint alami. Dari atas bukit, wisatawan dapat melihat lanskap Aizu dan Tsuruga Castle dari kejauhan. Untuk mencapai puncak, pengunjung bisa menggunakan tangga atau moving walkway, jadi tidak harus melakukan pendakian panjang. Di kaki bukit juga terdapat sejumlah museum dan atraksi yang berkaitan dengan Byakkotai.

4. Sazaedo: Bangunan kayu seperti labirin

Sazaedo merupakan sebuah Important Cultural Property di Aizu dengan bentuk bangunan spiral di dalamnya.
Sazaedo merupakan sebuah Important Cultural Property di Aizu dengan bentuk bangunan spiral di dalamnya. (Foto: Tourism of Tohoku, Japan).

Sazaedo atau Entsu Sansodo dibangun pada 1796 silam dan merupakan bangunan tiga lantai berbentuk heksagonal yang ditetapkan sebagai Important Cultural Property. Bangunan ini masih berada di kawasan Iimoriyama.

Arsitektur di tempat ini adalah pengalaman utamanya. Di dalamnya terdapat dua jalur spiral yang saling berputar tanpa membuat pengunjung yang naik dan turun berpapasan. Bentuknya membuat perjalanan singkat ke dalam bangunan terasa seperti menjelajahi labirin kayu. Struktur double-helix ini sangat tidak biasa dan menjadi salah satu objek fotografi paling unik di Aizu.

5. Oyakuen: Taman tempat sejarah

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang jauh lebih tenang, Oyakuen adalah pilihan yang tepat.
Bagi wisatawan yang mencari pengalaman yang jauh lebih tenang, Oyakuen adalah pilihan yang tepat. (Foto: Tourism of Tohoku, Japan).

Oyakuen merupakan taman yang berkaitan dengan keluarga Matsudaira, penguasa Aizu. Salah satu fungsi pentingnya dahulu adalah budidaya tanaman obat. Dibandingkan Tsuruga Castle atau Iimoriyama, Oyakuen menawarkan pengalaman yang jauh lebih tenang dan kontemplatif. Kolam, pepohonan, rumah teh, dan lanskap taman membuatnya cocok sebagai tempat memperlambat ritme perjalanan.

6. Nisshinkan: Sekolah samurai

Nisshinkan memberikan gambaran mengenai pendidikan samurai.
Nisshinkan memberikan gambaran mengenai pendidikan samurai. (Foto: Tourism of Tohoku, Japan).

Nisshinkan merupakan sekolah domain Aizu yang dahulu mendidik anak-anak keluarga samurai. Tempat ini penting dikunjungi untuk memahami bahwa budaya samurai bukan semata-mata tentang peperangan, tetapi juga pendidikan, disiplin, etika, dan pembentukan karakter.

Nisshinkan menarik bagi wisatawan karena kompleksnya memberikan gambaran mengenai lingkungan pendidikan Jepang pada masa Edo. Ruang-ruang belajar, lapangan latihan dan tata ruangnya membuat pengunjung bisa membayangkan bagaimana seorang anak samurai menjalani kesehariannya. Karena sifatnya lebih terbuka dan luas dibanding museum biasa, tempat ini juga cocok untuk wisatawan yang tertarik dengan arsitektur tradisional dan fotografi.

7. Aizu Bukeyashiki: Rumah elit samurai

Aizu Bukeyashiki memberikan gambaran mengenai kehidupan keluarga samurai pada zaman Edo.
Aizu Bukeyashiki memberikan gambaran mengenai kehidupan keluarga samurai pada zaman Edo. (Foto: Official Bukeyashiki).

Kompleks Aizu Bukeyashiki merekonstruksi kediaman Saigō Tanomo, seorang pejabat tinggi Aizu. Kompleks seluas sekitar 2.300 tsubo tersebut memberikan gambaran mengenai kehidupan keluarga samurai, pelayan, dan tamu pada zaman Edo.

Di sini, pengunjung dapat berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, melihat dapur, ruang keluarga, ruang tamu, area administrasi, hingga bangunan-bangunan pendukung. Kompleksnya cukup besar sehingga memberikan sensasi seperti masuk ke sebuah kawasan hunian zaman Edo. (chs)