Seorang turis di pesisir Farondi, Raja Ampat. Selama pandemi, kabupaten ini menerapkan sistem registrasi calon pengunjung. (Foto: Muhammad Fadli)

Mulai Oktober, angin muson barat berembus dari Asia ke Australia. Di bulan ini pula, musim liburan ke Raja Ampat dimulai. Resor-resor telah bersiap menyambut tamu. Kapal liveaboard seperti Ratu Laut dan Pindito sudah memasang jadwal berlayar dan menjual tiket. 

Tentu saja, Oktober tahun ini akan terasa berbeda. Selama pandemi, profil turis di Raja Ampat akan didominasi ekspatriat dan WNI. Perbedaan besar lain ialah soal aturan. Sebelum datang, setiap orang disyaratkan melakukan registrasi.

Pemerintah Kabupaten Raja Ampat telah menyiapkan situs web untuk pendaftaran calon wisatawan. Registrasi ini terbagi dua tahap. Secara umum, prosesnya mirip aplikasi visa, tapi daftar pertanyaan dan dokumennya jauh lebih ringkas. 

Baca Juga: 13 Tempat Cantik untuk Isolasi Diri

Pada laman pertama, calon turis akan diminta mengisi data diri singkat, lalu ditanya soal kondisi kesehatan dan riwayat perjalanannya. Hasil skor tahap ini akan menentukan apakah akan diizinkan atau dilarang masuk Raja Ampat.  

Andaikan lolos, calon turis akan masuk laman kedua untuk mengisi informasi yang lebih detail, termasuk usia, nomor KTP, alamat rumah, penginapan, itinerary, hingga kontak rekan liburan atau pemandu. Di tahap ini pula mesti diunggah “surat bebas Covid-19” seperti hasil RT-PCR negatif atau hasil Rapid Test non-reaktif. 

Menyambut pembukaan wisata Raja Ampat, Misool Eco Resort beroperasi kembali mulai 28 Oktober. (Foto: Marit Miners/Misool Eco Resort)

Rampung registrasi, cek sekalian laman registrasi mengunjungi objek wisata. Beberapa tempat, contohnya Piaynemo Geopark Site dan Hutan Warkesi, menerapkan sistem slot demi membatasi jumlah tamu.

Guna memastikan tiap pengunjung telah terdaftar, Pemkab Raja Ampat memberlakukan sistem check-in. Tergantung rute turis, dokumen akan diperiksa di tiga gerbang utama berikut: Pelabuhan Falaya, Pelabuhan Yelu, serta Bandara Marinda.

Baca Juga: Ekspedisi Pinisi di Raja Ampat

Selain registrasi daring, pihak Pemkab meminta tiap calon turis memiliki asuransi jiwa atau kecelakaan, serta membekali diri dengan personal health kit, contohnya masker, hand sanitizer, tisu basah, serta botol minum pribadi. –Cristian Rahadiansyah