Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

13 Tempat Cantik untuk Isolasi Diri

Oleh Cristian Rahadiansyah

Kiri-Kanan: Pramusaji membawakan salad untuk tamu MesaStila, wellness resort di Magelang; tamu resor membuka pagi di kolam renang privat di vila. (Foto: Muhammad Fadli)

MesaStila, Magelang  
Kisah resor ini dimulai pada 2001 saat pasangan asal Italia membeli sebuah perkebunan kopi warisan Belanda, lalu menyulapnya menjadi resor premium Losari Coffee Plantation. Di bawah pemilik baru, Grup Mesa, namanya diubah pada 2011. Kepingan-kepingan dari masa silamnya masih berserakan. Rumah orisinal pemilik kebun masih terawat. Vila-vilanya dirangkai dari potongan rumah Jawa kuno. Pohon-pohon kopi warisan penjajah masih berbuah.  

MesaStila menganut konsep wellness resort. Tamu bisa menemukan lebih dari 40 opsi kegiatan per pekan, mulai dari kelas yoga hingga tur sepeda. Di luar itu, tersedia paket-paket rejuvenasi yang berkhasiat mengatasi beragam masalah, mulai dari insomnia hingga kecanduan mariyuana. Partisipan akan diajak bermeditasi, menikmati spa di hammam, hingga menenggak jus secara berkala. mesastilaresortandspa.com; mulai dari Rp1.245.000.

Kiri-Kanan: Bungalo Kalimaya Dive Resort ditata menatap Selat Sape yang memisahkan Sumbawa dan Flores; usai menyelam, sepasang turis menikmati waktu di kolam renang di tepi area makan. (Foto: Nyimas Laula)

Kalimaya Dive Resort, Bima
Kecuali ajang pacuan kuda, Bima tak menawarkan banyak alasan untuk dikunjungi. Justru sebaliknya, kabupaten ini menyodorkan beragam alasan untuk tidak dikunjungi. Namanya sempat ditulis dengan tinta merah lantaran menjadi wadah gembong teroris Santoso merangkul pengikut. Dalam hal pengentasan kemiskinan, tempat ini menjadi sorotan karena hampir separuh desanya masuk kategori tertinggal. Akan tetapi, di balik citranya yang suram, Bima ternyata menyimpan aset wisata yang mumpuni: alam bawah laut yang memukau. Atas alasan itulah Kalimaya hadir di sini pada Oktober 2016.

Kalimaya berlokasi di tepi Selat Sape yang memisahkan Sumbawa dan Flores. Resor ini menampung tujuh bungalo. Tiap unitnya dirangkai dari kayu jati dan mahoni, dipayungi ilalang, dihubungkan jalan setapak yang dilapisi bata. Listrik menyala nonstop. Air tawar hangat mengalir dari shower. Satu-satunya yang absen hanyalah televisi, perangkat yang mungkin tak dibutuhkan tamu mengingat tontonan dari balkon bungalo sudah cukup menghibur: laut pirus, Gili Banta, dan Pulau Komodo di kejauhan. kalimayadiveresort.com; mulai dari Rp16.000.000 untuk tiga malam.

Kiri-Kanan: Tamu berpose di salah satu pintu utama Kaba Kaba Estate, kompleks vila privat berisi delapan kamar tidur; kolam renang utama dan area bersantai. (Foto: Irene Iskandar)

Kaba Kaba Estate, Bali
Vila privat ini punya banyak fitur yang sulit disaingi: infinity pool sepanjang 25 meter, bar yang menatap gunung, balkon yang menghadap sawah, dua plunge pool, enam bathtub, pusat kebugaran, bioskop mini bergaya Maroko, toiletries merek Malin+Goetz, serta lapangan tenis berstandar internasional. Tapi bukan itu semua yang membuatnya istimewa. Magnet sebenarnya properti ini ialah koleksi seninya yang impresif.

Kaba Kaba Estate ibarat produk kawin silang antara galeri dan hotel. Membuka gerbang vila, tamu disambut sepasang arca tua asal Rajasthan. Di depan bar terpajang singgasana biksu Burma dari abad ke-19. Di dekat kolam terpasang karya evokatif dari Entang Wiharso. Menyusuri interiornya, kita juga bisa menemukan instalasi Binatang Jalang dari Agapetus Kristiandana, patung perunggu Ode to Motherland buatan Cai Zhi Song, serta lukisan Go Beyond karya Arthur John E. Harrow. Kaba Kaba Estate menampung delapan kamar tidur, dan tamu mesti memesan minimum lima kamar sekaligus per malam. kabakabaestate.com; mulai dari Rp26.000.000.

Kolam renang yang menatap samudra di Lelewatu, salah satu resor pendatang baru di Sumba Barat. (Foto: Lelewatu)

Lelewatu, Sumba
Resor ini bersemayam di pesisir Sumba Barat, kawasan yang digemari turis berkat keindahan alam dan ritusnya, termasuk ajang tahunan “perang kavaleri” Pasola. Di lahan 10 hektare yang menatap Samudra Hindia, Lelewatu menaungi 27 vila berisi satu hingga empat kamar tidur. Desainnya terinspirasi uma mbatangu, rumah vernakular khas Sumba. Seluruh vila dilayani butler, dilengkapi TV 42 inci, dihiasi ornamen tenun lokal. Galibnya penginapan di Sumba, Lelewatu menawarkan aktivitas berkuda, trekking, dan tur budaya.

Kendati berstatus pendatang baru, Lelewatu sebenarnya digarap oleh pemain lama di industri perhotelan. Pemiliknya, Jenny Tan, mengelola sejumlah properti di Bali, termasuk Sense Sunset Seminyak. Desain Lelewatu juga ditangani oleh duet arsitek yang sudah berpengalaman: Popo Danes, otak di balik keindahan Hanging Gardens dan Kaba Kaba Estate. lelewatu.com; mulai dari Rp4.680.000.

Kiri-kanan: Area makan terbuka di Arumdalu, resor yang muncul seiring meroketnya pamor Belitung sebagai destinasi wisata; tamu resor menikmati sesi santai di pantai yang ditaburi batu. (Foto: Evan Praditya)

Arumdalu, Belitung
Awalnya tersohor lewat novel tentang bocah-bocah rudin yang haus pendidikan, Belitung merekah jadi destinasi liburan yang giat memikat turis. Hotel dan resor bermunculan di sini, salah satunya Arumdalu, properti termahal di Belitung saat ini.

Arumdalu menyempil di sudut sepi Kecamatan Membalong, 70 kilometer dari pusat kota. Untuk menjangkaunya, kita mesti berkendara sejam ke arah selatan pulau. Resor ini adalah suaka yang ideal untuk menikmati privasi. Di lahan seluas 45 hektare, Arumdalu menaungi hanya 10 vila berdesain kontemporer yang masing-masingnya dihubungkan oleh jalan setapak. Tiap vila dirancang terbuka, hingga memudahkan tamu menyerap pemandangan. arumdalubelitung.com; mulai dari Rp7.500.000.  

Kiri-Kanan: Area di tepi kolam renang yang menatap pegunungan di Ijen Resort & Villas, Banyuwangi; salah satu bungalo di resor. (Foto: Johannes P. Christo)

Ijen Resort & Villas, Banyuwangi
Resor ini bersemayam di Desa Kluncing, permukiman guyub yang berjarak sekitar satu jam berkendara dari kaki Gunung Ijen. Rute untuk menjangkaunya cukup merepotkan. Walau sudah berdiri lebih dari dua dekade, resor ini hanya bisa diakses lewat jalan makadam yang diselingi paving block. Itu pun jika kita bisa menemukannya. Jalan ini masih raib dari Google Map.   

Melihat lanskapnya, Ijen Resort mungkin mengingatkan kita pada resor-resor di pedalaman Ubud. (Pihak pemilik awalnya memang berniat mendirikan resor di Ubud, tapi kemudian memindahkan investasinya.) Di lahan lapang yang rindang, kompleks ini menaungi 45 kamar yang disebar dalam bangunan dua tingkat, plus bungalo berisi satu hingga tiga kamar. Semuanya ditata menatap sawah sengkedan dan gunung. ijenresortandvillas.com; mulai dari Rp1.350.000.  

Sasmaya Villa berdiri anggun di antara pepohonan di kompleks Villa Puncak by Plataran. (Foto: Plataran Indonesia)

Villa Puncak by Plataran, Bogor
Mencari vila di Puncak adalah perkara mudah. Hampir setiap belasan meter kita akan menemukan rumah yang disewakan untuk liburan. Tapi jika Anda mendambakan kemewahan premium, Villa Puncak by Plataran punya standar yang sulit disaingi banyak tetangganya. Properti ini mengoleksi empat unit vila yang didesain layaknya rumah tersembunyi. Masing-masingnya dikepung kebun rimbun, dinaungi pepohonan rindang, dimeriahkan suara aliran sungai. Berniat mengutamakan privasi tamu, vila-vilanya dipisah cukup jauh, tidak bersisian layaknya kompleks vila di resor lain.

Untuk liburan keluarga, opsi ideal adalah Grand Narenda Villa, rumah tiga lantai yang menampung antara lain ruang makan, dapur, serta dua kamar tidur. Ketiga vila lainnya, termasuk Anandita yang memakai nama putri sang pemilik Plataran, menampung lima kamar tidur, karena itu hanya cocok untuk rombongan besar. plataran.com; mulai dari Rp3.500.000.

Show CommentsClose Comments

Leave a comment

0.0/5