Banyak orang memasang tagar #KangenBali. Pertanyaannya, apakah Bali sudah siap untuk kangen dengan turis? Isu inilah yang akan dibahas dalam Bicara Wisata, program diskusi DestinAsian Indonesia, pada hari Kamis, 4 Juni, pukul 14:00-15:30 WIB atau 15:00-16:30 WITA, via Zoom

Merujuk data pemerintah, per 1 Juni 2020, Bali mencatatkan 482 kasus positif Covid-19. Dalam hal penyebaran kasus terbanyak, Bangli dan Denpasar berada di posisi puncak, disusul oleh Buleleng, kemudian Badung. Sementara secara nasional, Bali berada di peringkat ke-12 dalam jumlah kasus terbanyak, di antara Sumatera Barat dan Sumatera Utara.

Sebagai provinsi yang menyandarkan mayoritas pendapatannya pada sektor pariwisata, Bali jelas terpukul oleh pandemi. Menurut BPS, Bali defisit sekitar 300.000 kunjungan turis asing pada triwulan pertama 2020. Pada Januari-Maret 2020, pulau ini mencatatkan 1.049.696 kunjungan, turun 21,82 persen dari periode yang sama di 2019. Tiap bulannya, tren persentase penurunan kian besar. 

Tapi kondisi suram itu mungkin akan berubah. Mulai pertengahan 2020, turis rencananya diizinkan masuk Bali. Berkonsep gated community, ITDC Nusa Dua digadang-gadang sejumlah pihak sebagai pilot project destinasi pertama yang dibuka. Kendati begitu, ada banyak pertanyaan tentang kesiapan Bali menyambut turis, termasuk tentang protokol kebersihan, syarat bukti swab test bagi turis, dan mitigasi menghadapi ancaman second wave virus. Bagaimana pelaku industri pariwisata menjawabnya? Dan apa yang sepatutnya dipahami turis sebelum berkunjung?

Diskusi Babak Baru Bali akan menghadirkan enam panelis, yakni Putu Winastra, Sekretaris ASITA (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) Bali; I Wayan Warta, Director of Finance at BHA (Bali Hotels Association); Dr. Luh Micke Anggraini, Dosen & Peneliti Universitas Bali Dwipa; Rudolf Dethu, Direktur Rumah Sanur Creative Hub; Anie Tidara, Director of Marketing & Communications, Sofitel Bali Nusa Dua Beach Resort; serta Andre Prawiradisastra, Marketing Communications & Event Division Head, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park.

Diskusi ini terbuka gratis untuk umum. Untuk mendaftar, silakan klik di sini. Rekaman hasil diskusi ini kelak akan ditayangkan di YouTube. —Advertorial