Pengunjung Terrazza del Pincio, kompleks warisan abad ke-19 di Roma. (Foto: Gabriella Clare Marino)

Demi meredam penyebaran virus Covid, Eropa mewajibkan turis asing sudah menerima vaksin Covid-19. Namun begitu, negara-negara di kawasan ini memiliki perbedaan dalam hal jenis vaksin yang diakui.

Khusus 29 negara anggota European Economic Area (EEA, gabungan European Union dan European Free Trade Association), ada satu syarat yang berlaku umum: vaksin telah disahkan oleh European Medicines Agency. Vaksin dalam kategori ini terdiri dari Pfizer/BioNTech, Moderna, AstraZeneca, serta Johnson & Johnson.

Warga Lyon mengisi waktu di jendela saat pandemi. (Foto: Alexis Fauvet)

Di luar itu, tiap negara EEA berhak menentukan jenis vaksin lain yang diterima. Di kelompok ini, setidaknya ada tiga jenis vaksin yang paling banyak diakui di Eropa, yakni Covishield, Sinopharm, serta Sinovac.    

Merujuk data yang dikumpulkan oleh SchengenVisa.Info, per Agustus 2021, vaksin Covishield buatan India diakui sebagai syarat imunitas oleh 17 negara Eropa. Sementara Sinopharm dan Sinovac—keduanya buatan Tiongkok—diterima di delapan negara. Daftar negara ini ajek berubah, karena itu turis disarankan memantau info dari badan imigrasi tiap negara tujuan. 

Sudut populer memotret Menara Eiffel berubah sepi saat PPKM diberlakukan. (Foto: Fran Boloni)

Satu yang perlu diingat, Inggris sudah keluar dari EEA. Per Agustus 2021, menurut VisaGuide.World, Inggris mengakui enam jenis vaksin sebagai syarat masuk bagi turis, yakni Pfizer/BioNTech, AstraZeneca, Johnson & Johnson, Moderna, Sputnik V, serta Covishield. 

Berikut daftar lengkap vaksin yang paling banyak diakui di Eropa per Agustus 2021:

  1. Pfizer/BioNTech: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Cheska, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Islandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Malta, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani
  2. Moderna: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Cheska, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Islandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Malta, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani
  3. AstraZeneca: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Cheska, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Islandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Malta, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani
  4. Johnson & Johnson: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Cheska, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Islandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Malta, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Rumania, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani
  5. Covishield: Austria, Belanda, Belgia, Bulgaria, Finlandia, Hungaria, Inggris, Irlandia, Islandia, Jerman, Kroasia, Latvia, Prancis, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Yunani
  6. Sinopharm: Austria, Hungaria, Islandia, Malta, Siprus, Spanyol, Swedia, Yunani
  7. Sinovac: Austria, Belanda, Finlandia, Islandia, Siprus, Spanyol, Swedia, Yunani