Setelah Italia dan India, kali ini giliran Filipina yang bakal melarang turis datang ke Metro Manila demi mencegah penyebaran virus corona di negaranya. Pemerintah Filipina resmi menetapkan kawasan tersebut sebagai wilayah karantina COVID-19. Dengan demikian, perjalanan darat, udara, dan laut dari dan ke Metro Manila akan dilarang mulai 15 Maret hingga 14 April 2020.

Peraturan ini berlaku bagi 16 kota yang ada di wilayah Metro Manila, yakni Manila, Quezon City, Caloocan, Las Pinas, Makati, Malabon, Mandaluyong, Marikina, Muntinlupa, Navotas, Paranaque, Pasay, Pasig, San Juan, Taguig, dan Valenzuela, dan kotamadya Pateros. Populasi di wilayah ini mencakup lebih dari 12 juta jiwa.

Blokade tersebut diberlakukan seiring dengan kebijakan pemerintah yang menaikkan status waspada COVID-19 menjadi Code Red. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 52 kasus, dengan total lima orang meninggal di Filipina.

Baca juga: Amerika Larang Masuk Turis Eropa; 8 Cara Agar Terhindar dari Serangan COVID-19

Meskipun otoritas kesehatan Filipina menjelaskan bahwa penyebaran virus corona bisa juga lewat transmisi lokal, namun pemerintah tetap akan menghentikan arus kedatangan turis asing untuk sementara.

Penangguhan seluruh kegiatan sekolah sudah dimulai sejak 10 Maret hingga 12 April 2020. Selain itu, pekerjaan di seluruh lembaga pemerintah—kecuali untuk pekerja kesehatan dan darurat—juga bakal ditangguhkan. Namun, transportasi publik, perusahaan manufaktur, ritel, dan layanan akan tetap beroperasi selama periode karantina.