Oleh Claudia Rindiantika

Selain menjadi kesempatan untuk mencari pengalaman baru, liburan juga mengizinkan kita untuk mengisi ulang baterai tubuh dan pikiran kita. Untuk melepas diri dari penat atau kesibukan sehari-hari yang membuat suntuk, berlibur ke tempat yang jauh dari hiruk-pikuk menjadi salah satu pilihan.

Bvlgari Resort Bali menyediakan kenyamanan itu. Resor ini sudah berdiri sejak tahun 2006 di daerah Uluwatu, dekat dengan Desa Pecatu dan Pura Luhur Uluwatu di ujung barat daya Pulau Dewata. Lokasi yang unik, campuran gaya tradisional Bali dengan desain Italia yang kontemporer, serta kualitas layanan dengan standar khas Bvlgari, menjadikan resor ini sebuah suaka untuk mereka yang berlibur untuk mencari ketenangan.

Sejak Oktober lalu, Bvlgari Resort Bali memperkenalkan paket Bvlgari Escape. Sebuah paket yang membawa tamu untuk merasakan kenikmatan dan kenyamanan di salah satu destinasi alam yang paling indah. Dirancang untuk menginspirasi, Bvlgari Resort Bali membawa glamor ala Italia, yang menjadikannya sebagai sebuah tempat yang ideal nan jauh dari kesan ordinary.

Interior kamar Ocean Cliff Villa.

Setelah sekian lama tidak mengunjungi Bali—akibat pandemi dan batasan bepergian—saya kembali terbang ke Bali untuk tugas wawancara. Trip saya di Bali kali ini bertambah satu malam karena saya diberi kesempatan menginap di Bvlgari Resort Bali dan merasakan singgah ala Bvlgari Escape.

Saya mendarat di Bvlgari Resort Bali sekitar pukul tiga sore. Setibanya di resor, saya langsung disambut oleh beberapa staf yang membantu menurunkan barang bawaan saya. Di antara para staf, ada Atik, yang langsung memperkenalkan diri sebagai butler pribadi saya dan siap membantu saya selama menginap di Bvlgari Resort Bali.

Setelah itu, saya disambut oleh resepsionis. Mereka menyapa dengan ramah, lalu mempersilakan saya duduk. Tak lama berselang, saya dijamu welcome drink bernama herbojito. Minuman dingin ini terbuat dari selasih, mint, sari jeruk nipis, dan soda. Sebuah pelepas dahaga yang cocok sehabis perjalanan, termasuk untuk para tamu yang mungkin datang langsung dari bandara I Gusti Ngurah Rai ke Bvlgari Resort Bali yang terpisah sekitar 40 menit perjalanan.

Menaiki buggy, Atik mengantar saya ke vila di mana saya akan menghabiskan sisa hari saya di Bali. Sepanjang jalan, dia menerangkan area resor. Dirancang oleh arsitek Antonio Citterio dan Partner, Bvlgari Resort Bali mencerminkan interpretasi kontemporer dari desain tradisional Bali, juga membawa gaya Italia khas Bvlgari yang istimewa. Penataan lanskap dan desainnya juga menggabungkan elemen alami dan budaya dari lokasinya.

Bvlgari Resort Bali mengoleksi 59 vila yang dibangun dan dihias dengan batu-batu vulkanik yang dipotong menggunakan tangan, kayu-kayu eksotis, serta kain-kain yang menawan. Terdapat juga toko perhiasan Bvlgari di mana para tamu bisa mengintip koleksi dan berbelanja produk Bvlgari.

Terdapat tiga restoran yang menjadi bintang di Bvlgari Resort Bali. Menawan dan nyaman, The Bvlgari Bar berbentuk sebuah teras yang memperlihatkan pemandangan laut dan matahari terbenam Pulau Dewata. Bar ini menyajikan pilihan terbaik dari koktail, wine berkualitas, canapés, dan kudapan, semua disajikan dengan mempertahankan tradisi Italia: aperitivo. Selanjutnya, ada Il Ristorante – Luca Fantin, yang sudah punya reputasi luhur dalam peta kuliner Bali. Restoran intim berisi 36 kursi ini menyajikan sentuhan kreatif dari gabungan masakan klasik Italia dengan bahan lokal dan organik. Semua hidangannya diolah kreatif dan dipresentasikan secara artistik oleh sang koki. Untuk saat ini, Il Ristorante – Luca Fantin sedang tidak beroperasi, namun akan kembali menjamu para tamu untuk tiga hari dari tanggal 28 sampai 30 Desember dalam rangka perayaan akhir tahun.

The BVLGARI Spa menawarkan beragam paket perawatan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tamu.

Terakhir dan tak kalah penting, ada Sangkar Restaurant yang menawarkan menu internasional, dan dengan kreatif menggabungkan masakan Indonesia yang populer dengan teknik kuliner kontemporer. Lebih menggembirakan, tamu dari luar yang datang bersantap di semua outlet kini bisa menikmati fasilitas Bvlgari Resort Bali seperti kolam renang dan pantainya. Sebelumnya, hanya tamu yang menginap yang bisa menikmati fasilitas tersebut.

Saya menempati One-Bedroom Ocean Cliff Vila. Vila seluas 300 meter persegi ini menawarkan pemandangan laut, serta dilengkapi area bersantai dan makan outdoor, plus patio dan kolam renang pribadi. Setelah beristirahat semalam, keesokan paginya, saya memilih untuk menikmati sarapan di vila. Tamu bisa memilih untuk sarapan di restoran resor, Sangkar, atau disajikan di via. Saya memilih opsi kedua karena hari itu mendung—dan benar saja, di tengah sesi sarapan, turun hujan yang cukup deras.

Membicarakan soal melepas penat dan relaksasi, secara otomatis spa akan terlintas di pikiran. Dengan paket Bvlgari Escape, tamu bisa menikmati satu kali spa 60 menit. Pilihan menu spa adalah Thai Massage, spa dengan teknik kuno salah satunya dengan pijat dalam pada pressure point dan peregangan untuk meredakan tegang dan memperbaiki fleksibilitas; Traditional Massage, yaitu pijat freestyle dengan teknik Bali di mana tamu bisa memilih sendiri campuran minyaknya; Relaxing Body Massage; dan Relaxing Foot Massage.

Salah satu spot favorit tamu Bulgari Bali.

Saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk relaksasi ini. Saya memutuskan untuk mencoba Traditional Spa. Setelah seluruh rangkaian spa selesai, saya bersantai di gazebo yang menghadap langsung ke laut sembari menunggu minyak menyerap dengan sempurna. Teman saya di sesi santai ini ialah angin sepoi-sepoi, teh serai dengan madu dan lemon, plus kue-kue kering.

Tak terasa, waktu berlalu hingga tiba saatnya saya untuk check-out dan mengejar penerbangan ke Jakarta. Singkat memang pengalaman saya di Bvlgari Resort Bali. Namun Bvlgari Escape mengizinkan saya untuk rileks sejenak.

Paket Bvlgari Escape tersedia untuk pemesanan hingga tanggal 31 Desember 2021 untuk periode menginap hingga tanggal 31 Maret 2022.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi bulgarihotels.com/bali.