Pada April 2019 silam, kebakaran dahsyat melanda Katedral Notre-Dame. Menara dan atap bangunan bersejarah di Paris itu runtuh, serta menimbulkan kerusakan parah di beberapa bagian katedral. Sejak saat itu, bangunan berusia lebih dari 800 tahun tersebut resmi direstorasi dan ditutup untuk umum.

Nyaris satu tahun sejak proyek restorasi dimulai, Katedral Notre-Dame dikabarkan siap membuka pintunya pada musim semi tahun ini. Seperti dikutip dari The New York Times, wakil walikota Paris, Emmanuel Grégoire, mengatakan bahwa restorasi pada area alun-alun katedral dan ruang bawah tanah bakal segera rampung, sehingga dapat kembali dikunjungi turis.

Proyek restorasi ini juga sekaligus menghilangkan kontaminasi timbal dari reruntuhan akibat kebakaran di lokasi tersebut. Saat kebakaran, nyaris 440 ton timah—yang menjadi bahan utama atap bangunan meleleh, sehingga puing-puing beracun menyebar ke seluruh area.

Sementara, untuk ruang bawah tanah akan kembali dibuka segera setelah proses pembersihan selesai dan lokasi dinyatakan aman,” ujar Camille Courbis dari Musée Carnavalet – Histoire de Paris dan Crypte Archéologique.

Baca juga: Prancis Siap Buka Pusat Seni Digital Terbesar

Meskipun Presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa seluruh bagian pada Katedral Notre-Dame siap dibuka dalam waktu lima tahun ke depan, namun menurut para ahli, proses pemulihan Notre-Dame sepenuhnya membutuhkan waktu hingga beberapa dekade.

Informasi selengkapnya, kunjungi notredamedeparis.fr.