Gedung cermin raksasa Maraya Concert Hall, aset baru Arab Saudi memikat turis. (Foto: Saudi Tourism Authority)

Tiap tahunnya, Arab Saudi didatangi jutaan jemaah haji dan umrah. Kini, negara ini ingin melebarkan segmen tamu asingnya: menjala turis pelesir dari penjuru bumi, termasuk non-Muslim.

Itulah yang mendorong Saudi Tourism Authority (STA) membuka kantor perwakilan di banyak negara, termasuk Inggris, Jerman, serta Rusia. Dan bulan ini, STA meresmikan kantor baru di Malaysia untuk melayani pasar Asia Tenggara.

“Kami sedang membangun tim profesional global yang terintegrasi untuk menampilkan keanekaragaman Saudi,” jelas CEO STA Fahd Hamidaddin dalam siaran persnya.

Parade balon udara di AlUla, sisi utara Arab Saudi. (Foto: Saudi Tourism Authority)

STA area Asia Tenggara digarap bersama Aviareps Malaysia, agensi pariwisata waralaba yang berpusat di Jerman. Ini merupakan kantor perwakilan STA ke-11, dari target 15 kantor di dunia.  

“Negara-negara di Asia Tenggara memiliki kedekatan yang kuat dengan Saudi sebagai tujuan wisata, dan banyak pelancong dari kawasan ini telah menikmati keramahan legendaris negara Saudi untuk berziarah,” jelas VP Aviareps Southeast Asia, Kelvin Ong.

Penyelam menikmati keindahan Laut Merah. (Foto: Saudi Tourism Authority)

Arab Saudi mulai serius menggarap pasar turisme pada 2019, ditandai salah satunya dengan pemberian kemudahan aplikasi visa bagi turis dari 50 negara. Keputusan ini adalah bagian dari agenda nasional Vision 2030, yang bertujuan menumbuhkan mesin kas baru negara di luar minyak.

Merujuk laporan World Tourism Organization, Arab Saudi menjala 17,5 juta kunjungan wisatawan asing pada 2019, meningkat dari 15 juta pada 2018. Angka ini mencakup jemaah haji dan umrah.Cristian Rahadiansyah