Pemerintah Indonesia baru saja membuka jalan bagi kembalinya wisatawan Singapura ke Bintan dan Batam—dua pulau yang paling banyak dikunjungi warga Singapura di Kepulauan Riau. Kebijakan ini dilakukan karena Batam dan Bintan sudah berada di level satu dan situasi relatif terkendali. Pemerintah juga mengatakan bahwa pelancong harus menunjukkan bukti hasil negatif dari tes PCR yang diambil kurang dari tiga hari sebelum kedatangan saat tiba di terminal feri Nongsapura Batam atau terminal Bandar Bentan Telani Bintan.

Pengunjung harus melalui Nongsapura di Batam dan pelabuhan feri Bandar Bentan Telani—titik akses utama ke Bintan Resorts, kawasan pariwisata seluas 175 kilometer persegi di sepanjang pantai utara pulau itu. Agar memenuhi syarat, turis Singapura harus sudah menerima setidaknya dua dosis vaksin Covid-19. Mereka juga wajib punya asuransi senilai setidaknya S$30.000 dan mengunduh aplikasi pelacakan kontak PeduliLindungi dan BluePass.

Namun, koridor perjalanan melalui feri tersebut hanya diperuntukkan bagi warga Singapura yang berkunjung ke Nongsa dan Lagoi, bukan untuk warga Indonesia yang berkunjung ke Singapura. Turis WNI yang ingin ke Singapura hanya bisa melalui Changi. Pasalnya, sejak November tahun lalu, Singapura mengumumkan bahwa mereka memulai jalur perjalanan VTL dengan Indonesia untuk individu yang divaksinasi lengkap yang bepergian dari Jakarta ke Singapura melalui Bandara Changi.