Kiri-kanan: Kolam renang privat menghadap Sungai Ayung; koridor yang menghubungkan satu vila dengan lainnya.

Sebenarnya ada satu lagi tugas Yushiro dalam proyek renovasi Four Seasons Sayan: menciptakan kompleks yang lebih ramah terhadap keluarga guna menepis anggapan resor ini hanya peduli pada segmen couple. Buktinya tersaji di tipe suite. Selain menggelar operasi permak wajah di seluruh interior kamar, Four Seasons meluncurkan kategori baru Family Suite yang menampung orang tua dan dua anak. Kamar mewah seluas 190 meter persegi ini berada di dekat fasilitas khusus anak yang juga baru diresmikan, Pici Pici Club, tempat si kecil bisa menikmati sejumlah aktivitas edukatif dan hiburan, termasuk kelas menari dan seni origami janur khas Bali.

Kiri-kanan: Kamar dengan sentuhan kayu; bersantai di tepi kolam renang privat.

Di luar evolusi desain tersebut, pelanggan fanatik Four Seasons masih bisa menikmati suguhan-suguhan lawas yang membuat resor ini begitu memikat. Kolam berbentuk piring terbang masih menggelar sesi makan malam romantis. Kolam renang utama yang memanjang di tepi sungai masih bersanding dengan Riverside Café. Dan Ayung Terrace masih menyuguhkan menu sedap dan panorama apik yang membuat koki sekaliber Chris Salans jatuh hati.

Berdiri di atas lahan seluas tujuh hektare, Four Seasons Sayan kini menaungi 18 suite dan 42 vila. Seluruh vilanya dilengkapi kolam renang privat. Untuk urusan kuliner, resor bintang lima milik taipan asal Singapura ini menyajikan pengalaman distingtif. Sesi makan malam mengusung tema berbeda setiap hari. Ubud Night, misalnya, menyediakan menu-menu khas Ubud seperti babi guling dan sup bebek. “Kami berusaha memperkenalkan nilai tradisi pada para tamu. Termasuk dari sisi kuliner,” tutur Prhativi Dyah, Wakil Direktur Humas Four Seasons Bali, yang menemani makan siang saya di Riverside Café.

Sejalan dengan gairah barunya untuk lebih melebur dengan alam, Four Seasons Sayan meluncurkan sejumlah aktivitas yang mengajak pengunjung untuk mengibaskan selimut dan menyapa lanskap sekitar, sebut saja yoga di tepi kolam teratai, trekking, bersepeda menyusuri pedesaan di sekeliling resor, kelas memasak, serta arung jeram di Sungai Ayung. Beberapa dipungut biaya, sisanya sonder bayar. Karena kuota peserta terbatas, sangat disarankan memesan jauh hari jika ingin berpartisipasi.

Kiri-kanan: Dua opsi menjelajah hotel: menggunakan buggy atau jalan kaki; propertinya di kelilingi sawah dan tumbuhan hijau.

Resor ini dirancang untuk memanjakan tamu. Bila tak kebagian jatah aktivitas, saya lazimnya menghabiskan waktu untuk menyusuri sawah di kompleks resor atau bersantai di infinity pool di tepi sungai. Bagi mereka yang menginginkan sesi pijat atau perawatan kecantikan tradisional, The Spa hadir dengan beragam menu yang mengakomodasi perawatan dari rambut hingga ujung kaki.

Keinginan untuk menjadi “lebih romantis, harmonis, dan autentik” tak membuat Four Seasons Sayan melupakan magnet-magnet utamanya. Berita baik bagi para penggemar loyalnya. Menarik untuk melihat bagaimana Four Seasons Jimbaran menempuh renovasi serupa.

Desa Sayan, Ubud, Bali; 0361/977-577; Four Seasons Resort Bali at Sayan; doubles mulai dari $439.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mar/Apr 2014 (“Rasa Sayan”).