Vila bertema Santorini di Hidden Hills Villas, properti milik Max Loong, pembaca acara The Voice Switzerland. (Foto: Hidden Hills Villas)

Bulan ini, Desa Hay Canggu resmi bergabung ke Small Luxury Hotels of the World (SLH). Dengan penambahan ini, SLH beranggotakan total lima properti di Indonesia—dan semuanya berlokasi di Bali.  

SLH, yang didirikan pada 1989, adalah semacam kolektif berisi hotel-hotel butik premium ukuran kecil (rata-rata 50 kamar). SLH bukan chain hotel, karena tidak mengelola hotel-hotel anggotanya. Fokusnya ialah melakukan kurasi, menyediakan kanal reservasi, serta membantu pemasaran dan publikasi.

Portofolio SLH kini berisi 520 hotel di 90 negara. Jumlahnya ajek berubah, karena anggota bisa bertambah dan berkurang. Tiap hotel ini diklaim “anti-chain,” walau ini mungkin hanya benar secara karakter, bukan administrasi. Properti dari chain hotel terbukti diterima, dan SLH pun bermitra dengan sistem loyalty World of Hyatt.

Berikut profil singkat lima anggota SLH di Indonesia:

Interior vila di Desa Hay, properti baru di Canggu yang tergabung dalam kolektif SLH. (Foto: Desa Hay)

Desa Hay
Anggota terbaru SLH di Indonesia ini dibuka pada Maret 2022. Alamatnya di Canggu, sekitar lima kilometer arah utara Pantai Batu Bolong. Desa Hay menampung hanya enam vila, plus sebuah restoran berarsitektur joglo yang bersanding dengan kolam renang.

Properti ini mengklaim mendapatkan mayoritas energinya dari listrik tenaga matahari, termasuk untuk air panas. Juga menarik, Desa Hay mengaku menerapkan sistem carbon offsets untuk mengompensasi emisi dari operasionalnya.

Area bersantai Lost Lindenberg di pesisir Jembrana. Kanan: Interior Lost Lindenberg, properti pertama Grup Lindenberg di luar Jerman. (Foto: Lindenberg)

Lost Lindenberg
Ini juga tergolong anggota baru SLH. Properti berkonsep surf retreat ini baru diresmikan pada 15 Juli 2022. Lost Lindenberg merupakan hotel perdana Grup Lindenberg di Indonesia, juga cabang pertamanya di luar Jerman.

Lost Lindenberg berlokasi di Jembrana. Resor ini mengoleksi delapan kamar dengan luas mulai dari 40 meter persegi. Fasilitasnya meliputi restoran berkonsep ruang komunal, bar di tepi kolam renang, serta pondok spa.

Spa Village Resort, properti di pesisir utara Bali yang menawarkan beragam paket retret. (Foto: Spa Village Resort)

Spa Village Resort
Berkat kehadirannya, pesisir utara Bali tak hanya populer untuk petualangan, tapi juga aktivitas wellness. Spa Village Resort menawarkan beragam paket retret dan kebugaran, mulai dari yoga, silat, meditasi, hingga kelas membuat jamu.

Resor di pesisir Buleleng ini menampung 27 kamar, termasuk dua vila yang dilengkapi kolam renang privat. Wantilan, restorannya, meracik aneka menu sehat, dengan bonus panorama Laut Bali.

Kolam renang utama di Viceroy Bali, resor di Ubud yang beroperasi sejak 2005. (Foto: Viceroy Bali)

Viceroy Bali
Resor ini dibuka pada 2005 oleh keluarga Syrowatka, dan hingga kini masih dikelola pemilik yang sama. Viceroy berlokasi di Ubud, sekitar tiga kilometer dari Puri Ubud. Posisinya di atas lembah yang beralaskan Sungai Petanu.

Viceroy menampung 40 vila, dengan 10 di antaranya dibuka pada 2020. Ukurannya mulai dari 150 meter persegi. Selain itu, resor ini memiliki dua restoran, spa, serta kolam renang yang terhampar di bibir lembah.

Vila bertema Sanya di Hidden Hills Villas, resor di kawasan Pecatu yang menampung 15 vila. (Foto: Hidden Hills Villas)

Hidden Hills Villas
Properti ini dimiliki oleh Max Loong, aktor yang juga pembaca acara The Voice cabang Swiss. Lokasinya di Pecatu, persisnya tepi Jalan Labuansait, rute yang biasa dilalui turis menuju titik selancar Pantai Uluwatu.

Hidden Hills Villas bertengger di daerah perbukitan. Dari 15 vilanya, tamu bisa menyaksikan panorama laut dari ketinggian. Tiap vila didesain secara individual dengan tema tempat-tempat wisata terkenal di dunia, contohnya Ibiza, Malibu, dan Santorini.