Turis memotret seekor beruang di sisi luar Churchill.

Guna meminimalisasi bahaya, turis dilarang keluar dari bus wisata “Polar Rover,” dilarang memberi makan beruang kutub ataupun berjalan-jalan seorang diri. Mereka hanya boleh memotret dari balik jendela mobil. Bahkan saat bus diparkir di tempat yang aman sekalipun, aparat bersenjata harus tersedia guna mengamankan area.

“Saya menanti seumur hidup untuk momen ini,” ujar seorang wanita paruh baya asal Amerika Serikat sembari mengusap air mata. Hanya beberapa meter di sampingnya, seekor beruang kutub berdiri dan mengintip interior bus. Terlepas dari potensi bahayanya, berdekatan dengan Nanuk di alam liar, persisnya di lanskap tundra yang lapang dan bukan di kebun binatang, adalah pengalaman unik yang menyentuh dan menggetarkan. Bagi banyak orang, sensasi ini layak dialami setidaknya sekali seumur hidup.

Beberapa penginggalan Fort Churchill, fasilitas peluncuran roket yang didirikan pada 1954 guna mempelajari sejarah aurora.
Kompleks makam di Churchill, permukiman di sisi timur Kanada.

Beruang kutub patut diwaspadai, juga dihormati. Bagi warga pribumi, di masa ketika satwa liar adalah sumber makanan satu-satunya, Nanuk tercantum dalam target buruan favorit. Tapi Inuit tidak membunuh secara serampangan, dan selalu menghormati roh korban dengan berdoa dan mengasung sesaji selama empat hari. Setiap bagian hewan buruan dimanfaatkan: dagingnya disantap, bulu dan kulitnya dirajut menjadi pakaian, minyak lemaknya dipakai untuk petromaks.

Penghormatan yang arif itu tidak dipraktikkan oleh detasemen kulit putih utusan Hudson’s Bay Company yang mendarat di sini pada abad ke-18. Mereka datang semata untuk mengumpulkan sebanyak mungkin bulu beruang. Akibat perburuan masif itu, Nanuk terpojok ke ambang kepunahan. Baru setengah abad silam sebuah traktat internasional mengharamkan perburuan beruang kutub, walau dengan dispensasi berupa kuota tahunan yang minim khusus kaum pemburu Inuit.

Beruang kutub berdiri di dekat jendela bus turis.
Sebuah perahu terperangkap di perairan beku Hudson Bay.

Selain isu ekologi, efek negatif kehadiran komunitas kulit putih merembet ke domain sosial. Akibat diasingkan dari komunitas, banyak warga asli berpaling menjadi pecandu minuman keras. Sebagian hidup sangat miskin dan mengalami depresi, hingga kadang menyambung hidup dengan menjual izin berburu kepada pendatang Barat yang mendambakan adrenalin dan petualangan.

Tapi perburuan bukanlah ancaman satu-satunya bagi kelestarian Nanuk. Ada satu bahaya lain yang lebih mengkhawatirkan: pemanasan global. Di Hudson Bay, kenaikan temperatur menyebabkan es mencair lebih lama dan lekas, dan konsekuensinya adalah masa puasa yang lebih panjang bagi Nanuk.

Di belahan bumi yang lebih utara, sebut saja di Alaska dan Kutub Utara, fenomena tersebut berarti perangkap isolasi yang lebih besar. Pemanasan global melelehkan es yang berada paling dekat dengan landas kontinental yang subur, habitat bagi anjing laut yang hidup dengan memangsa ikan kod. Akibatnya, beruang kutub akan terjebak terlalu lama di balok-balok es di tengah Samudra Arktika di mana anjing laut dan kod langka.

Seorang remaja bercanda di depan layar bioskop di Churchill.
Bandara di Churchill yang melayani penerbangan ke Winnipeg.

Tanpa pasokan makanan yang memadai, mereka terpaksa menempuh perjalanan panjang yang melelahkan demi bertahan hidup. Sejauh mana Nanuk bisa beradaptasi? Seberapa cepat mereka bisa mengubah pola makan yang terbentuk ratusan tahun silam? Para ilmuwan menjawabnya dengan pesimistis: beruang kutub Hudson Bay akan punah lebih dulu, disusul kerabat mereka di utara.

Apakah itu berarti Nanuk bakal tinggal kenangan? Saya belum tahu pasti. Tapi mungkin ini saatnya menyimak petuah bijak Inuit: “Leluhur kami sering berkata, siapa pun yang menyerang makhluk lain tanpa alasan yang benar, maka dia akan balik diserang, ketakutan setengah mati, kemudian dibunuh oleh monster yang tidak akan meninggalkan apa pun walau hanya sebatang tulang.”

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi November/Desember 2016 (“Tamu Tak Diundang”)

Great White Bear Tours -1 Great White Bear Tours 02 great white bear tour suvenir Great White Bear Tours 12 tong sampah khusus turis dan beruang Great White Bear Tours 09 Great White Bear Tours 10 Great White Bear Tours 14 hudson bay bioskop churchill Great White Bear Tours 11
Kiri-kanan: Dua ekor beruang kutub bermain dan bercanda di dekat bus turis; tim Departemen Manitoba Conservation mengangkut beruang kutub dengan helikopter, lalu memindahkannya ke utara, jauh dari permukiman warga.