The House of Tan Yeok Nee memasuki babak baru dalam sejarahnya dengan hadirnya BAR KAP, sebuah cocktail bar intim yang menghidupkan kembali warisan bangunan bersejarah tersebut melalui pendekatan hospitality modern.
Sebagai satu-satunya dari “Four Grand Mansions” di Singapura yang masih berdiri, bangunan ini kini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga ruang pengalaman kuliner dan budaya yang relevan dengan masa kini.
BAR KAP dikembangkan sebagai rangkaian ruang yang menyerupai “living archive”, di mana setiap elemen interior dan menu minuman dirancang untuk merefleksikan perjalanan panjang bangunan tersebut dari masa ke masa. Alih-alih sekadar bernostalgia, konsep ini menghadirkan interpretasi ulang sejarah melalui pendekatan modern dalam mixology dan pelayanan.
“BAR KAP selalu tentang menciptakan ruang yang terasa hangat dan terkurasi, di mana orang dapat terhubung dengan sejarah secara natural,” ujar Chai Karim dari Gaia Lifestyle Group dan Karim Family Foundation yang melakukan restorasi bangunan tersebut. Ia menegaskan bahwa filosofi utama BAR KAP adalah menghadirkan keseimbangan antara warisan, modernitas, dan keramahan dalam satu pengalaman utuh.
Cocktail yang Terinspirasi dari Sejarah Bangunan
Bekerja sama dengan Studio Ryecroft, BAR KAP merancang menu cocktail yang terinspirasi dari berbagai era sejarah The House of Tan Yeok Nee. Setiap era menghadirkan karakter rasa yang berbeda, termasuk pilihan minuman non-alkohol yang dikurasi dengan pendekatan setara dengan cocktail beralkohol.
Salah satu era yang menonjol adalah Kapitan Era, yang terinspirasi dari sosok Tan Yeok Nee sebagai pedagang Teochew yang aktif di kawasan regional. Dari era ini lahir cocktail seperti Pepper Peddler yang memadukan baijiu, gin, dan makgeolli dengan sentuhan citrus dan pepper heat yang lembut namun kompleks.
Baca Juga: 7 Hal Favorit (and It’s The Best Things To Do) di Plataran Puncak
Era berikutnya, Station Master Era, merefleksikan masa bangunan tersebut setelah kepemilikan awalnya. Cocktail seperti Tank Road dan Dynamo menghadirkan karakter yang lebih dalam, dengan kombinasi whisky, sherry, amaro, hingga teknik clay-ageing yang menjadi salah satu inovasi utama bar ini dalam memperhalus tekstur dan rasa minuman.
Sementara itu, Order Era dan Dynasty Era membawa narasi bangunan ke fase berikutnya, termasuk saat bangunan digunakan sebagai institusi pendidikan dan klinik pengobatan tradisional. Menu seperti Lights Out dan TCM No. 3 menggabungkan teknik modern dengan referensi budaya lokal seperti pandan, gula melaka, hingga bahan herbal.
Lebih dari sekadar bar, BAR KAP dirancang sebagai perjalanan ruang. Pengunjung akan melewati rangkaian chamber yang berbeda, masing-masing dengan atmosfer unik yang merefleksikan lapisan sejarah bangunan.
Interiornya mempertahankan elemen asli seperti kayu dan ukiran tradisional, yang kemudian dipadukan dengan desain modern seperti pencahayaan reflektif, material tekstil, dan furnitur yang terinspirasi budaya Teochew. Setiap ruang dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih intim dan naratif, bukan sekadar tempat konsumsi.
Baca Juga: Watch Out List: 5 Hotel Luxury Baru dari Venesia hingga Pulau Rote
Selain BAR KAP, bangunan ini juga menghadirkan Jing Studio, sebuah destinasi teh modern yang mengeksplorasi ulang budaya teh tradisional melalui single-origin brews, herbal infusions, dan pairing pastry kontemporer.
Kehadiran Jing Studio memperkuat posisi The House of Tan Yeok Nee sebagai destinasi hospitality multidimensi, di mana sejarah, kuliner, dan budaya minum berpadu dalam satu ruang yang saling melengkapi.






