Pemerintah berencana membuka kembali sektor pariwisata di Bali untuk turis asing pada Juli 2021 mendatang. Namun, hal tersebut masih harus terus ditinjau dan melihat bagaimana pengendalian serta penanganan pandemi di Indonesia. Untuk bantu mewujudkannya, Presiden Indonesia, Joko Widodo baru-baru ini juga menetapkan target untuk melakukan vaksin untuk 2,5 juta orang di Bali—sedikit di bawah 60 persen dari populasinya—sebelum Juli.

Upaya imunisasi telah dimulai dengan 500.000 dosis vaksin Sinovac, dan otoritas lokal berharap untuk lebih menekan penularan Covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat, tracing dan testing yang diperkuat, serta berbagai simulasi untuk meningkatkan kesiapan otoritas bandara. Pemerintah kota juga telah menetapkan tiga zona hijau destinasi wisata di Bali, yakni Ubud, Sanur dan Nusa Dua. Zona hijau merupakan destinasi wisata yang bebas dari Covid-19. Hal ini diharapkan dapat menjadi barometer aman bagi turis domestik dan mancanegara data berlibur di Bali.

Sampai saat ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi sedang mengejar kesepakatan bilateral untuk menciptakan “koridor perjalanan” dengan negara-negara seperti Tiongkok, Singapura, Korea Selatan, dan Belanda. Selain itu, UEA dan Qatar juga dipandang sebagai mitra potensial.

Baca juga:  10 Ruang Seni di Bali

Tetapi dipahami bahwa koridor ini tidak akan menjadi pengaturan bebas karantina dua arah seperti gelembung perjalanan. Pelancong akan tetap diuji Covid-19 sebelum keberangkatan dan pada saat kedatangan, serta tetap harus mengisolasi diri di hotel-hotel tertentu selama beberapa hari sebelum diizinkan menjelajahi Bali.