Hanya selangkah dari jantung kawasan Malioboro, Grand Hotel De Djokja menjadi salah satu hotel tertua di Yogyakarta yang belum lama ini bertransformasi memperkenalkan wajah baru yang lebih modern setelah direstorasi dan direvitalisasi secara menyeluruh, tanpa meninggalkan identitasnya sebagai salah satu bangunan bersejarah di kota ini.

Babak Baru Grand Hotel De Djokja
Sejak pertama kali dibangun pada 1911, hotel yang dirancang dengan karakter arsitektur kolonial Belanda ini telah beberapa kali berganti nama, mulai dari Hotel Asahi, Hotel Merdeka, Hotel Garuda, Natour Garuda, Inna Garuda, hingga Grand Inna Malioboro. Kini, nama Grand Hotel De Djokja kembali digunakan sebagai penghormatan terhadap sejarah dan identitas awalnya.
Proses restorasi sekaligus rebranding dilakukan dengan tetap menempatkan nilai historis bangunan sebagai pijakan utama, sembari menghadirkan kenyamanan dan standar hospitality kontemporer bagi para pelancong masa kini. Hasilnya adalah sebuah hotel yang berupaya menjembatani karakter masa lalu dengan kebutuhan masa kini.
Baca Juga: Wonderful Indonesia Gastronomy 2026 Menggali Akar Kuliner Nusantara
Kamar dengan Sentuhan Aksen Yogyakarta
Grand Hotel De Djokja terdiri atas empat bangunan dengan total 210 kamar. Setiap ruang dirancang dengan memadukan elemen vintage, detail arsitektur bersejarah, serta fasilitas dan teknologi modern. Sejumlah furnitur dan elemen dekoratif juga dipilih untuk mempertahankan karakter bangunan yang telah berdiri selama lebih dari satu abad.
Di beberapa sudut kamar, aksen tradisional Yogyakarta turut hadir melalui dekorasi dan detail interior. Sentuhan tersebut memberikan identitas tersendiri pada setiap ruang, sekaligus membuat pengalaman menginap terasa lebih dekat dengan karakter kota.

Sorotan utama di akomodasi hotel ini terletak pada Heritage Suite sebanyak 12 kamar dan Soedirman Suite sebanyak empat kamar yang berada di bangunan utama serta sayap bersejarah hotel, atau Heritage Area. Kedua kategori ini mempertahankan karakter arsitektur serta pesona bangunan asli, sehingga menawarkan pengalaman menginap yang lebih intim dengan atmosfer masa lampau.
Heritage Suite memadukan struktur bangunan bersejarah dengan teknologi kamar masa kini. Elemen interior bernuansa lokal turut memperkuat atmosfer Yogyakarta di dalamnya. Suasananya terasa akrab, seolah membawa tamu kembali ke rumah lama milik keluarga dengan detail-detail yang menyimpan cerita.
Sementara itu, Soedirman Suite menawarkan pengalaman yang lebih lekat dengan sejarah. Tata letak asli bangunan dipertahankan, lengkap dengan sejumlah artefak yang berkaitan dengan Jenderal Soedirman. Berada di kamar ini, pengalaman menginap tidak hanya berbicara tentang kenyamanan, tetapi juga tentang kedekatan dengan salah satu bab penting dalam sejarah Indonesia.
Di Grand Hotel De Djokja, pengalaman heritage tidak berhenti pada bangunan dan interior. Para tamu yang menginap di Heritage Suites dan Soedirman Suites juga dapat menikmati serangkaian pengalaman yang dikurasi dengan inspirasi dari tradisi dan budaya Yogyakarta.
Salah satunya adalah Aromatic Spices Bath Ritual, ritual mandi menggunakan racikan herbal yang terinspirasi dari praktik perawatan tradisional Jawa. Pengalaman ini dirancang sebagai momen untuk memperlambat ritme, menyegarkan tubuh, sekaligus menenangkan pikiran.
Pagi hari dapat dimulai dengan sarapan di ROSO Restaurant, yang menawarkan suasana lebih privat bagi para tamu Heritage Area. Menu yang dikurasi, layanan personal, dan atmosfer elegan menjadikan sarapan lebih dari sekadar santapan pembuka hari. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut melalui Afternoon Tea Ceremony, dengan pilihan kudapan buatan tangan dan teh artisan premium yang disajikan dalam suasana heritage.
Untuk mengenal kawasan sekitar, tamu juga dapat menikmati pengalaman berkeliling Malioboro menggunakan andong.
Kuliner, Wellness, dan Fasilitas Modern
Pengalaman bersantap menjadi bagian lain dari perjalanan di Grand Hotel De Djokja. Hotel ini menghadirkan sejumlah venue kuliner yang dirancang untuk memperkaya pilihan bersantap di Yogyakarta.
Di Wiji Restaurant, cita rasa Pan-Asia disajikan melalui interpretasi kontemporer dalam suasana yang elegan sekaligus hangat. Restoran ini menjadi pilihan untuk menikmati hidangan sepanjang hari dengan karakter yang lebih kasual.
Sementara itu, ROSO Restaurant menjadi salah satu tambahan terbaru dalam portofolio kuliner hotel. Berada di bawah The Heritage Collection yang dikelola InJourney Hospitality, restoran ini mengangkat kekayaan kuliner Nusantara yang terinspirasi dari resep-resep tradisional Indonesia.
Dengan kapasitas hanya 40 kursi, ROSO dibuka setiap hari dan terutama melayani sarapan serta makan malam bagi tamu Heritage Area. Lebih dari sekadar restoran, ROSO membawa semangat gastrodiplomacy melalui pendekatan yang mempertemukan teknik gastronomi kontemporer dengan resep yang telah diwariskan lintas generasi.

Untuk suasana yang lebih santai, Djati Lounge menawarkan pengalaman bar dengan fokus pada gin. Menjadi salah satu yang pertama di Yogyakarta dengan konsep tersebut, lounge ini menghadirkan pilihan gin premium yang dipadukan dengan beragam botanical dan sentuhan cita rasa lokal, menciptakan interpretasi minuman yang terinspirasi dari kekayaan Nusantara.
Baca Juga: Apa Beda e-Visa, ETA, dan VOA ?
Esensi Perawatan Penuh Ketenangan
Di lantai tiga, Wening Spa menawarkan ruang untuk beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk kota. Terinspirasi dari konsep wening, yang merujuk pada keadaan batin yang tenang dan jernih, setiap perawatan dirancang untuk membantu memulihkan keseimbangan sekaligus merelaksasi tubuh.

Wening Spa memiliki empat ruang treatment dan dua sauna. Masih di lantai yang sama, terdapat kolam renang outdoor yang dapat menjadi tempat bersantai, serta kids club yang dirancang sebagai ruang bermain sekaligus belajar bagi anak-anak, didampingi pemandu yang kreatif dan ramah.
Selain sebagai destinasi menginap dan bersantap, Grand Hotel De Djokja juga memiliki fasilitas untuk berbagai kebutuhan pertemuan dan perayaan. Hotel ini menyediakan 18 ruang pertemuan, dua grand ballroom, serta sejumlah ruang acara fleksibel yang dilengkapi teknologi modern.
Fasilitas tersebut dapat mengakomodasi berbagai jenis acara, mulai dari pertemuan berskala intim dan pernikahan hingga konferensi nasional maupun internasional. Didukung layanan acara yang dapat disesuaikan serta tim hospitality yang berdedikasi, setiap perhelatan dirancang untuk berlangsung dengan lancar.
Setelah sebelumnya beroperasi dalam tahap soft opening dengan akses yang masih terbatas pada sejumlah area bangunan utama, Grand Hotel De Djokja kini membuka seluruh fasilitasnya kepada tamu. Termasuk di dalamnya area-area heritage ikonis yang telah melalui proses restorasi secara menyeluruh.

