Australia dianggap sebagai salah satu negara yang telah berhasil mengatasi penyebaran pandemi. Namun, jika negara lain tengah bersiap menyambut turis, Negeri Kanguru ini justru tidak akan terburu-buru membuka kembali perbatasannya. Pemerintah Australia justru resmi memperpanjang penutupan perbatasannya hingga akhir 2022.

Negara ini masih akan melarang pelancong internasional masuk kecuali mahasiswa asing dan pengunjung jangka panjang. Selain itu, warga negara Australia, penduduk, dan keluarga dekat juga dapat kembali pulang ke Australia, namun mereka tetap harus melakukan karantina 14 hari di fasilitas yang ditentukan.

Pemerintah Australia juga sedang menggalakkan program vaksin dan berharap dapat memvaksinasi penuh hampir 26 juta penduduknya hingga akhir tahun ini. Sejauh ini, Australia telah memberikan lebih dari 2,3 juta dosis vaksin Covid-19 di seluruh dunia. Jumlah tersebut dirasa cukup untuk memvaksinasi sekitar 4,7 persen populasi dengan asumsi setiap orang membutuhkan dua dosis.

Baca juga: 20 Hotel Untuk Liburan Romantis di Asia & Australia

Namun, maskapai-maskapai penerbangan, operator pariwisata, dan universitas yang terguncang oleh dampak larangan perjalanan dan penutupan perbatasan telah mendesak pemerintah federal Australia untuk mempercepat pembukaan perbatasan.