Rumah mewah di Stellenbosch, Afrika Selatan, yang disewakan lewat kategori Airbnb Plus. (Foto: Airbnb)

Mulai 20 Agustus 2020, Airbnb melarang tamu penginapan mengadakan segala bentuk hajatan berisi 16 orang atau lebih, termasuk pesta, kenduri, reuni, dan seremoni. Regulasi baru ini berlaku global di seluruh properti, termasuk di Indonesia.

Menurut data Airbnb, 27% hunian dalam jaringannya membolehkan pesta, sementara sisanya memberi fleksibilitas untuk acara berskala kecil seperti baby shower dan pesta ulang tahun. Kini, semua jenis acara yang melibatkan lebih dari 16 orang resmi dilarang.

Pembaruan aturan itu merupakan bagian dari upaya mengerem penyebaran Covid-19. “Beberapa orang membawa perilaku di bar dan kelab ke rumah-rumah, yang terkadang disewa lewat platform kami,” jelas Airbnb dalam siaran persnya. “Perilaku seperti itu sangat tidak bertanggung jawab.”

Salah satu vila di Bali yang disewakan oleh Airbnb, perusahaan yang menaungi sekitar tujuh juta akomodasi di 220 negara dan teritori. (Foto: Airbnb)

Sebenarnya, Airbnb telah lama melarang pesta di apartemen dan pesta tanpa restu pemilik hunian. Mulai tahun lalu, pesta tanpa daftar tamu tetap juga masuk daftar verboten, buntut dari kasus penembakan dalam sebuah “open invite party” di California.

Memasuki masa pandemi, upaya membatasi kerumunan diperketat. Sebelum mengharamkan segala jenis pesta, Airbnb telah menghapus filter “event-friendly” dari kolom pencarian hunian, begitu pula klausul “parties and events allowed.” Kemudian, pada 2 Juli 2020, Airbnb melarang tamu menyewa hunian di daerah tempat tinggalnya sendiri. Aturan ini berlaku untuk tamu berusia di bawah 25 tahun yang pernah mendapatkan ulasan negatif atau menerima kurang dari tiga ulasan positif.

Baca Juga: Platform Penantang Airbnb

Aturan baru lain Airbnb di masa pandemi ialah kuota penyewa. Mulai 20 Agustus, tiap hunian hanya boleh menampung maksimum 16 tamu. Regulasi ini relevan untuk rumah atau vila yang berisi banyak kamar. Khusus hotel butik dalam jaringan Airbnb, detail pembatasan masih dalam tahap pengkajian.   

Hunian di Wanaka, Selandia Baru, yang masuk kategori Airbnb Luxe, merek yang diluncurkan usai akuisisi Luxury Retreats. (Foto: Airbnb)

Semua aturan baru Airbnb berlaku untuk pemesanan setelah 20 Agustus. Bagi pelanggar, perusahaan ini mengancam akan membekukan akun tamu atau pemilik hunian, juga mengambil langkah hukum. “Tamu akan diberi tahu mereka kemungkinan akan dituntut secara hukum jika melanggar kebijakan kami,” tulis Airbnb, perusahaan yang menaungi sekitar tujuh juta akomodasi di 220 negara dan teritori. 

Baca Juga: Promo Liburan 32 Hotel di 10 Destinasi

Ancaman Airbnb itu pernah diwujudkan. Dua minggu silam, seorang penyewa di California dibekukan akunnya dan diperkarakan di pengadilan akibat menggelar pesta tanpa izin. Kompensasi ganti rugi dari kasus ini rencananya akan didonasikan kepada organisasi nirlaba yang melawan kekerasan bersenjata. Cristian Rahadiansyah