Kostum karakter film di Encounters Gallery, bagian dari pameran Stories of Cinema. (Foto: Joshua White/Academy Museum Foundation)

Penggemar film memiliki “destinasi” baru. Hari ini, 30 September, Academy Museum of Motion Pictures resmi dibuka. Lokasinya di Los Angeles, kota yang dijuluki “ibu kota film.” Pendirinya adalah organisasi di balik penghargaan Oscar.

Museum ini bertujuan mengeksplorasi segala hal tentang film, termasuk seni dan sains di baliknya, para tokohnya, hingga dampak sosialnya. Koleksinya meliputi beragam properti film, peralatan sinema, hingga arsip-arsip tua.

“Sekarang orang-orang dari penjuru galaksi bisa menikmati bakat luar biasa dari anggota kami dan semua artis pembuat film,” jelas Dawn Hudson, CEO Academy of Motion Picture Arts and Sciences, dalam siaran persnya.

Academy Museum, yang dirancang oleh Renzo Piano, memadukan gedung sepuh dan struktur modern. (Foto: Iwan Baan/Academy Museum Foundation)

Desain
Academy Museum dirancang oleh Renzo Piano, arsitek kondang asal Italia. Museum ini menempati gedung bersejarah Saban, plus sebuah struktur baru mirip planetarium di sampingnya. Sosoknya kontras: kombinasi gedung sepuh dan kreasi modern.

Gedung Saban menampung galeri utama, teater berisi 288 kursi, studio edukasi dan konservasi, serta restoran dan toko. Sementara bangunan “bola” modern berisi teater gigantik 1.000 kursi dan teras bersantai.

Kiri-kanan: Lorong memasuki pameran The Path to Cinema; Sepatu yang dikenakan Judy Garland dalam film The Wizard of Oz. (Foto: Joshua White/Academy Museum Foundation)

Pameran
Pameran debut andalannya ialah Stories of Cinema. Sajiannya antara lain klip dan foto dari 700 film; properti film legendaris semacam Citizen Kane dan King Kong; lorong yang membedah perjalanan Oscar sejak 1929; serta beragam benda personal dari Spike Lee. Di antara sajian itu, pengunjung bisa mempelajari proses pembuatan musik, kostum, dan spesial efek.

Ekshibisi kedua ialah retrospektif Hayao Miyazaki. Sesuai namanya, pameran ini membedah segala hal tentang sang pendiri Studio Ghibli, raksasa animasi di Asia. Di sini terhidang sekitar 400 objek warisan karya-karya emas Miyazaki seperti My Neighbor Totoro dan Spirited Away.  

Pameran lainnya di Academy Museum ialah The Path to Cinema: Highlights from the Richard Balzer Collection. Isinya beragam inovasi yang membentuk industri sinema. Tak kalah menarik ialah Backdrop: An Invisible Art, pameran yang mendedahkan seni backdrop film.

Academy Awards History Gallery, bagian dari pameran Stories of Cinema. (Foto: Joshua White/Academy Museum Foundation)

Program
Selain pameran, Academy Museum memiliki program pemutaran film. Di tahap awal, karya yang akan diputar antara lain Real Women Have Curves, The Way of the Dragon, dan Pan’s Labyrinth. Menemani pameran Hayao Miyazaki, karya-karya animasi sang sutradara juga akan ditayangkan. 

Presentasi dan diskusi film juga akan digelar rutin di museum ini. Spike Lee dan Denzel Washington akan hadir dalam sesi Malcolm X In 70mm. Sementara produser Effie T. Brown dan Heather Rae akan berbincang soal kontekstualisasi sinema.

Zona pameran Pedro Almodovar berisi aneka poster dan 12 layar yang memutar klip film berpengaruh. (Foto: Joshua White/Academy Museum Foundation)

Tiket
Pembukaan Academy Museum pada 30 September hanya dihadiri oleh tamu undangan, mayoritas pelaku industri sinema. Setelahnya, museum ini akan dibuka untuk umum dengan tiket seharga $25 per lembar.

Tiket pemutaran film dan program publik dijual terpisah. Untuk pemutaran film, harganya $10 per lembar. Untuk program publik, seperti kelas dan diskusi, harganya variatif, maksimum $20.

Academy Museum of Motion Pictures, 6067 Wilshire Boulevard, Los Angeles, Amerika Serikat; academymuseum.org