Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Vila Baru di Tengah Hutan Jati Anyer

Omah Jati, properti baru di Anyer yang dirancang oleh arsitek Andra Matin.

Oleh Nina Hidayat 

Memori saya mengenai pohon jati adalah hutan yang dilewati saat berkendara di Jalur Pantura sekitar 20 tahun lalu. Pohon-pohon langsing itu tumbuh menjulang dan berdaun lebat, menggelapkan sejenak pemandangan di luar kaca mobil. Di musim kemarau, hutan yang sama menyisakan batang tanpa daun, tanda pohon jati sedang meranggas demi menghemat air di tubuhnya.

Tak pernah terpikir hutan jati akan kembali saya jumpai di Anyer, destinasi klasik liburan pantai keluarga era 90-an. Setelah bermobil sekitar dua jam dari Serpong, melewati area industri Cilegon, menyusuri jalan pesisir Anyer dan blusukan lewat rumah warga, akhirnya saya mendarat di resor privat Omah Jati.

Kiri-kanan: Lorong batu yang menghubungkan area resepsionis dan vila; Hidangan sarapan.

Di lahan dua hektare di Desa Bandulu, 1.800-an pohon jati berusia 18 tahun tumbuh simetris. Memasukinya, tamu dibawa menyusuri terowongan di level rubanah, meniti tangga batu, lalu melintasi area kolam dan amfiteater. Permainan sempit-lega dan gelap-terang ini ciri khas rancangan Andra Matin, arsitek yang memimpin pembangunan properti ini pada 2019.

Di tengah rapatnya pohon jati, berdiri vila beratap asimetris dengan dua ruang yang terpisah teras. Ruang kiri berisi meja makan dan zona bersantai. Ruang kanan dihuni kamar tidur dan kamar mandi.

Kiri-kanan: Area makan dan bersantai dengan dinding dan atap kaca; Amfiteater untuk acara privat.

Materi dan arsitektur bangunan dirancang untuk membuat tamu merasa menyatu dengan alam. Struktur utamanya didominasi kayu. Kecuali di area toilet dan shower, bingkai kaca adalah bagian vokal dari properti ini. Di atas meja makan, atap beraksen skylight ditembus cahaya mentari yang berpendar di sela-sela daun.

Omah Jati membuat tamu merasa tidur, makan, dan bersantai di tengah hutan, namun dengan kenyamanan properti luks. Sebagian mebel dibuat oleh Kalpa Taru Bali, salah satu vendor Potato Head. Dapurnya dilengkapi kompor induksi, oven, dan pemanggang roti retro merek Smeg. Di teras yang menghadap hutan, ada jacuzzi yang bisa dinikmati sambil menyesap wine dan menyimak playlist dari pengeras suara Devialet Phantom II.

Berkonsep vila privat, Omah Jati menampung hanya satu kamar tidur.

Sayap kamar dibagi dua zona: bilik mandi dan ruang tidur. Kamar mandinya luas, dilengkapi bathtub yang menatap hutan. Ruang tidurnya berisi matras King Koil, dikepung jendela kaca yang dapat ditutup gorden blackout. Di luar kamar, ada serambi berisi kursi-kursi kayu. Untuk warga kota, duduk-duduk dikepung pohon tanpa polusi suara dan udara adalah sebuah kemewahan.

Privasi adalah tawaran lain Omah Jati. Kecuali staf yang mampir untuk membawa makanan dan menyalakan lampu di sore hari, tamu akan lebih banyak melihat pohon ketimbang manusia. Di tengah lanskap yang mengingatkan pada novel klasik Norwegian Wood karya Haruki Murakami ini, saya membayangkan Omah Jati sebagai rumah pensiun impian sang penulis.

Kiri-kanan: Bathtub yang menawarkan pemandangan hutan; Fasilitas jacuzzi di serambi.

Tidak ada TV di sini, tapi koneksi internet tersedia. Sepanjang hari, nyaris hanya suara serangga yang bergema. Atmosfer teduh ini membuat Omah Jati pas untuk yoga di pagi hari, membaca buku di area lounge, menyantap makanan dengan santai, atau bekerja di laptop sambil memandang pepohonan. Latar dan suasananya ideal untuk mempraktikkan mindfulness dan cocok jadi posting-an bertema healing.

Interupsi hanya terjadi di waktu-waktu makan, yang jamnya bisa diatur sesuai permintaan. Ini interupsi yang menyenangkan, bahkan ditunggu-tunggu, karena makanan adalah salah satu highlight Omah Jati.

Disupervisi mantan butler Six Senses Uluwatu, para staf properti yang mayoritas warga lokal menyajikan hidangan khas Sunda untuk makan siang dan malam, termasuk sayur asem, lele goreng hasil budidaya resor, berbagai jenis sambal dan lalapan, juga seafood segar. Menu sarapannya berformat intercontinental, dilengkapi potongan buah dan air kelapa.

Kiri-kanan: Kolam refleksi dikepung 1.800 pohon jati; Panorama hutan jati dan perbukitan dari puncak menara pandang.

Di belakang vila, ada menara pandang bertubuh batu. Dari puncaknya terlihat kawasan perbukitan Anyer hingga perairan Selat Sunda. Lekuk tubuh Pulau Sebesi dan Sangiang tampak samar dari sini.

Tak jauh dari menara, sebuah celah mengantarkan tamu ke Fossil Garden yang ditumbuhi puluhan pohon kapuk randu yang dibonsai. Kelak, area fotogenik ini akan dihuni restoran berkonsep farm to table. Pihak pengelola kini sedang bereksperimen dengan teknik akuaponik: menanam padi di bilah-bilah bambu, dengan memakai pupuk kotoran ikan lele yang dipelihara di bawahnya.

Kebun dan hutan jati di sini diprakarsai oleh Ibu Yoet, sang pemilik lahan. Sementara ide membangun vila datang dari putra bungsunya, Daniel Suharya. Dia memilih konsep vila privat karena terinspirasi rumah-rumah mewah dalam portofolio Airbnb Luxe. Tapi gagasan orisinal Omah Jati sebenarnya lebih personal: mengapresiasi ibunya. Melalui vila ini, dia berharap bisa berbagi kisah tentang dedikasi sang ibu merawat hutan jati selama belasan tahun.

Didominasi struktur kayu, Omah Jati melebur harmonis dengan alam sekitarnya.

Kini, Omah Jati masih dalam fase simulasi. Daniel berencana membukanya untuk umum pada 2023. Menjelang momen itu, Omah Jati hanya melayani sesi pemotretan dan acara privat dalam jumlah terbatas. Nicholas Saputra sempat datang untuk syuting promosi produk.

Satu hal yang bikin penasaran, kenapa Omah Jati hanya menampung satu vila? Dari kalkulasi sederhana, kompleks ini mungkin perlu ekstra kamar agar bisa untung. Lagi pula, lahannya cukup luas, dua hektare. “Ibu sangat protektif pada tanamannya. Dalam proses pembangunan resor, kami hanya diizinkan menebang 13 pohon jati,” jawab Daniel. Saya berstatus tamu di Omah Jati. Sementara Omah Jati adalah tenant di hutan milik Ibu Yoet.

Omah Jati. Desa Bandulu, Anyer, Kabupaten Serang, Banten; @omahjati_anyer

Show CommentsClose Comments

Leave a comment

0.0/5