Tembok dan bantal warna-warni di Queens Head.

Queenshead
Jika boleh dibilang, mungkin Queenshead merupakan satu-satunya bar dengan desain paling menarik di kawasan Kemang. Namanya diambil dari logo God Save the Queen yang dipopulerkan oleh band Sex Pistols. Meskipun namanya berbau Inggris, Queenshead ternyata lahir dari pengusaha yang lebih dulu terkenal di Bali. Desainnya digarap oleh Rob Sample, pria yang juga menggarap desain Jenja Club, operasionalnya ditangani oleh Steve Collinson dari Ku De Ta; sementara menunya merupakan kreasi dari James Tombleson, koki yang menangani makanan di Deus Ex Machina dan Mamasan. Pada Juni 2015, Blake Thornley, koki yang sempat mengabdi di restoran Mosaic di Ubud ikut bergabung membawa penyegaran. Nama-nama besar tersebut menghasilkan restoran dan bar dengan desain yang menawan serta pelayanan prima. Desainnya cukup khas dengan motif-motif mosaik di langit-langit, tembok, bahkan lantai. Furniturnya pun didominasi dengan warna-warna cerah khas beach club di Bali. Menu makanan dan minumannya pun bernuansa tropis dengan bahan-bahan rempah Asia serta buah-buahan tropis. Salah satu menu favoritnya adalah smoking red sangria, sangria yang dituang ke dalam bejana kaca bundar dan disajikan dengan efek asap yang terus-terusan berembus dari dalam bejana. Jangan lewatkan juga kreasi menu makanan karya koki Blake yang umumnya meleburkan bahan-bahan khas Asia ke dalam hidangan khas Eropa. Jl. Kemang Raya no. 18C; 62-21/719-6160; queensheadjakarta.com