6 Pantai Tersembunyi di Bali

Pantai Green Bowl yang populer di kalangan para peselancar.

Teks & foto oleh Fadil Aziz

Menyusuri kawasan populer semacam Seminyak, Kuta, Canggu, dan Nusa Dua, menemukan pantai yang “tak bertuan” memang sangat sulit. Mayoritas pantai sudah ditaburi sunbed, dibelah pedestrian way, kadang dipenuhi pedagang. Jika Anda mendambakan pantai dengan atmosfer yang asri dan hening, beranjak ke kawasan yang terpencil adalah solusinya.

Pantai Tegal Wangi memiliki akses yang tidak gampang.

1. Pantai Tegal Wangi
Tak perlu berkendara jauh untuk menjangkau pantai ini. Pantai Tegal Wangi bersarang di dekat Ayana Resort. Untuk menjangkaunya, arahkan kendaraan ke Jalan Raya Uluwatu. Setibanya di persimpangan Jimbaran-Uluwatu, ambil jalan kecil ke arah barat, lewati Ayana Resort hingga akhirnya tiba di Pura Segara. Posisi pantai terletak di sisi kiri-bawah pura. Pantainya memiliki panjang 200 meter. Sebagai pantai perawan, dibutuhkan usaha untuk menjangkaunya. Untuk mengaksesnya, Anda harus turun menyusuri tebing setinggi 20 meter. Hati-hati karena masih belum ada akses yang layak menuju pantai. Pantai ini dianugerahi pantai halus berwarna putih dengan semburat kemerahan. Sekarang adalah saat yang tepat untuk mendatanginya. Pasalnya, sebidang tanah di atas pantai sudah dipagar dan mungkin bakal disulap menjadi resor mewah.

Pantai Blue Point yang kerap jadi tujuan para peselancar.

2. Blue Point dan sekitarnya
Umumnya pantai perawan di sisi selatan Bali, Blue Point ditemukan oleh kaum peselancar asing. Nama Blue Point diambil dari nama sebuah penginapan di kawasan ini. Nama asli pantai dengan air berwarna turkuois ini adalah Pantai Suluban yang diambil dari bahasa Bali mesulub yang memiliki arti melewati bawah sesuatu. Persis dengan kontur tebing yang menjorok ke arah laut. Dibandingkan Tegal Wangi, Blue Point lebih siap menyambut turis. Tangga semen dibangun, sementara sejumlah restoran dan warung dikerek di tepi tebing. Meskipun fasilitas sudah cukup mumpuni, tak banyak turis lokal yang tahu tentang pantai ini. Blue Point lebih akrab di telinga para wisatawan asing khususnya para peselancar. Jika merasa Blue Point mulai ramai, tak ada salahnya untuk mengunjungi pantai-pantai sekitarnya yang hanya bisa diakses dengan berjalan kaki saat air laut surut.

Comments