4 Warung Babi Guling Bali Pilihan Koki

Empat warung babi guling Bali autentik rekomendasi Diego Martinelli*, koki sekaligus petualang kuliner. 

Beragam pilihan lauk yang ada di warung Babi Guling Pak Malen.

Foto oleh Anggara Mahendra

Babi Guling Pak Malen
Penggemarnya luar biasa banyak. Interiornya senantiasa riuh oleh denting piring. Mobil dan bus datang silih berganti. Warung ini menawarkan babi guling dalam dua paket: Rp25.000 dan Rp45.000. Saran Diego, pilih versi mahal jika ingin menikmati tiga tusuk sate yang lezat. Magnet lain tempat ini ialah daging bagian perut yang lembut dan selembar kulit garing yang renyah. “Dagingnya ditumis perlahan, sehingga menghasilkan karakter mirip rendang,” ujar Diego. “Bisa mengubah persepsi kita tentang babi guling.” Jl. Sunset Road 554, Kuta, Badung.

Sepiring babi guling lengkap dengan nasi, sayuran, dan sup lezat yang ada di Warung Makan Ada.

Warung Makan Ada
Suguhan andalannya: babi guling yang dikombinasikan dengan panorama apik Jatiluwih. Warung ini beroperasi mulai pukul 10, dan tamu disarankan datang awal demi mendapatkan bahan masak dalam kondisi paling segar. “Harganya sedikit mahal, tapi tidak masalah karena rasanya kelewat lezat,” jelas Diego. Warung ini, kata Diego lagi, menyajikan semua kualitas terbaik yang didambakan dari seporsi babi guling: sosis “urutan” aroma asap, iga tumis, kulit yang renyah, nangka yang lembut, lawar yang royal, serta urap yang nikmat. “Hidangan yang lengkap,” simpulnya. Jl. Batu Luwih Kawan 5, Jatiluwih, Tabanan.

Baca juga: 54 Rekomendasi Tempat Makan di Bali; 8 Tempat Brunch Populer di Bali

Diego sangat suka makan di Babi Guling Men Agus karena porsi hidangannya yang pas.

Babi Guling Men Agus
Men Lari sudah laris diserbu turis, sementara di seberangnya ada Men Agus yang masih menjadi rahasia segelintir orang. Diego menyukai tempat ini karena porsi hidangannya yang pas. “Tidak terlampau pelit, cukup untuk disantap bersama enam kerupuk. Tapi juga tidak terlalu besar, jadi kita tidak akan beranjak dalam keadaan koma,” jelasnya. Soal kualitas rasa, dia menyimpulkannya sebagai babi guling versi “fine dining.” Sesuai standar lokal, tiap porsi babi guling Men Agus hadir dengan daging goreng tanpa lemak, daging bagian perut yang disuwir, urap pedas, selembar kulit, serta sambal. Satu komponen lain yang disukai Diego ialah daging satenya yang tebal. “Beda dari sate kebanyakan yang berisi hanya tiga gram daging di mana bagian terbesar justru bitingnya.” Jl. Raya Canggu, Canggu, Badung.

Babi Guling Sekar menggunakan daging babi muda, sehingga teksturnya lebih lembut dan empuk.

Babi Guling Sekar
Ini tipe warung yang acuh dengan penampilan tapi ajaibnya selalu laris. Anda disarankan datang jam 11 jika tak ingin kehabisan makanan. Tipikal warung sederhana pula, ibu penjajanya murah senyum dan doyan membombardir tamu dengan beragam pertanyaan pribadi. Babi Guling Sekar memakai daging babi muda, karena itu rasanya lebih lembut dan kaya sari. Komponen lainnya: daun pepaya muda, rusuk, daging bagian bawah perut, jeroan, sedikit lawar, serta selembar kulit yang renyah. Satu yang perlu diwaspadai, pesan Diego, ialah rasa supnya yang tajam. “Bukan untuk semua orang,” jelasnya, “tapi jika Anda mendambakan kemurnian rasa, inilah tempatnya.” Jl. Jurusan Kerambitan, Baturiti, Tabanan.

*Diego Martinelli pernah menjabat Head Chef Le Cirque, The Leela Palaces, New Delhi; Head Chef  The Lighthouse, The Fullerton Singapore; serta Head Chef Il Ristorante, Bulgari Bali.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Oktober/Desember 2019 (“Buru Babi”)

Comments