Meskipun Uni Eropa telah membuka kembali perbatasan internasionalnya, namun untuk sementara, kawasan Uni Eropa masih selektif dalam menerima turis asing. Sampai saat ini, mereka hanya terbuka untuk turis dari beberapa negara yang dinilai merupakan zona hijau. Selain itu, mereka juga masih mewajibkan pelancong melakukan tes Covid-19 dan karantina mandiri.

Sayangnya, Indonesia masih belum termasuk dalam zona hijau oleh banyak negara Eropa. Meskipun begitu, empat negara di Eropa masih mengizinkan turis WNI untuk datang tanpa aturan karantina dan tes Covid-19.

Montenegro
Pada 1 Juni 2020, Montenegro telah kembali menerima kedatangan turis internasional dari 130 negara. Montenegro merupakan salah satu pilihan tepat untuk menghabiskan liburan musim panas. Berikut daftar negara yang diizinkan masuk tanpa karantina ataupun tes Covid-19: Semua negara Eropa, Aljazair, Andorra, Australia, Bahama, Barbados, Brunei, Belarus, Fiji, Filipina, Georgia, Indonesia, Islandia, Jamaika, Jepang, Kamboja, Korea Selatan, Tiongkok, Thailand, Trinidad dan Tobago, Venezuela, Vietnam, Yordania, hingga Zambia. Montenegro juga masih mengizinkan turis dari negara yang tidak ada dalam daftar di atas, namun mereka wajib melakukan tes PCR negatif untuk masuk.

Ukraina akan membagi turis ke dalam dua zona, yakni zona hijau dan zona merah. (Foto: Denys Rodionenko)

Ukraina
Ukraina secara resmi dibuka kembali untuk pariwisata pada 15 Juni 2020. Namun, pemerintah Ukraina akan tetap membagi turis ke dalam dua zona, yakni zona hijau dan zona merah. Negara-negara zona merah memiliki lebih dari 40 kasus aktif per 100.000 populasi. Meskipun tetap diizinkan masuk, namun turis harus menjalani karantina selama 14 hari, atau mengikuti tes PCR di lab resmi. Sementara itu, turis dari negara-negara zona hijau yang didefinisikan memiliki kurang dari 40 kasus aktif per 100.000 populasi tidak perlu dikarantina. Dengan hitungan tersebut, Indonesia masih termasuk dalam negara zona hijau.

Sejak awal Juli 2020, Makedonia Utara kembali sambut wisatawan mancanegara. (Foto: Bojan Joveski)

Makedonia Utara
Republik Makedonia Utara telah secara resmi dibuka kembali untuk pariwisata internasional pada 1 Juli 2020 silam. Turis dari seluruh negara diizinkan untuk memasuki Makedonia Utara tanpa tes Covid-19 dan karantina. Namun, pengecekan suhu tubuh akan tetap dilakukan saat turis tiba di bandara. Bagi pelancong yang mengalami gejala seperti demam atau kesulitan bernapas akan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Lorong-lorong toko populer di Valetta, Malta. (Foto: Ferenc Horvath)

Malta
Malta juga telah membuka kembali pariwisatanya sejak 1 Juli 2020, dan mengizinkan turis dari 50 negara masuk tanpa karantina atau tes Covid-19. Negaranya mencakup Andorra, Australia, Austria, Belanda, Belgia, Britania Raya, Bulgaria, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Indonesia, Islandia, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Korea Selatan, Kroasia, Latvia, Libanon, Liechtenstein, Lithuania, Luxemburg, Monako, Maroko, Norwegia, Polandia, Prancis, Portugal, Rumania, Rwanda, San Marino, Selandia Baru, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swiss, Tiongkok, Thailand, Tunisia, Turki, Uni Emirat Arab, Uruguay, Yordania, Yunani, Vatikan. Situs web Visit Malta mengatakan siapa pun yang datang dari negara selain daftar tersebut, berkewajiban melakukan karantina selama 14 hari.