12 Ribu Orang Serbu Ubud Food Festival 2018

Pertunjukan fire dance yang mengisi acara pembukaan Ubud Food Festival 2018. (Foto oleh Vifickbolang)

Dimulai sebagai pecahan dari ajang Ubud Writers & Readers Festival beberapa tahun silam, Ubud Food Festival (UFF) berubah menjadi ajang kuliner paling dirayakan di Bali. Tiap tahunnya jumlah partisipan dan pengunjung semakin banyak. Di episode keempatnya yang digelar pada 12-15 April 2018, festival kuliner internasional ini menampilkan lebih dari 100 ahli kuliner yang berperan sebagai pembicara maupun menunjukkan keahliannya mengolah bahan-bahan mentah menjadi sajian menggugah selera.

Setidaknya lebih dari 95 kios makanan dan minuman berpartisipasi dalam acara yang digelar di Taman Kuliner di Jalan Raya Sanggingan, Ubud tersebut. Seluruhnya menawarkan sajian-sajian unik mulai dari hidangan internasional hingga makanan khas Indonesia. Selain itu UFF 2018 juga menyuguhkan lebih dari 100 program yang melibatkan pakar-pakar kuliner Indonesia, seperti Farah Quinn, Sisca Soewitomo, hingga Rinrin Marinka.

Siska Soewitomo berinteraksi dengan pengunjung dalam acara memasaknya yang digelar di Plataran Ubud. (Foto oleh Anggara Mahendra)

UFF kali ini menggandeng ABC, perusahaan yang lebih dari 40 tahun menjadi bagian dari keluarga Indonesia, sebagai sponsor utamanya. Sebagai sponsor utama, ABC juga menghadirkan pengalaman-pengalaman kuliner menarik, termasuk menyediakan mi instan terpedas di dunia.

Festival yang tahun ini mengusung tema Inovasi Cita Rasa Nusantara tersebut juga didukung sepenuhnya oleh Kementerian Pariwisata. Malah, ajang ini dianggap sebagai sebuah proyek percontohan untuk menjadi suatu destinasi sebagai destinasi kuliner berstandar UNWTO.  Ubud, lewat program Wonderful Indonesia, telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata sebagai prototipe destinasi gastronomi berstandar UNWTO. Artinya, destinasi ini memikat turis dengan opsi kulinernya yang impresif.

Adrian Ishak, koki gastronomi molekuler Indonesia saat menggelar demo memasak. (Fot oleh Anggara Mahendra)

“Ini adalah destinasi pertama [di Indonesia] yang dipasarkan sebagai destinasi gastronomi berstandar UNWTO,” ujar Vita Datau Messakh, ketua Tim Percepatan dan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata Indonesia, dalam pidatonya di malam pembukaan UFF 2018.

Tahun ini, UFF juga berhasil mencapai target pengunjung yakni 30 persen dari tahun sebelumnya. Selama tiga hari penyelenggaraannya, UFF 2018 didatangi oleh lebih dari 12 ribu pengunjung. Mereka tak hanya datang untuk menikmati aneka hidangan yang ditawarkan namun juga mengikuti kelas-kelas memasak, workshop, hingga diskusi panel.

Selain di Taman Kuliner, Ubud Food Festival juga menggelar acara makan-makan di restoran hotel salah satunya di Kubu di resor Mandapa Ubud. (Foto oleh Anggara Mahendra)

Pada malam pembukaan yang digelar pada 12 April 2018 di Taman Kuliner, UFF juga menganugerahkan penghargaan Lifetime Achievement Award untuk mendiang Bondan Winarno, sosok besar industri kuliner Indonesia. Penghargaan diterima oleh istri dan anak-anak Bondan. “Terima kasih kepada semua orang yang telah mengakui ayah saya sebagai seseorang yang tak hanya tanpa lelah mempromosikan kuliner Indonesia, namun juga mampu menumbuhkan rasa bangga akan kuliner Indonesia serta membuat kita jatuh cinta pada kuliner Nusantara,” ucap Gwendoline Winarno, anak bungsu Bondan.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Ubud Food Festival.

Comments