Holiday Inn Express Cambridge West di Inggris. Dengan portofolio menembus 3.000 properti, Holiday Inn Express merupakan merek yang paling banyak diwaralaba di dunia. (Foto: IHG)

Dari hampir delapan miliar populasi bumi, separuhnya tergolong kelas menengah. Tak heran, segmen ini dibidik banyak pelaku usaha, termasuk di sektor perhotelan. Membuka portfolio grup-grup hotel terbesar, hotel segmen kelas menengah paling dominan.

Dalam keluarga Marriott International misalnya, merek paling banyak diwaralaba ialah Courtyard. Pada 2021, merek ini tersebar di 60 negara dengan jumlah 1.256 properti, sekitar 15% dari total properti dalam Grup Marriott.

Berpindah ke Accor Group, merek nomor satu dalam hal jumlah properti ialah Ibis. Tahun lalu, ada 1.259 hotel Ibis di dunia. Angka ini setara 23% dari total properti dalam portofolio Accor.

Tingginya komposisi hotel kelas menengah juga bisa ditemukan di grup kakap lain. Di Choice Hotels misalnya, merek Comfort dan Quality paling banyak propertinya. Di Hilton, ada Hampton dan Hilton Garden Inn. Sementara di Hyatt, ada Hyatt Place.

Di antara merek-merek waralaba ini, manakah yang paling banyak propertinya di dunia? Per 31 Desember 2021, “raja merek waralaba” ialah Holiday Inn Express. Ada 3.016 propertinya yang tersebar di 50 negara, plus 650 properti baru akan dibuka tahun ini.

Kolam renang di Hampton by Hilton Marjan Island, Uni Emirat Arab. Portofolio Hampton mencapai 2.765 properti di 29 negara. (Foto: Hilton)

Di peringkat kedua, ada Hampton dari Grup Hilton. Jumlahnya mencapai 2.765 properti yang tersebar di 29 negara. Tak ada satu pun merek Hilton lain yang menembus angka 2.000 properti, bahkan tak ada yang menembus 1.000 properti.

Peringkat ketiga diduduki oleh Super 8 dari Wyndham. Tahun lalu, jumlahnya mencapai 2.693 properti. Merek ini belum masuk Indonesia. Untuk saat ini, Super 8 beroperasi hanya di enam negara. Mayoritas beralamat di Amerika Serikat, Kanada, dan Tiongkok. Sisanya di Jerman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.