Selain World Economic Forum (WEF) yang rutin memperbarui daftar negara teraman tiap dua tahun, lembaga survei global Economist Intelligence Unit baru saja merilis Safe Cities Index (SCI) edisi keempat. Organisasi independen yang merupakan bagian The Economist tersebut menilai 60 kota besar di dunia berdasarkan 40 indikator data yang mencakup empat kategori utama: keamanan digital, keamanan kesehatan, keamanan infrastruktur, dan keamanan personal. Namun kali ini, untuk pertama kalinya Safe Cities Index memasukkan metrik keamanan lingkungan.

Penambahan pilar keamanan lingkungan yang baru mencerminkan semakin pentingnya isu-isu keberlanjutan dan langkah-langkah adaptasi iklim setelah pandemi. Keamanan digital telah menjadi prioritas yang lebih tinggi karena pekerjaan dan perdagangan telah dipindahkan secara daring, sementara keamanan infrastruktur harus disesuaikan karena perubahan dalam konsumsi perjalanan dan utilitas.

Sedangkan, keselamatan pribadi dipengaruhi oleh perubahan pola kejahatan selama lockdown dan perbatasan perjalanan. Hal ini juga sebagai pengingat bagi pemerintah selaku pembuat kebijakan yang menjamin keselamatan dan keamanan warganya.

Sejak daftar ini dirilis pada 2015 silam, Tokyo selalu berada di peringkat teratas. Namun, tahun ini, ibu kota Jepang harus mengalah pada Kopenhagen, dan terpaksa turun empat peringkat ke posisi lima. Kopenhagen menduduki puncak dengan mencetak 82,4 poin dari 100. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kota-kota di negara maju—terutama di Asia Pasifik—mendominasi daftar 10 besar tersebut. Duduk di peringkat kedua ada Toronto dan Singapura, disusul oleh Sydney, Tokyo, dan Amsterdam.

Baca juga: Panduan Tur di Kopenhagen

Dibandingkan 2019, tahun ini Jakarta cukup mendapatkan peringkat yang lebih bagus. Dari 60 kota yang didaftarkan, Jakarta duduk di posisi 46—naik tujuh peringkat dari sebelumnya—satu peringkat di bawah Ho Chi Minh City. Dua posisi terakhir diduduki oleh Karachi dan Yangon. Berikut daftar 10 besar kota teraman di dunia

Kopenhagen
Toronto
Singapura
Sydney
Tokyo
Amsterdam
Wellington
Hong Kong
Melbourne
Stockholm

Informasi selengkapnya, kunjungi Economist Intelligence Unit.