Tamu Soneva Fushi menikmati piknik di pulau pasir. (Foto: Richard Waite/Soneva Fushi)

Oleh Cristian Rahadiansyah 

Kompensasi emisi kian marak dipilih oleh industri perhotelan dalam upaya mengerem pemanasan global. Dalam skema ini, hotel-hotel menghitung jumlah emisi karbon mereka, lalu menebusnya lewat aktivitas pengurangan emisi, misalnya penanaman pohon atau pembangunan turbin tenaga air. Tujuan akhirnya ialah menggapai titik impas alias carbon neutral. Berikut contoh 10 hotel yang sudi melakukannya:    

1. Speicher am Ziegelsee, Jerman
Listrik dan sistem pemanasnya 100% ramah lingkungan. Dapurnya memakai bahan organik tersertifikasi. Jika tamu minta diantar-jemput, emisi mobilnya bisa dikompensasi, salah satunya lewat proyek reforestasi di Panama. Beragam inisiatif itulah yang membawa Speicher am Ziegelsee menyabet predikat carbon neutral pada Maret 2010. Hotel ini beralamat di Schwerin, sekitar 100 menit dari Hamburg. 

Kolam renang utama di Lefay, resor di tepi Danau Garda, Italia. (Foto: Small Luxury Hotels of The World)

2. Lefay Resort Lago di Garda, Italia
Resor di tepi Danau Garda ini berhasil mempertahankan status carbon neutral selama enam tahun berturut-turut sejak 2013. Saat didirikan pada 2008, Lefay memang berniat mengurangi dampaknya pada lingkungan. Itu sebabnya mereka meneken perjanjian pengurangan emisi dengan Menteri Lingkungan Italia, serta menggandeng organisasi Green Globe untuk kompensasi emisinya. 

3. The Lenox, Amerika Serikat
Namanya mungkin asing di telinga. Namun, di industri perhotelan, Lenox punya reputasi wangi sebagai “hotel hijau” perintis. Di AS, properti ini merupakan yang pertama mengajak tamu memakai ulang handuk. Sementara di tingkat global, Lenox memelopori program 100% kompensasi polusi udara dan emisi karbon. Hotel legendaris Boston ini dibangun pada 1900. Pada 1963, Lenox dibeli oleh Grup Saunders, yang kemudian memulai program ramah lingkungan di sini pada 1989.   

Barisan vila di Emirates One&Only Wolgan Valley, resor di Greater Blue Mountains, New South Wales. (One&Only/Kerzner Communications)

4. Emirates One&Only Wolgan Valley, Australia
Berlokasi di Greater Blue Mountains, anggota Situs Warisan Dunia, resor ini tentu mesti mematuhi kaidah bisnis ramah lingkungan—dan upayanya cukup berhasil. Sejak dibuka pada 2009, One&Only Wolgan Valley menyandang predikat carbon neutral. Sistem tadah hujan, penggunaan mobil listrik, dan penanaman pohon adalah beberapa contoh ikhtiarnya untuk menjadi “resor hijau.” Khusus audit emisinya, mereka menyerahkannya kepada lembaga Landcare Research.  

5. Phi Phi Island Village, Thailand
Di tengah paceklik tamu akibat pandemi, Phi Phi Island Village mendapat kabar gembira. September silam, resor ini diganjar sertifikat carbon neutral oleh Thailand Greenhouse Gas Management Organization. (Sertifikat serupa diberikan kepada Santiburi Koh Samui.)  Phi Phi Island Village sudah lama dikenal sebagai resor ramah lingkungan. Sebelumnya, ia pernah mendapatkan Green Leaf Certificate dan gelar Plastic Free Resort dari Thai Hotels Association. 

Salah satu vila yang dilengkapi perosotan air di Soneva Fushi, Maladewa. (Foto: Sandro Bruecklmeier/Soneva)

6. Soneva Fushi, Maladewa  
Rentan tenggelam akibat kenaikan air laut, Maladewa kerap disorot dalam kajian pemanasan global. Salah satu resor di sini yang bertekad mengerem bencana itu ialah Soneva Fushi. Properti ini dibuka pada 1995. Sembilan tahun berselang, pemiliknya mulai meluncurkan inisiatif lingkungan, termasuk sistem desalinasi air laut, pelarangan botol plastik, daur ulang sampah, hingga kebijakan carbon neutral.  

7. Bucuti & Tara, Aruba  
Pada 2018, Bucuti & Tara mengukir catatan harum: menjadi resor pertama di Karibia yang menyabet predikat carbon neutral. Bucuti menggapai prestasinya dengan mematuhi CarbonNeutral Protocol. Seluruh emisinya dihitung, ditekan, lalu residunya ditebus lewat program pembangunan instalasi listrik tenaga angin. Sebelum meraih status carbon neutral, resor ini berhasil mendapat sertifikat LEED Silver. 

Kompleks hotel di taman rekreasi PortAventura World, 90 menit dari Barcelona. (Foto: Pep Escoda/PortAventura World)

8. Colorado Creek, Spanyol
Dari enam hotel di taman rekreasi PortAventura World, 90 menit dari Barcelona, Colorado Creek bersinar sebagai yang paling ramah lingkungan. Sejak awal didesain, penginapan ini dicanangkan berkonsep carbon neutral. Seluruh emisi dari operasional ditebus lewat proyek penyediaan air minum untuk 450.000 orang di Malawi. 

9. Itz’ana Belize
Resor baru Itz’ana berhasil mencapai status carbon neutral dalam hal urusan energi. Setiap vila di kompleks ini mendapatkan pasokan listriknya dari panel surya yang dipasang di atap bangunan. Kemudian, demi mengompensasi emisi dari aspek operasional lain, resor tepi laut ini mendukung proyek penanaman pohon di Belize lewat skema Forest Carbon Offsets. 

Eksterior Sudima Auckland Airport, Selandia Baru. (Foto: Sudima Auckland Airport)

10. Sudima Auckland Airport, Selandia Baru
Selandia Baru memasang target carbon neutral di 2050. Salah satu hotel di sini telah berhasil meraih predikat mulia itu pada 2014. Sudima Auckland Airport menerima sertifikat carboNZero usai berhasil memenuhi penilaian ISO 14064-1:2006, sekaligus mengompensasi emisinya hingga titik impas.