Seleksi Teman Seperjalanan

  • Salah pilih kursi bisa berakibat mimpi buruk sepanjang perjalanan. (Foto: Getty Images)

    Salah pilih kursi bisa berakibat mimpi buruk sepanjang perjalanan. (Foto: Getty Images)

  • Ilustrasi cara kerja Meet & Seat di maskapai KLM.

    Ilustrasi cara kerja Meet & Seat di maskapai KLM.

  • MHBuddy dari Malaysia Airlines.

    MHBuddy dari Malaysia Airlines.

Click image to view full size

Melalui sistem social seating, Anda kini bisa melihat profil calon penumpang lain sebelum memilih nomor kursi di pesawat. Solusi ampuh bagi solo traveler.
Oleh Reza Idris

“Sebuah perjalanan baiknya dinilai dari jumlah teman yang didapat ketimbang jumlah mil yang dilalui,” kata Tim Cahill. Sebuah inovasi teknologi kini memungkinkan Anda tak perlu lagi memilih mana yang lebih penting. Melalui layanan social seating, teman baru dan tabungan miles bisa bertambah secara bersamaan. Social seating adalah hasil perkawinan antara metode check-in konvensional dan pola pertemanan di media sosial.

Fitur aplikasinya berbeda di tiap maskapai, tapi modusnya kurang lebih sama: memberikan calon penumpang kesempatan memilih kursi di dekat orang dikehendakinya. Malaysia Airlines menyebut layanan tersebut MHbuddy. Sistem kerjanya relatif sederhana: dengan memesan tiket dan check-in via Facebook Page resmi milik maskapai, konsumen dapat melihat apakah ada teman di akun Facebook-nya yang terbang bersamanya atau berada di destinasi yang akan dikunjunginya.

Mereka kemudian dapat berbagi informasi tentang agenda perjalanan dan memilih kursi bersebelahan. airBaltic juga menawarkan social seating, tapi tidak melalui Facebook. Calon penumpang harus melakukan registrasi di situs airbaltic.satisfly.com, lalu memilih salah satu dari empat flight mood yang tersedia: relax, work, business networking, atau easy chat. Berdasarkan pilihan tersebut, sistem di situs akan memberikan rekomendasi calon penumpang lain dengan preferensi serupa.

Profil yang lebih detail ditawarkan oleh layanan Meet & Seat dari KLM. Dengan mengklik fitur My Trip di situs KLM, calon penumpang bisa berbagi data diri yang tersimpan di akun Facebook atau LinkedIn miliknya, sekaligus melihat data orang lain di penerbangan yang sama. Demi mencegah invasi data personal, penumpang bisa mengatur seberapa banyak data pribadinya yang bisa diakses orang lain. Maskapai yang terakhir kali meluncurkan layanan social seating adalah Finnair. Sistem kerjanya kurang-lebih mirip MHbuddy: saat reservasi tiket, calon penumpang bisa melihat peta konfigurasi kursi pesawat melalui akun Facebook maskapai, lalu melihat profil Facebook orang lain di penerbangan yang sama. Sistem yang digarap bersama Amadeus IT Group ini sementara hanya terkoneksi dengan Facebook, tapi nantinya akan dikembangkan untuk melibatkan pula Twitter dan Sina Weibo (Twitter versi RRC).

“Kami meluncurkan servis ini guna memudahkan penumpang berinteraksi, sekaligus menambah layanan ekstra bagi penumpang yang mengidamkan elemen sosial selama bepergian,” jelas Aku Varamäki, Manager Media Sosial Finnair. Social seating memberi kesempatan bagi penumpang untuk merasakan perjalanan yang nyaman, terutama bagi mereka yang terbang jarak jauh di kelas ekonomi, di mana kursi tidak dibungkus kabin-kabin privat. Tapi layanan ini juga membuka peluang bagi niat-niat lain yang sifatnya lebih personal, misalnya mencari pasangan. Sebuah survei di 2011 yang dilaporkan International Business Times mencatat, 45 persen dari 1.000 responden mengaku pernah merayu orang lain selama penerbangan. Berkat social seating, mereka kini bisa merayu sasaran yang lebih tepat.

 



Comments

Related Posts

3332 Views

Book your hotel

Book your flight