Pesona Ganjil Gurun Atacama

  • Pemandangan indah nan ganjil Valley de la Luna.

    Pemandangan indah nan ganjil Valley de la Luna.

  • Salah satu sudut Death Valley.

    Salah satu sudut Death Valley.

  • Tur berkuda di Death Valley.

    Tur berkuda di Death Valley.

  • Geiser El Tatio.

    Geiser El Tatio.

  • Gereja San Pedro.

    Gereja San Pedro.

  • Pemandian air panas alami di El Tatio.

    Pemandian air panas alami di El Tatio.

  • Akomodasi Suite Circular Superior di Awasi.

    Akomodasi Suite Circular Superior di Awasi.

  • Kota San Pedro de Atacama.

    Kota San Pedro de Atacama.

  • Laguna Chaxa yang membentang luas.

    Laguna Chaxa yang membentang luas.

  • Laguna Miscanti; mengingatkan akan adegan sebuah film Hollywood.

    Laguna Miscanti; mengingatkan akan adegan sebuah film Hollywood.

  • Illama dan alpaca, sejenis unta versi Amerika Selatan.

    Illama dan alpaca, sejenis unta versi Amerika Selatan.

  • Penjual sate Illama.

    Penjual sate Illama.

  • Berseluncur di atas bukit pasir di Death Valley.

    Berseluncur di atas bukit pasir di Death Valley.

  • Semburan geiser di padang El Tatio yang memiliki lebih dari 80 geiser.

    Semburan geiser di padang El Tatio yang memiliki lebih dari 80 geiser.

  • Menara lonceng Tocanao.

    Menara lonceng Tocanao.

  • Tres Marias.

    Tres Marias.

  • Kolam renang penginapan premium Awasi.

    Kolam renang penginapan premium Awasi.

Click image to view full size

Anomali  Atacama
Sebuah gurun di Amerika Selatan menawarkan keajaiban-keajaiban geologis yang menerbangkan imajinasi kita ke Mars dan bulan. NASA bahkan menjadikannya tempat pelatihan staf.
Oleh Trinity

“Maaf, kalian harus turun di sini. Jalan ke kota San Pedro de Atacama ditutup akibat banjir,” ujar kondektur saat bus mendarat di kota Calama. Banjir? Bagaimana bisa terjadi di Gurun Atacama, tempat terkering di dunia? Ternyata, pada musim panas Februari 2013, badai melanda kota dan melongsorkan jalan. Saya terjebak di Calama, 120 kilometer di selatan gurun.

Banyak orang mungkin menganggap keberadaan padang pasir di Amerika Selatan bagaikan sebuah anomali, keganjilan geologis yang sulit dicerna. Tapi keganjilan itu pula yang membuat Atacama begitu terkenal. Gurun yang mayoritas teritorinya berada di Chile ini memiliki luas 105.000 kilometer persegi, hampir sebesar pulau Jawa. Atacama dijuluki tempat terkering yang dihuni manusia, karena curah hujannya hanya satu milimeter per tahun—dengan frekuensi cuma empat tahun sekali! Celaka-nya, pas saya berkunjung, badai datang.

San Pedro de Atacama, kota kecil berpopulasi 5.000 orang, adalah sarang utama pelancong yang ingin menikmati lanskap unik di sekitar Atacama. Dua hari kemudian, akses jalan dibuka dan saya berhasil menyambangi kota tersebut. Terik menggigit kulit, padahal suhu siang ini hanya 25 derajat celsius. Langit steril dari awan. Lahan tempat saya berpijak berada di ketinggian 2.400 meter, hingga napas menjadi pendek dan kepala pening, gejala umum altitude sickness.

San Pedro de Atacama dibelah jalan-jalan yang dilapisi pasir, telanjang tanpa aspal. Angin menerbangkan butiran-butiran pasir dan memaksa saya melindungi muka dengan selendang. Rasanya seperti di Timur Tengah. Bedanya, orang-orang di sini berpakaian serbaterbuka. Layaknya kota-kota di Chile, pusat kota San Pedro de Atacama dihuni alun-alun. Namanya Plaza de Armas. Di kaki pohon-pohon rindang di sekelilingnya, orang-orang berteduh dari sengatan matahari musim panas.

Alun-alun adalah episentrum yang menampung banyak kegiatan, dari belanja hingga ibadah. Salah satu ikonnya, Gereja San Pedro, menampilkan struktur berparas putih yang dibuat dari adobe, semacam batu bata berbahan campuran tanah liat dan pasir. Penyangganya kayu kaktus cordon yang diikat dengan tali kulit sebagai pengganti paku. Keluar dari bangunan berumur 436 tahun itu, saya disambut panorama Gunung Lincancabur di kejauhan. Dimensinya memang tidak spesial: berbentuk segitiga sama kaki dengan tinggi hampir 6.000 meter. Tapi di puncaknya tersaji sebuah anomali Chile lainnya: salju! Akibat badai di San Pedro beberapa hari silam, Pegunungan Andes tertutup salju di musim panas. Hasilnya adalah pemandangan yang sangat kontras: gurun gersang kecokelatan bersanding dengan pegunungan bersalju. Seperti melihat es batu di atap tungku. (bersambung ke halaman berikutnya)

Share this Article


Comments

Related Posts

7729 Views

Book your hotel

Book your flight