Menara Eiffel Tutup Sementara

Aksi ini merupakan tanggapan atas kebijakan akses baru yang dinilai tidak efektif. (Foto: Free Images/Christophe Libert)

Menara Eiffel menjadi salah satu destinasi paling banyak dikunjungi wisatawan mancanegara. Tiap tahunnya, kurang lebih enam juta turis datang dan naik ke puncak menara setinggi 300 meter tersebut. Saking ramainya, sejak Juli silam, pihak Société d’Exploitation  de la Tour Eiffel (SETE) menerapkan aturan lift baru yang dipakai wisatawan untuk naik ke puncak. Dari dua lift yang tersedia, satu dikhususkan untuk turis yang sudah memesan tiket via online, sedangkan satu lagi khusus untuk pengunjung yang datang tanpa reservasi.

Namun, ternyata aturan tersebut justru membuat sebagian wisatawan harus mengantre lebih lama dan dinilai tak efektif. Hal ini membuat staf kewalahan, sehingga mereka melangsungkan aksi mogok kerja. Gerakan protes tersebut menyebabkan ikon Prancis tersebut tutup sementara—karena belum ada titik temu antara staf dan pengelola Menara Eiffel.

Negosiasi terus berlanjut, dan SETE telah memberikan banyak solusi, tetapi tak cukup untuk menghentikan aksi mogok. Jika tidak diatasi dengan cepat, dikhawatirkan hal ini memengaruhi nama baik kota dan negara. Demo karyawan ini secara resmi dijadwalkan mulai Kamis, 2 Agustus 2018, hingga waktu yang belum ditentukan. Akun Twitter resmi Menara Eiffel mengatakan permohonan maaf atas peristiwa ini dan meminta pengunjung yang telah membeli tiket untuk memeriksa akun surel mereka untuk informasi lebih lanjut.

Sebenarnya aksi mogok ini bukan kali pertama. Beberapa waktu lalu, ratusan karyawan sepakat demo karena berbagai alasan, mulai dari meningkatnya kasus pencopetan hingga pemeliharaan monumen yang kurang baik.

Tags : prancis
Comments