Bangkitnya Pariwisata di Bosnia

  • Kuburan Kovacy, kompleks pemakaman para martir dalam pertempuran Sarajevo antara tahun 1992 hingga 1995.

    Kuburan Kovacy, kompleks pemakaman para martir dalam pertempuran Sarajevo antara tahun 1992 hingga 1995.

  • Stari Most yang tersohor.

    Stari Most yang tersohor.

  • Kopi Bosnia yang sering dijumpai di kafe-kafe di pinggir jalan.

    Kopi Bosnia yang sering dijumpai di kafe-kafe di pinggir jalan.

  • Foto Josip Broz Tito di Stari Grad, kawasan tertua Mostar.

    Foto Josip Broz Tito di Stari Grad, kawasan tertua Mostar.

  • Pelompat indah dari jembatan Stari Mostar.

    Pelompat indah dari jembatan Stari Mostar.

  • Perbukitan hijau di sepanjang jalan menuju Lukomir, kota di sisi Sarajevo.

    Perbukitan hijau di sepanjang jalan menuju Lukomir, kota di sisi Sarajevo.

  • Kondektur di kereta yang menghubungkan Mostar dan Sarajevo. Perjalanan ini dianugerahi pemandangan alam yang spektakuler.

    Kondektur di kereta yang menghubungkan Mostar dan Sarajevo. Perjalanan ini dianugerahi pemandangan alam yang spektakuler.

  • Jablanica, salah satu stasiun pemberhentian kereta rute Mostar-Sarajevo.

    Jablanica, salah satu stasiun pemberhentian kereta rute Mostar-Sarajevo.

  • Bangunan-bangunan uzur di tepi Sungai Miljacka.

    Bangunan-bangunan uzur di tepi Sungai Miljacka.

  • Salah satu kafe di Mostar.

    Salah satu kafe di Mostar.

  • Pemandangan kota Sarajevo.

    Pemandangan kota Sarajevo.

  • Salah seorang penduduk melintasi bangunan di Sarajevo.

    Salah seorang penduduk melintasi bangunan di Sarajevo.

  • Penjual jagung berondong di sebuah taman.

    Penjual jagung berondong di sebuah taman.

  • Para penghuni kota Sarajevo memadati Marsala Tita.

    Para penghuni kota Sarajevo memadati Marsala Tita.

  • Mery Tanovic, seorang pemain sepak bola muda dari klub U-19 Women National Team of Bosnia and Herzegovina tengah berlatih.

    Mery Tanovic, seorang pemain sepak bola muda dari klub U-19 Women National Team of Bosnia and Herzegovina tengah berlatih.

  • Instalasi salib di Hum Hill dengan latar belakang kota Mostar.

    Instalasi salib di Hum Hill dengan latar belakang kota Mostar.

  • Interior di Katedral Sacred Heart yang dibangun pada 1884.

    Interior di Katedral Sacred Heart yang dibangun pada 1884.

  • Patung di dalam Katedral Sacred Hart yang masih terawat hingga kini.

    Patung di dalam Katedral Sacred Hart yang masih terawat hingga kini.

  • Pemain tim sepak bola wanita muda.

    Pemain tim sepak bola wanita muda.

  • Masjid Koski Mehmed Pasha yang dibangun pada 1618 dilihat dari jembatan Stari Most.

    Masjid Koski Mehmed Pasha yang dibangun pada 1618 dilihat dari jembatan Stari Most.

  • Perumahan penduduk di tepi Sungai Neretva.

    Perumahan penduduk di tepi Sungai Neretva.

  • Igor Kazic, pelompat indah di jembatan Stari Most. Mereka melakukannya untuk mendapatkan uang dari para turis.

    Igor Kazic, pelompat indah di jembatan Stari Most. Mereka melakukannya untuk mendapatkan uang dari para turis.

Click image to view full size

Bosnia mengenang 20 tahun hancurnya Stari Most, jembatan yang menjadi bagian identitas warganya. Perang sudah berlalu dan negara ini mulai melirik pariwisata. Daya tarik utamanya: memori kelam dan masa silam yang gemilang.

Teks dan foto oleh Muhammad Fadli

Berdiri pada suatu sore di atas minaret jangkung Masjid Koski Mehmed Pasha, warisan Kesultanan Ottoman dari awal abad ke-17, sulit membayangkan ada kota lain seindah Mostar. Di bawah sana, terhampar Kota Tua Stari Grad, di mana bangunan-bangunan sepuh beratapkan genting saling berdempetan dalam corak senada. Di sampingnya, Sungai Neretva mengalir di antara jurang-jurang terjal. Airnya yang jernih dan berwarna pirus membelah kota, menghasilkan deru samar yang tak berkesudahan.

Saya tengah berkelana ke penjuru Semenanjung Balkan, di mana sejarah begitu dinamis dan penuh warna, namun kerap terlewatkan oleh dunia. Usai berminggu-minggu menempuh perjalanan darat melewati beberapa negara pecahan Yugoslavia, saya mencapai Bosnia dan Herzegovina. Mostar, bekas kota perdagangan di bawah kendali Ottoman, teronggok di dasar lembah bagai negeri dongeng di tengah kepungan bukit cadas. Dua dekade silam, perang berkecamuk di tempat ini. Hari ini, saya hanya melihat kedamaian.

Masih di atas minaret, pandangan saya arahkan ke hilir. Seakan melayang di atas aliran Sungai Neretva, sebuah jembatan batu menghubungkan kedua sisi kota. Orang-orang di sini menyebutnya Stari Most, artinya “jembatan tua.” Evliya Çelebi, penjelajah tersohor dari Istanbul, pernah datang ke Mostar di abad ke-17 dan menuliskan kekagumannya pada Stari Most: “Jembatan itu bagai lengkungan pelangi yang membubung di angkasa, membentang dari satu tebing ke tebing lainnya. Saya, seorang budak Tuhan yang telah berkelana di 16 negara, belum pernah melihat jembatan setinggi itu.”

Tapi Stari Most bukan sekadar struktur penghubung dua kota. Jembatan ini punya makna yang melampaui fungsinya. Jauh sebelum Ottoman berkuasa, Mostar (artinya “pengawal jembatan”) telah menjadi penghubung jalur sibuk antara pesisir Laut Adriatik dan wilayah kaya mineral di jantung Bosnia. Dulu, hanya ada jembatan kayu yang bergoyang-goyang kala dilalui. Ide pembangunan jembatan yang lebih layak tebersit saat perekonomian kota berkembang pesat di era Ottoman. >>>



Comments

Related Posts

8352 Views

Book your hotel

Book your flight