3 Destinasi Pelesir Singkat

Pemandangan indah kota Bruges dilihat dari kanal.

Oleh Kenny Santana

Kala bertandang ke destinasi baru, kebanyakan orang memerlukan waktu lebih dari 24 jam untuk menikmatinya secara menyeluruh. Tapi ada beberapa destinasi yang bisa ditelusuri dalam waktu kurang sehari. Bahkan saking kecilnya, beberapa destinasi dapat dijelajahi dengan berjalan kaki. Berikut tiga rekomendasinya.

Bruges
Jika berkunjung ke Belgia, maka Bruges wajib dimasukkan dalam daftar rencana perjalanan. Pasalnya, selain gampang dijangkau, Bruges juga memiliki pesona terpendam yang hebat. Sebagian orang mungkin mengenal Bruges melalui film In Bruges yang beredar pada 2008. Dalam film yang dibintangi oleh Collin Ferrell tersebut, diperlihatkan kecantikan arsitektur abad pertengahan. Dibanding dengan Brussels, Bruges memang jauh lebih memesona. Tiba di kota ini dengan menggunakan kereta, pengunjung biasanya langsung meneruskan perjalanan ke pusat keramaian di Market Square dengan bus yang ditempuh dalam beberapa menit.

Tur dengan kapal merupakan salah satu cara terbaik menjelajah kota.

Dari sini, perjalanan keliling kota bisa dilakoni santai berjalan kaki. Jika Anda datang lebih pagi, ada baiknya mengambil tur keliling kota dengan menggunakan sampan sebelum tur tersebut penuh sesak oleh rombongan turis. Tur menyusuri kanal-kanal di Bruges memang merupakan cara terbaik berkenalan dengan kota ini. Alasannya: sampan dapat mengantarkan turis ke sudut-sudut dramatis kota berpenduduk 117 ribu itu yang tidak dapat dijangkau dari jalanan. Apalagi sepanjang perjalanan sang pemandu akan menceritakan sejarah bangunan-bangunan yang dilewati. Bagi penggemar media sosial Instagram, beberapa jembatan terkenal Bruges sangat insta-worthy.

Jika tak ingin repot mengatur rencana perjalanan, Anda bisa tur keliling kota dengan tur napak tilas In Bruges. Rutenya melalui bangunan-bangunan ikonis kota ini seperti Belfry of Bruges, Basilica of the Holy Blood, hingga Museum Greoninge.

Perjalanan ke Belgia tak afdal tanpa mencicipi hidangan khas negeri tersebut, misalnya pommes frites (kentang goreng renyah dengan saus mayones), wafel, atau segelas cokelat panas. Salah satu kafe yang menyajikan semuanya adalah De Proeverie. Di sini yang wajib dicicipi adalah segelas susu hangat dengan cokelat kental yang disajikan terpisah. Untuk menikmatinya, pengunjung bisa mencampur sendiri kedua bahan tersebut sesuai selera.

Bangunan Hotel Fairmont Quebec yang megah.

Quebec City
Kanada tak kalah menarik dibanding Prancis. Setidaknya jika Anda mampir ke Quebec City. Di kota yang penduduknya mayoritas berbahasa Prancis ini, turis biasanya memilih untuk tinggal di kawasan kota tua yang menjadi pusat keramaian. Perjalanan di Quebec City bisa dimulai dengan walking tur sonder bayar yang bertolak dari depan parlemen. Mirip dengan tur serupa di kawasan The Rocks, Sydney, selama dua jam pengunjung akan diajak menyusuri jalan-jalan cupet, menembus kompleks kota tua, hingga restoran di gedung paling uzur kota ini. Tur bersejarah ini sudah termasuk jasa pemandu yang akan menceritakan tentang sejarah bangunan-bangunan yang dilewati.

Guna mengganjal perut, saya menyarankan untuk mencoba restoran tertua di Quebec City yang sempat direkomendasikan oleh pemandu tur. Namanya Aux Anciens Canadians. Untuk santap siang, paket makan ditawarkan mulai dari $20 Kanada untuk tiga hidangan khas kota koloni Eropa tertua di Amerika Utara. Di sini pengunjung bisa menyantap makanan dengan atmosfer masa lampau lengkap dengan pelayan berkostum tradisional.

Kiri-kanan: Lorong-lorong cupet di Bruges; jalan kaki merupakan cara paling menyenangkan menjelajah Quebec City.

Usai menambal perut, perjalanan bisa dilanjutkan ke area sekitar Hotel Fairmont Le Château yang digadang-gadang sebagai bangunan hotel yang paling sering difoto di jagat. Dari sini, ada dua pilihan cara untuk turun ke area yang lebih rendah, yakni berjalan kaki atau dengan trem funicular berbayar. Di tempat tujuan, Anda bisa menjelajah jalanan paling tersohor di Quebec City, Rue du Petit-Champlain, yang dipenuhi toko dan kafe fotogenik. Cara terbaik mengeksplorasinya adalah dengan berjalan dari satu gang kecil ke gang kecil lainnya hingga menemukan alun-alun tertua di kota ini, Place Royal. Di Place Royal, sempatkan sebentar untuk melihat mural cantik La Fresque Des Quebecois yang menggambarkan 15 tokoh paling penting di Quebec.

Untuk menutup hari, Anda bisa menaiki feri ke Pulau Levis yang ditempuh dalam waktu 20 menit. Tujuannya adalah mengambil foto serta mengagumi panorama bangunan Hotel Fairmont Le Château Frontenac yang menyempil di antara warna-warni gedung lainnya dari atas feri yang membelah Sungai St. Lawrence.

Pulau Hydra
Gaung pariwisata Pulau Hydra di Yunani tidak sekencang Mykonos maupun Santorini, namun pesona yang ditawarkan setara dengan dua pulau yang kerap menghiasi kartu pos tersebut. Mengutip pernyataan Sophia Loren kepada The New York Times, “Saya tak akan pernah melupakan Hydra….salah satu tempat paling indah di dunia.”

Akses ke Pulau Hydra sangat mudah. Pulau seluas 64 kilometer persegi ini dapat dijangkau dengan menggunakan kapal dari Athena. Pilihannya pun fleksibel, yakni feri dengan durasi tiga jam atau kapal cepat dengan durasi lebih singkat 1,5 jam. Jika memungkinkan, pilih tempat duduk di tepi jendela. Pasalnya, menjelang merapat di pelabuhan Pulau Hydra, terdapat panorama menawan bangunan bertumpuk mirip Lego khas pulau-pulau di Yunani.

Pantai dengan karang terjal yang disulap menjadi kolam renang.

Mirip dengan Gili Trawangan dan Gili Meno di Lombok, Pulau Hydra juga melarang penggunaan kendaraan bermotor. Di sini turis dipaksa untuk jalan kaki atau menumpang keledai. Seperti kawasan sentral pada umumnya, di pelabuhan Anda bisa menemukan banyak tempat makan yang menjajakan menu khas Negeri Dewa tersebut.

Dari pelabuhan saya menyusuri sisi luar pulau untuk menemukan pantai-pantai berkarang dengan laut bergradasi. Jika masih terlalu dini untuk berenang di pantai, maka Anda bisa menyusuri lorong-lorong kecil menuju puncak bukit. Sepanjang perjalanan terdapat rumah-rumah mansion dengan latar belakang Laut Mediterania. Jika menginginkan suvenir, silakan mampir ke butik Hydra Trading Company yang menawarkan beragam oleh-oleh khas mulai dari handuk hingga tas pantai.

*Penulis adalah petualang yang telah mengunjungi berbagai kota di lima benua. Pemilik serta pengasuh situs dan media sosial Kartu Pos ini juga kerap menulis di media-media nasional Indonesia.

Comments