Check In

Wajah Baru Sheraton Bandung

Kolam renang juga tak luput dari permak fisik.

Oleh Yohanes Sandy

[dropcap type=”default”]S[/dropcap]heraton Bandung Hotel & Towers didirikan 23 tahun silam tatkala Bandung masih minim penginapan premium. Hotel yang sering mengklaim dirinya sebagai “satu-satunya resor bernuansa Bali di dalam Kota Bandung” ini menjadi pilihan akomodasi liburan kaum elite di Kota Kembang. Setelah lebih dari dua dekade beroperasi, Sheraton Bandung berbenah. Interior dan eksteriornya dipermak total. Hasilnya: rasa baru properti lama.

Dimulai dari Juli 2013, sedikit demi sedikit interiornya dibongkar. Desainnya ditangani oleh firma ZD-R Architects asal Singapura. Firma ini juga menukangi renovasi sejumlah properti di bawah bendera Starwood Hotels & Resorts, sebut saja Laguna Bali dan Le Meridien Kuala Lumpur. Tak ingin keluar dari pakem bangunan Sheraton Bandung yang legendaris, tim arsitek dari ZD-R melakukan riset besar-besaran guna menghadirkan wajah baru resor ini. Pilihan akhirnya diputuskan dipakai gaya art deco khas bangunan kuno Bandung dilebur dengan nuansa modern.

Desain kamar baru yang memikat.

Tahap pertama yang dikerjakan adalah 156 kamar dan suite yang tersebar di bangunan lawas ini. Tak tanggung-tanggung, perubahannya cukup signifikan. Semua barang dibuang termasuk tegel usang yang melapisi lantainya. Kamar barunya sekarang menampilkan unsur modern dengan dominasi warna krem. >>

Balkon di Towers Lounge.

Guna menghindari kesan monoton, tiap kamar dipermanis dengan lukisan bunga dan karpet bermotif senada. “Itu adalah salah satu cara arsitek kami untuk mewujudkan ciri khas Bandung sebagai Kota Kembang,” ujar Masri, General Manager hotel tersebut. Selain desainnya yang berubah, amenity yang dihadirkan pun kini lebih modern. Masing-masing kamarnya dilengkapi dengan televisi layar datar, mesin peracik kopi dan teh, alat pengering rambut, serta kotak penyimpanan. Namun dari semua itu, yang menjadi primadona adalah matras Sheraton Sweet Sleeper Bed generasi terbaru yang pertama kali digunakan di Indonesia. Matrasnya sangat empuk dan nyaman.

Lobi hotel dengan kandil raksasa berwarna turkois.

Sejatinya, perubahan besar-besaran ini juga bisa dikenali mulai dari lobi. Fasad kuno yang menggunakan kayu-kayu kusam dibongkar. Kini lobi terlihat lebih modern dengan desain yang baru. Interior lobinya pun kini lebih segar dengan paduan furnitur bergaya art deco dengan lampu kandil raksasa berwarna turkois seberat 2,5 ton. Lampu karya Noor Othman dari firma ZD-R Architects ini mampu menghadirkan kesan modern sekaligus artistik. “Salah satu tamu asal Prancis sempat menyebut bahwa ini adalah properti Sheraton paling stylish yang pernah ia lihat,” ungkap Masri disambung dengan tawa.

Restoran Feast yang kini dilengkapi dengan teras.

Selain kamar dan lobi, beberapa fasilitas yang mengalami perubahan drastis adalah Kids’ Club, Towers Lounge, kolam renang, ruang rapat, ballroom, dan restoran. Tak hanya desainnya yang baru, restoran Feast juga menampilkan menu yang lebih ekstensif lengkap dengan dapur live station.

Play@Sheraton, taman bermain untuk anak-anak yang lebih bersih dan rapi.

Di luar evolusi desain yang ditawarkan, hotel berkonsep resor ini juga ingin mengukuhkan reputasinya sebagai resor keluarga dengan menghadirkan aktivitas bagi si kecil seperti beragam permainan di Kids’ Club hingga menunggang kuda. Sementara bagi mereka yang datang untuk keperluan bisnis, Sheraton Bandung juga telah menyiapkan paket-paket rapat yang telah diperbarui. Konsepnya: tamu dibuat seperti sedang berada di rumah dengan pelayanan mumpuni para staf hotelnya. Dengan desain baru yang menawan dan kualitas pelayanan yang terus meningkat, tak salah bila Sheraton Bandung tetap optimis di tengah persaingan yang kian ramai. Jl. Ir. H. Juanda No. 390, Bandung; 022/250-0303; Sheraton Bandung Hotel & Towers; doubles mulai dari Rp1.162.500