Updates

Video: Tur Singkat di Bangsar

Oleh Rachel Will
Video oleh Dimas Anggakara

[dropcap type=”default”]T[/dropcap]ransisi Bangsar dari perkebunan karet ke permukiman dimulai pada 1906 saat Malaysia masih berada di bawah jajahan Inggris. Nama Bangsar diambil dari nama perusahaan yang mengelola distrik tersebut, yakni Bungsar Estate, milik Edouard Bunge dan Alfred Grisar. Kini wilayah tersebut bertransformasi menjadi sentra kaum hipster dengan kehadiran butik-butik dan tempat nongkrong trendi. Kami mengulas beberapa di antaranya:
>>>

Salah satu hidangan andalan Nutmeg.

Nutmeg
Restoran mungil ini adalah favorit para ekspatriat dan warga lokal berkat sajian sarapan ala baratnya yang nikmat. Kafe yang senantiasa penuh ini menyajikan hidangan rumahan. Menurut pengakuan William Chong, koki dan pemilik tempat tersebut, para pelanggannya mengakui menyukai biskuit dan gravy ciptaannya. Kata mereka, kedua sajian tersebut sangat autentik. Selain itu, makanan lainnya yang mencuri perhatian adalah gravlax salmon asap. Salmon asapnya dibuat sendiri dengan bahan ikan segar terbaik. Chong memutuskan membuka restoran ini setelah melalui perjalanan karir panjang sebagai bankir dan guru. Resmi beroperasi pada Juli 2013, restoran ini merupakan usaha patungan dengan adik iparnya. Selain makanannya yang memanjakan lidah, pilihan kopi latte juga tak kalah menarik.

Chef William Chong.

UGF-28A Bangsar Village II, 2 Jalan Telawi 1, Bangsa Barur; 60-3/2201-3663; Nutmeg
>>>

Display toko yang selalu ditata ulang secara berkala agar menghindari kebosanan pembeli.

Actually KL
Dari kaus bergambar warna-warni hingga sepatu bot berpaku dan tas punggung berbahan kanvas, Actually KL secara eksklusif menampilkan karya desainer lokal terbaik Malaysia. Produk fesyen berkualitas tersebut juga disandingkan dengan merek-merek internasional seperti Dr. Denim dan Jeffrey Campbell yang dibawanya. Butik ini merupakan cabang dari butik Actually yang lebih dulu berdiri di Singapura. Cabang Kuala Lumpur dimiliki oleh Shahrom Abd Rashid dan Omar Abu Hassan yang dulunya adalah pelanggan tetap Actually di Singapura. Tak memiliki pakem penataan toko yang ajek, kedua pemiliknya kerap mengubah layout barang-barang seenaknya pengunjung tak akan bosan. Untuk menambah kesan anti-mainstream, toko ini juga memutar lagu-lagu milik band indie Negeri Jiran tersebut.

UGF-25 Bangsar Village II, 2 Jalan Telawi 1, Bangsar Baru; 60-3/2202-2088; ActuallyKL
>>>

Pork ribs yang menjadi menu andalan.

Three Little Pigs and the Big Bad Wolf
Nama restorannya panjang dan terinspirasi cerita Si Tudung Merah produksi Walt Disney. Sesuai dengan namanya, restoran ini menyajikan hidangan berbahan dasar daging babi. Menunya beragam mulai dari yang tradisional seperti iga babi bakar hingga sup wortel babi. Di malam hari, restoran ini disulap menjadi bar wine yang menyediakan 600 botol wine dan berencana untuk menambah koleksinya. Pemiliknya adalah sepasang suami istri, Inggrid dan Julian Yauwaluddin. Setelah satu tahun beroperasi, restoran yang juga dikenal dengan nama The Big Bad Wolf ini akan menambah cabang lainnya di Ibu Kota Malaysia tersebut.

GF Bangsar Village I, 2 Jalan Telawi 1, Bangsar Baru; 60-3/2283-2270; Three Little Pigs & the Big Bad Wolf
>>>

Butik ini penuh dengan beragam barang dari berbagai merk perancang lokal maupun merk impor.

17A Select Store
Berawal dari hobi menyeleksi produk-produk fesyen terkini, Irman Hilmi dan Adeline Chong memutuskan untuk membuka butik. 17A Select Store mengadopsi konsep butik Jepang yang menyediakan barang-barang trendi hingga barang antik. Duo yang memiliki pengalaman di dunia periklanan selama lima tahun ini menggabungkan dua merek: The Day Off yang dimiliki Hilmi serta I Love Snackfood milik Chong. The Day Off khusus untuk barang-barang kerajinan sementara merek milik Chong mengoleksi barang-barang trendi yang terinspirasi kesederhanaan masa kecil. Toko konsep ini mendiami sebuah bangunan yang dulunya adalah galeri seni. Kesan industrial terasa kental dengan lantai kayu usang serta tembok telanjang. Selayaknya toko konsep yang sedang marak, butik ini juga menyediakan barang-barang premium kreasi perancang lokal dan produk-produk impor. “Toko ini merupakan refleksi kita berdua. Barang-barang di sini bisa membuat orang dengan mudah menebak karakter kita. Ini merupakan pengejawantahan karakter kita,” ujar Hilmi.

17A, Jalan Telawi 3, Bangsar Baru; 60-3/2201-7513; 17A Select Store
>>>

Salah satu sudut restoran yang nyaman.

Hit & Mrs
Tak banyak yang menyangka bahwa Hit & Mrs adalah restoran di bawah payung salah satu perusahaan waralaba restoran terbesar di Negeri Jiran, BIG Group. Perusahaan ini yang memiliki restoran seperti Ben’s dan Ben’s Independent Grocer yang dengan mudah ditemukan di mal-mal di Malaysia. Hit & Mrs adalah properti pertama mereka yang terletak di luar mal. Terletak di Jalan Lorong Karau yang sepi, restoran tersebut menduduki bangunan dua lantai dihiasi interior yang terinspirasi rumah tradisional Malaysia era 1950-an. Dua koki asal Penang, Keith Choong dan Edmund Chong yang pernah menimba ilmu pada koki ternama, Andre Chiang, bertanggung jawab atas makanan di sini. Menunya didominasi hidangan kontemporer Eropa yang menggunakan bahan-bahan terbaik dari pasar lokal dan tersedia opsi ala carte atau set menu dipadukan dengan wine. Lantai duanya difungsikan sebagai bar.

Keith dan Edmund Choong, dua koki andalan Hit & Mrs.

15, Taman Weng Lock, Lorong Kurau, Bangsar; 60-3/2282-3571; Hit & Mrs