London menyimpan kisah Charles Dickens menulis A Christmas Carol dan Oliver Twist. (Foto: Ugur Akdemir/Unsplash)

1. Charles Dickens
Walau lahir di Portsmouth, Charles Dickens menghabiskan masa produktifnya di London, termasuk untuk menghasilkan karya emas seperti A Christmas Carol dan Oliver Twist. Itu pula sebabnya, tur napak tilas sang novelis lebih marak ditawarkan di London, salah satunya oleh Richard Jones, penulis Walking Dickensian London. Jika ingin tur solo, Charles Dickens Museum memiliki Dickens Trail App. Sementara untuk ziarah ke tanah kelahiran Dickens, British Tours menjual paket kunjungan ke rumah sang novelis.

Di Saint Paul, Minnesota Historical Society tawarkan tur melacak jejak Scott Fitzgerald, penulis The Great Gatsby. (Foto: Daniel McCullough/Unsplash)

2. Francis Scott Fitzgerald
Wisata bertema novel dan film adaptasi The Great Gatsby cukup populer, tapi tur mengenang pengarangnya justru minim. Salah satu yang menawarkannya ialah Minnesota Historical Society. Tamasya jalan kaki 90 menit ini akan membawa peserta melawat tempat-tempat dari masa lalu sang novelis. Situs lain yang bisa disambangi untuk mengenang Fitzgerald ialah Scott & Zelda Fitzgerald Museum di Alabama.

Kiri-Kanan: Panorama Praha, kota kelahiran Franz Kafka. (Foto: Studio Reasons/Unsplash); Patung Kafka di Praha. (Foto: Jonny McKenna/Unsplash)

3. Franz Kafka
Mengunjungi Praha, sulit bagi kita menghindari Kafka, pengarang The Metamorphosis dan The Trial. Namanya dipakai banyak kafe dan restoran. Wajahnya menghiasi beragam suvenir. Sebuah museum yang didedikasikan untuknya terhampar di bantaran Sungai Vltava. Kafka, salah seorang sastrawan paling berpengaruh di abad ke-20, lahir dan dimakamkan di Praha. Ziarah melacak jejaknya marak ditawarkan di sini, contohnya oleh Guide Prague dan Compact Prague.

Cartagena, tempat Garcia Marquez bekerja sebagai reporter, juga lokasi syuting film adaptasi Love in the Time of Cholera. (Foto: Ricardo Gomez Angel/Unsplash)

4. Gabriel Garcia Marquez
Marquez adalah orang Kolombia pertama yang meraih Hadiah Nobel. Orang kedua Kolombia yang meraih penghargaan serupa, Juan Manuel Santos, menyebut Marquez sebagai “manusia terhebat yang dilahirkan Kolombia.” Beberapa karya agung Marquez ialah One Hundred Years of Solitude, Chronicle of a Death Foretold, serta Love in the Time of Cholera. Yang terakhir ini telah diadaptasi ke film. Tur mengenangnya ditawarkan beragam operator, termasuk Tour in Cartagena, Ole Colombia, serta Tours by Locals.

Barcelona, kota yang mengabadikan drama keterlibatan George Orwell dalam perang melawan Franco. (Foto: Richard Hewat/Unsplash)

5. George Orwell
Orwell, sastrawan “kiri” yang menulis novel populer Animal Farm, pernah menetap di banyak tempat. Dia lahir di India, bekerja sebagai polisi di Burma, merintis karier menulis di Inggris dan Prancis, serta berperang melawan Franco di Spanyol. Itu pula sebabnya, tur jalan kaki bertema Orwell bisa ditemukan di banyak lokasi, termasuk London, Barcelona, dan Paris.

Bath, kota yang menyimpan rumah Jane Austen, juga lokasi Jane Austen Centre. (Foto: Liv Cashman/Unsplash)

6. Jane Austen
Novel-novelnya, contohnya Pride and Prejudice dan Emma, mengisahkan drama menghanyutkan beragam manusia dari beragam kelas sosial. Jane jugalah satu dari segelintir penulis perempuan yang berhasil menembus liga elite sastrawan abad ke-19. Ziarah melacak jejaknya ditawarkan antara lain oleh Hidden Britain Tours, Special Group Tours, serta Jane Austen Society of North America. Satu tempat populer dalam tur-tur itu ialah Jane Austen Centre di kota Bath, Inggris.

Gibran Museum berlokasi di Bsharri, tanah kelahiran Kahlil Gibran. (Foto: Xtcrider/Wikimedia Commons)

7. Kahlil Gibran
Mahakaryanya, The Prophet, telah diterjemahkan ke lebih dari 100 bahasa. Puisi-puisinya marak dipotong-potong menjadi kutipan bijak, kata mutiara, juga rayuan dan lirik lagu. Nakhal Tours memiliki tur ke Bsharri, tanah kelahiran sang penyair di Lebanon, yang juga dihuni oleh Gibran Museum. Gibran menetap lama di Amerika Serikat, tapi jejaknya tak banyak tersisa, kecuali sebuah memorial di Boston dan sekolah di New York yang memakai namanya.

Yasnaya Polyana, rumah warisan Leo Tolstoy, penulis novel Anna Karenina. (Foto: A.Savin/Wikimedia Commons)

8. Leo Tolstoy
Banyak orang mengenalnya lewat novel Anna Karenina. Tapi Tolstoy sebenarnya juga punya pengaruh di dunia politik. Ide-idenya, terutama tentang “perlawanan tanpa kekerasan,” berdampak pada gerakan Mahatma Gandhi. Sudah lebih dari seabad meninggal, Tolstoy masih dianggap sebagai novelis termasyhur Rusia, barangkali juga dunia. Dua situs utama untuk menziarahinya ialah Leo Tolstoy State Museum dan Yasnaya Polyana. Tur bertema Tolstoy ditawarkan antara lain oleh Visit Russia Home dan Strelka Tours.

Desa Wegis, Swiss. Tulis Mark Twain, ‘kata cantik tak memadai untuk menjelaskan keindahan panoramanya.’ (Foto: Heidi Duss-Bürgi/Luzern Tourismus)

9. Mike Twain
Dia dijuluki “bapak sastra Amerika.” Dua karya klasiknya yang tersohor ialah The Adventures of Tom Sawyer dan Adventures of Huckleberry Finn. Kisah masa mudanya diabadikan di Mark Twain House dan Mark Twain Boyhood Home. Episode hidupnya di New York dikupas oleh Mark Twain’s New York. Sementara petualangannya di Swiss dihidupkan di Lucerne dan Zermatt

Shakespeare’s New Place, situs buatan Shakespeare Birthplace Trust di Warwickshire, Inggris. (Foto: James Kerr/Shakespeare’s Birthplace Trust)

10. William Shakespeare
Shakespeare begitu kondang, sampai-sampai orang yang tak membaca sajak atau naskah dramanya pun pernah mendengar namanya, bahkan setelah empat abad semenjak kepergiannya. Tur bertema pujangga prominen Inggris ini ditawarkan oleh begitu banyak operator, contohnya Shakespeare Globe dan Tudor World. Untuk berkenalan dengan Shakespeare, titik tolak yang ideal ialah Shakespeare’s Birthplace.