Waldorf Astoria, salah satu merek baru di Bangkok.

PERHOTELAN
Hotel-hotel baru dengan tawaran menarik di enam destinasi di Asia.

Bangkok
Merek-merek premium bermunculan di Ibu Kota Thailand. Setelah Hyatt Regency dan Waldorf Astoria diresmikan pada akhir 2018, Capella siap membuka pintunya pada April 2019 di tepi Sungai Chao Phraya. Magnetnya ialah restoran yang dirancang oleh Mauro Colagreco, koki selebriti asal Argentina. Juga bersemayam di tepi sungai, Four Seasons dijadwalkan mulai menerima tamu pada 2019. Di kawasan bisnis, Nai Lert Park Hotel akan berganti nama jadi Mövenpick, sementara Rosewood akan menempati bangunan dengan desain unik yang terinspirasi gerakan “wai,” salam penyambutan khas Thailand.

Hong Kong
Meneruskan ekspansinya di Asia, The St. Regis bakal melansir cabangnya di Hong Kong pada Juni 2019. Hotel bintang lima ini menempati bangunan unik berbentuk huruf L dengan interior yang didesain oleh Andre Fu. Arsitek yang sama mendesain K11 Artus, hotel artistik yang berlokasi di daerah Tsim Sha Tsui dan rencananya diresmikan pada pertengahan 2019. Sementara di dekat Causeway Bay akan hadir Hotel Purple, bagian dari jaringan Citadines.

Kuala Lumpur
Usai serentetan pembukaan merek kakap pada 2018, termasuk Four Seasons, W, dan Banyan Tree, Kuala Lumpur tahun ini relatif sepi dari proyek hotel baru. Satu yang paling menyita perhatian ialah Monopoly Mansion by Sirocco, hotel pertama yang mengusung tema monopoli. Desainnya digarap bersama Hasbro, perusahaan yang memegang lisensi resmi permainan legendaris tersebut. Membidik milenial, Shangri-La akan melansir Hotel Jen di Jalan Sultan Ismail, 800 meter dari Petronas Twin Towers.

Interior kamar The Apurva Kempinski, Bali.

Bali
Lama didominasi merek butik, Pulau Nusa Penida akan memiliki hotel jaringan nasional pertamanya pada tahun ini: Artotel Nusa Penida, kompleks yang rencananya menaungi 30 unit vila. Di Canggu, sentra selancar yang terus merekah, InterContinental siap menempati bangunan yang didesain oleh WATG Architect. Sementara di tepi selatan Bali, dua merek baru yang siap menancapkan kukunya adalah The Apurva Kempinski yang berisi 475 kamar dan vila; serta Waldorf Astoria yang menampung 96 vila di Kawasan Bukit Pandawa. Berita besar lainnya tentu saja reinkarnasi hotel legendaris Bali Hyatt. Lahannya yang megah kini bakal dihuni dua properti: Hyatt Regency dan Andaz.

Dirintis di Tiongkok, Muji Hotel akan hadir di Tokyo tahun ini. (Foto: Ryohin Keikaku)

Tokyo
Usai dirombak total, Hotel Okura, properti senior yang dirintis pada 1962, akan dibuka kembali pada September 2019 dengan nama The Okura Tokyo. Daerah Ginza akan memiliki dua pendatang baru: Muji Hotel pada Maret 2019, disusul Karaksa dua bulan berselang. Menyambut Olimpiade 2020, proyek-proyek hotel baru mulai bergulir di Tokyo, dan salah satu yang siap mencuri start tahun ini ialah Hotel JAL City Tokyo Toyosu. Siap menampung atlet, properti ini dilengkapi fasilitas olahraga dan berlokasi di dekat kompleks Olimpiade.

Usai renovasi komprehensif, Raffles Singapore siap di buka awal 2019.

Singapura
Raffles Singapore, hotel legendaris yang dirintis pada 1887, segera menuntaskan renovasinya untuk kemudian dibuka kembali pada kuartal pertama 2019. Yotelair, hotel milik jaringan Yotel, akan hadir di Jewel, bangunan kubah yang berlokasi di Bandara Changi. Berjarak 10 menit dari Changi, Dusit Thani Laguna Singapore akan hadir di kompleks Laguna National Golf. Sementara di Pulau Sentosa, jaringan Far East Hospitality siap meluncurkan tiga hotel sekaligus: The Outpost, Village Hotel, dan The Barracks.

Eksterior unik National Museum of Qatar kreasi Jean Nouvel. (Foto: Iwan Baan)

ATRAKSI
Tujuh institusi kebudayaan siap dibuka, dengan konten dan tampilan yang sama menariknya.

National Museum of Qatar, Doha
Dalam museum yang akan diresmikan pada 28 Maret 2019 ini, publik bisa mempelajari riwayat Qatar sejak 700 juta tahun silam hingga transformasinya menjadi negara sugih dengan pendapatan per kapita tertinggi kedua di dunia. Andai tak peduli dengan sejarah panjang itu, National Museum of Qatar (qm.org.qa) punya asset lain yang memikat: arsitektur berbentuk serakan lepek kreasi Jean Nouvel.

Interior Bauhaus Museum Dessau. (Foto: Gonzalez Hinz Zabala)

Humboldt Forum, Berlin
Sembari merayakan 250 tahun kelahiran bapak ekologiAlexander von Humboldt, Berlin pada akhir 2019 akan melansir Humboldt Forum (humboldtforum.com), kompleks yang memamerkan beragam benda seni dan artefak. Tapi yang lebih menarik darinya ialah forum diskusinya. Kompleks yang didesain oleh Franco Stella ini akan rutin membahas isu-isu besar dunia, dari politik identitas hingga gelombang imigran di Eropa. Museum lain di Jerman yang akan dibuka pada 2019 ialah Bauhaus Museum Dessau (bauhaus-dessau.de), tempat yang mengisahkan aliran desain Bauhaus.

Fasad Palais Galliera yang bersemayam di Paris. (Foto: Mbzt)

Palais Galliera, Paris
Berbeda dari Armani dan Gucci, Chanel belum memiliki museumnya sendiri. Tapi tahun ini ia akan mulai “mencicilnya.” Bermodalkan donasi hampir enam juta euro, Chanel berniat mengubah gedung sepuh Palais Galliera (palaisgalliera.paris.fr) menjadi museum fesyen permanen pertama di Paris. Palais Galliera akan menampung antara lain ruang lokakarya, toko buku, serta galeri bernama The Gabrielle Chanel Rooms.

Desain futuristik Museum of the Future di Dubai.

Museum of The Future, Dubai
Museum bukan cuma merekam masa lalu. Tahun ini, Dubai berniat melansir bangunan berbentuk torus dan berlapis kaligrafi yang berperan layaknya jendela ke masa depan. Museum of the Future (museumofthefuture.ae) akan memamerkan beragam inovasi futuristik, menjalankan tugas inkubator gagasan, serta bertekad menjadi destinasi bagi kaum pemikir dan investor. Menyambut pembukaannya, museum ini menggelar sayembara teknologi untuk menikmati museum, termasuk panduan AI dan VR.

New Taipei City Museum of Art, Taipei
Sejak 1983, Taipei telah memiliki Taipei Fine Arts Museum, museum seni modern dan kontemporer pertama di Taiwan. Tahun ini, pihak Pemkot berniat melansir museum seni baru dengan sosok yang lebih fotogenik: New Taipei City Museum of Art. Berlokasi di Distrik Yingge, museum yang didesain oleh Kris Yao ini menawarkan akses mudah ke Lembaga kebudayaan lain seperti Hakka Museum, Sanying Art Village, dan Ceramics Museum.

Petra Museum, Ma’an
Kehadirannya akan membantu publik memahami hikayat Petra dan Kerajaan Nabatea yang membangunnya. Dalam delapan galerinya, PetraMuseum (visitpetra.jo) memamerkan sekitar 300 artefak. Museum yang dikerek atas bantuan pemerintah Jepang ini berlokasi di dekat gerbang Petra Archeological Park. Dikonstruksi sejak Januari 2017, Petra Museum akan dibuka pada awal 2019.

The Shed saat masih dikonstruksi pada Oktober 2018. (Foto: Brett Beyer)

The Shed, New York City
Sukar menebak seperti apa ekspresi seni di masa depan. Apa pun wujudnya, The Shed (theshed.org) bertekad menampungnya mulai April 2019. Pusat kebudayaan ini menempati struktur delapan lantai yang dilapisi selongsong. Beragam acara bisa digelar di tiap lantainya, sementara dinding luarnya bisa dipakai untuk pemutaran film. Khusus instalasi berukuran jangkung atau pentas dengan tribune, selongsong akan digeser dari bangunan utama layaknya kotak korek api, untuk kemudian menciptakan ruang lowong baru di sisi teras.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Januari/Maret 2019 (“Dunia Wisata 2019”).