Gerobak dim sum di Tai Tong, salah satu restoran ternama di Penang. Tahun ini, Penang akan memiliki restoran dalam daftar Michelin Guide. (Foto: M. Yusni Aziz)

Tahun ini, Michelin Guide akan hadir di Malaysia. Merujuk siaran persnya, tim Michelin akan mengumumkan daftar restoran di Malaysia yang masuk buku Michelin Guide dan mendapatkan bintang Michelin pada Desember 2022.

Michelin, perusahaan ban asal Prancis, merintis daftar restoran terbaik pada 1900, sebagai panduan kuliner bagi pengendara. Daftar ini kemudian diwaralaba ke banyak negara dan menjadi referensi prestisius di skena gastronomi global.

Hingga tahun ini, Michelin Guide telah merambah 39 negara, termasuk delapan di Asia. Khusus kawasan Asia Tenggara, Malaysia akan menjadi negara ketiga dalam daftar ini, setelah Singapura dan Thailand.

Pedagang jalanan di kawasan pecinan Jalan Petaling, Kuala Lumpur. (Foto: Jeremy Tan)

Di Malaysia, Michelin Guide mencakup dua kota: Kuala Lumpur dan Penang. “Kami merasa sangat gembira dan bersemangat menyambut Kuala Lumpur dan Penang ke dalam daftar pilihan Michelin Guide. Ini akan menandai babak baru dalam kekhasan gastronomi Asia,” ujar Gwendal Poullennec, Direktur Internasional Michelin Guide, dalam siaran persnya.

Dalam menilai restoran, tim Michelin mengutus para inspektur yang diklaim beroperasi independen dan memiliki pengalaman di bidang kuliner. Mereka menilai restoran dengan beragam tolok ukur, termasuk kualitas bahan dapur, keahlian memasak, harmoni rasa, dan konsistensi penyajian.

Resto terbaik kemudian akan mendapatkan bintang Michelin, dengan level bintang satu hingga tiga. Bintang satu artinya “bagus di kategorinya.” Bintang dua artinya “layak dikunjungi lebih dari sekali.” Bintang tiga artinya “hidangannya luar biasa dan layak untuk momen spesial.” Dalam realitasnya, bintang satu kerap berarti “enak dan terjangkau,” sementara bintang tiga “sangat enak dan sangat mahal.”

Aneka masakan India-Melayu di Restoran Hameediyah, Penang. (Foto: M. Yusni Aziz)

Kehadiran Michelin Guide di sebuah negara berpotensi memberi manfaat finansial bagi para pelaku industri. Restoran-restoran dalam daftar ini akan mendapatkan semacam pengakuan global, juga masuk radar pencinta kuliner.

Namun begitu, tak semua pihak berkenan. Sejumlah koki atau pemilik resto pernah menolak, atau setidaknya menyesali, bintang Michelin. Koki Marco Pierre White misalnya, tak sudi restorannya dinilai oleh inspektur utusan perusahaan ban. Di Bangkok, kedai Jay Fai kewalahan menghadapi serbuan turis dan inspeksi petugas pajak usai mendapatkan bintang Michelin.