Sungai Bangkung di daerah Badung, Bali. Tahun ini, Sungai Watch, organisasi pembersih sungai di Bali, menerima dana hibah Hilton Effect 2021. (Foto: Eyestetix)

Sungai Watch, organisasi pembersih sungai di Bali, menerima dana hibah Hilton Effect Foundation 2021. Inisiatif dari Grup Hilton ini diberikan kepada organisasi yang mendukung komunitas yang terdampak pandemi dan perubahan iklim.  

Tahun ini, dana Hilton Effect diberikan kepada 14 organisasi, dan Sungai Watch merupakan satu-satunya wakil asal Indonesia. Contoh organisasi lainnya ialah Rise Against Hunger (Filipina), The Bread & Butter Project (Australia), serta Lebanese Food Bank (Lebanon).  

Sungai Watch dirintis pada 2019 oleh Gary Bencheghib. Awalnya, Gary fokus membersihkan sampah di pantai, tapi dia kemudian menyadari mayoritas sampah bersumber dari sungai. Hingga Agustus silam, Sungai Watch telah memasang 100 alat pembendung sampah di Bali. 

Per Agustus 2021, Sungai Watch telah memasang 100 alat blokade untuk membendung sampah di sungai-sungai di Bali. (Foto: Sungai Watch/Hilton)

“Para penerima dana hibah kami melakukan pekerjaan yang berarti untuk menciptakan solusi yang memulihkan dan memperkuat komunitas,” ujar Kristin Campbell, Chief ESG Officer Hilton dalam siaran persnya. Dana hibah yang digelontorkan divisinya tahun ini sebesar $1,5 juta (sekitar Rp21 miliar), walau dia tidak bersedia melansir secara spesifik dana yang dialokasikan untuk Sungai Watch.

Hilton Effect, sayap filantropi Grup Hilton, memiliki misi menciptakan “dunia yang lebih baik untuk dijelajahi.” Dana bantuannya diberikan kepada mereka yang berkontribusi nyata untuk komunitas di mana Hilton beroperasi. Per 2021, Hilton mengelola tujuh hotel di Indonesia, tiga di antaranya beralamat di Bali.

Sungai Watch bukanlah organisasi pertama dari Indonesia yang menerima bantuan Hilton Effect. Tahun lalu, Emmanuel Foundation, LSM pendidikan anak yang berpusat di Bogor, menerima dana hibah serupa.