September 2025, New York menyambut kedatangan dua properti baru: W New York – Union Square, yang kembali dengan wajah segar setelah renovasi besar, dan Faena New York, properti pertama Faena di kota ini.
Dua wajah baru, dua narasi berbeda. W menekankan progresivitas musik, seni, gaya hidup sehat, sementara Faena menawarkan dunia teatrikal yang memadukan seni visual, kuliner, dan komunitas.
W New York – Union Square
Gedung Beaux-Arts tahun 1911, yang awalnya dibangun untuk Guardian Life Insurance Company, ditata ulang oleh Rockwell Group dengan cara yang menghargai detail klasiknya, yaitu plafon tinggi, lengkung-lengkung dekoratif, dan jendela besar, yang diberi sentuhan kontemporer segar.
Di lantai dasar, Living Room menjadi titik kumpul sosial, sesuai DNA W yang menekankan keterhubungan dengan musik, seni, dan budaya urban. Area ini bukan sekadar lobi, melainkan panggung bagi pop-up performance, instalasi seni temporer, hingga kolaborasi kreatif dengan komunitas lokal.
Kamar tamu dan suite menampilkan desain terinspirasi Union Square Park. Detail warna-warna hijau dan bumi dipadukan dengan tekstur modern. Banyak kamar menghadap langsung ke alun-alun yang selalu ramai, menghadirkan energi khas New York dari balik jendela. Di ranah kuliner, Seahorse menyajikan menu berbasis hasil laut segar dengan sentuhan modern, memperluas positioning W dalam tren kuliner global.
Hotel ini juga memperkenalkan rooftop bar baru, dengan pemandangan Manhattan yang menyapu dari downtown hingga midtown. Area ini diproyeksikan menjadi salah satu spot paling dicari untuk cocktail hour maupun private events. Bagi penyuka kebugaran, FIT menghadirkan studio Peloton pertama di jaringan W Hotels, melengkapi gym dengan teknologi terbaru dan program wellness yang kurasi khusus.
Faena New York
Jika W kembali ke panggung, Faena New York menandai debut brand yang sarat imajinasi teatrikal di kota ini. Berlokasi di 500 West 18th Street, tepat di West Chelsea, hotel ini menempati menara arsitektural karya Bjarke Ingels Group yang dikenal dengan bentuk bergelombang dan terhubung dengan High Line. Faena menghadirkan visi Alan Faena yang sejak awal menggabungkan seni, komunitas, dan hospitality dalam satu narasi.
Interior hotel dirancang oleh Faena Design Team bersama desainer Inggris Peter Mikic. Hasilnya adalah ruang-ruang yang terasa teatrikal namun tetap intim. Langit-langit tinggi, jendela floor-to-ceiling, permainan cahaya alami, serta detail dekoratif yang merujuk pada estetika Art Deco dan sentuhan Latin.
Hotel ini memiliki 120 kamar dan suite, banyak di antaranya dengan pemandangan langsung ke Hudson River atau High Line. Kamar didesain dengan gaya dramatik namun hangat, dengan kombinasi marmer, kain mewah, dan karya seni yang dipilih khusus.
Untuk urusan perut, La Boca, restoran signature yang dipimpin chef Argentina Francis Mallmann membawa filosofi memasak dengan api terbuka, menekankan rasa otentik Amerika Latin. Menu menampilkan daging panggang, sayuran bakar, dan hidangan berlapis rasa yang mewakili teknik kuliner khas Mallmann.
Kehidupan sosial berpusat di The Living Room, lounge dengan bar Art Deco, mural flamboyan karya Juan Gatti, dan teras luar ruangan yang menatap High Line. Ruang ini dirancang sebagai jantung interaksi, tempat tamu bercampur dengan komunitas kreatif kota.
Faena juga menyiapkan portofolio fasilitas wellness dan seni. Tierra Santa Healing House, spa dengan pendekatan holistik yang sukses di Miami, akan hadir di New York pada akhir tahun. Pada 2026, Faena Theater dijadwalkan dibuka, menghadirkan pertunjukan musik, tari, dan seni panggung dengan nuansa teatrikal yang khas Faena. Semua ini mengukuhkan brand sebagai destinasi yang melampaui sekadar hotel.














