Updates

MICHELIN Guide Debut di Selandia Baru

Selama bertahun-tahun, Selandia Baru lebih dikenal berkat bentang alamnya yang dramatis, mulai dari pegunungan, danau glasial, hingga kawasan penghasil wine kelas dunia. Namun kini, negara tersebut melebarkan sayap ke ranah kuliner. Untuk pertama kalinya, MICHELIN Guide resmi meluncurkan edisi Selandia Baru, sekaligus menjadi ekspansi perdana panduan restoran bergengsi itu ke kawasan Oseania.

MICHELIN Guide New Zealand 2026 menghadirkan 110 restoran pilihan yang tersebar di Auckland, Wellington, Christchurch, dan Queenstown. Setelah melalui proses inspeksi anonim selama beberapa bulan, satu restoran dianugerahi dua bintang MICHELIN, 14 restoran meraih satu bintang, 35 restoran menerima penghargaan Bib Gourmand, sementara 60 restoran lainnya masuk dalam kategori MICHELIN Selected.

Menurut Direktur Internasional MICHELIN Guide, Gwendal Poullennec, pencapaian ini menunjukkan bahwa Selandia Baru memiliki identitas kuliner yang kuat. Bukan hanya karena kualitas restorannya, tetapi juga berkat pemanfaatan bahan baku lokal, hasil bumi musiman, serta filosofi memasak yang menghargai karakter alami setiap bahan.

Kuliner Selandia Baru Kian Mendunia

Masuknya Selandia Baru ke dalam MICHELIN Guide menjadi pengakuan terhadap perkembangan dunia kulinernya dalam beberapa tahun terakhir. Di berbagai daerah, restoran-restoran semakin mengedepankan hubungan yang erat dengan alam, mulai dari penggunaan hasil laut segar, sayuran musiman, hingga produk dari petani dan produsen lokal.

Karakter tersebut juga tercermin dalam pendekatan farm-to-table yang semakin banyak diadopsi, termasuk penggunaan bahan yang dipanen dari kebun sendiri maupun hasil foraging. Di sisi lain, kekayaan budaya Māori turut memberikan warna pada sejumlah restoran melalui interpretasi modern terhadap teknik memasak dan cita rasa lokal.

Tak sedikit pula restoran yang memanfaatkan lokasi mereka sebagai bagian dari pengalaman bersantap. Beberapa berdiri di tengah kebun anggur, sementara lainnya menghadap danau atau pegunungan, menghadirkan perpaduan antara panorama alam dan sajian yang berakar pada terroir masing-masing wilayah.

Essence berhasil meraih dua bintang MICHELIN. (Foto: essencebyroki)
Queenstown hingga Auckland Dominasi Restoran Berbintang

Queenstown menjadi daerah yang paling menonjol dalam edisi perdana ini. Essence berhasil meraih dua bintang MICHELIN, menjadikannya satu-satunya restoran di Selandia Baru yang memperoleh penghargaan tersebut. Dipimpin Executive Chef Paul Froggatt, restoran ini menyajikan tasting menu berbasis produk musiman Selandia Baru dengan teknik modern serta pemandangan Danau Wakatipu sebagai latarnya.

Selain Essence, Queenstown juga memiliki empat restoran berbintang satu, yakni Amisfield, Kika, Rātā, dan Sherwood. Masing-masing menawarkan karakter yang berbeda, mulai dari hidangan yang dipadukan dengan wine produksi estate sendiri hingga konsep garden-to-table yang memanfaatkan hasil kebun sebagai bahan utama.

Sementara itu, Auckland menjadi kota dengan jumlah restoran berbintang satu terbanyak melalui The Estate, Tala, Paris Butter, Mudbrick, dan Ahi. Beragam konsep dihadirkan, mulai dari interpretasi kontemporer kuliner Samoa, pengalaman bersantap di kawasan vineyard, hingga menu yang terinspirasi dari teknik memasak menggunakan api kayu.

Wellington turut menyumbangkan tiga restoran berbintang, yaitu Jano Bistro, Logan Brown, dan Ortega, sedangkan Christchurch diwakili oleh Inati dan Tussock Hill. Meski mengusung gaya masakan yang berbeda, seluruh restoran tersebut memiliki benang merah yang sama, yakni mengutamakan kualitas bahan baku lokal sebagai fondasi utama setiap hidangan.

Selain kategori bintang, MICHELIN Guide juga menganugerahkan Bib Gourmand kepada 35 restoran yang menawarkan masakan berkualitas dengan harga yang lebih bersahabat. Penghargaan ini diberikan kepada restoran-restoran di empat wilayah tersebut yang dinilai mampu menghadirkan pengalaman bersantap dengan nilai yang sepadan.

Edisi perdana ini juga menghadirkan tiga penghargaan khusus. Young Chef Award diberikan kepada Robert Fairs dari restoran Londo di Christchurch, Service Award diraih Stina Persen dari Graze di Wellington, sementara Sommelier Award dianugerahkan kepada Matthew Aitchison dari The French Café di Auckland.

Selain restoran, MICHELIN Guide turut memperkenalkan MICHELIN Hotel Selection di Selandia Baru yang menampilkan sejumlah hotel pilihan berdasarkan karakter, desain, layanan, dan pengalaman menginap yang ditawarkan. Kehadiran daftar ini melengkapi pengalaman wisata bagi pelancong yang ingin menjelajahi Selandia Baru melalui perpaduan kuliner dan akomodasi.