The Ritz-Carlton kembali berkolaborasi keduanya dengan label mode asal Madrid, Late Checkout. Setelah sukses meraih Gold Cannes Lions pada kolaborasi pertama, perjalanan kreatif ini berlanjut dalam sebuah babak baru yang lebih matang, sinematik, dan penuh kejutan.
Koleksi terbarunya menghadirkan perluasan koleksi, mulai dari aksesori hingga loungewear dan busana anak, semuanya dirancang untuk mencerminkan daya tarik lintas generasi The Ritz-Carlton sekaligus mempertahankan karakter nakal namun elegan milik Late Checkout. Dengan palet warna navy, ivory, dan biru muda yang mengakar pada warisan The Ritz-Carlton, koleksi ini memancarkan kehangatan, nostalgia, dan sentuhan playful yang khas.
“Bab selanjutnya ini memperdalam kisah bersama kami dengan Late Checkout. The Ritz-Carlton telah berkembang untuk melayani wisatawan di setiap perjalanan: baik di safari, di laut, di alam, maupun di hotel kota dan resor kami, koleksi ini kini menyentuh lebih banyak aspek gaya hidup tersebut,” ujar Jamie Kerr, Global Head of Brand and Marketing The Ritz-Carlton, babak baru ini memperdalam kisah yang dibangun bersama Late Checkout.
Baca Juga: Alasan Club Med Wajib Jadi Resort Pilihan untuk Liburan
Kolaborasi ini mencerminkan evolusi natural brand dalam menemani para pelancong di berbagai momen perjalanan, mulai dari safari hingga perjalanan laut, atau dari hotel kota hingga resort alam. Koleksi ini dengan cerdas menggabungkan kemewahan yang rapi dengan sedikit kelakar visual, terlihat jelas pada knit ringan bergambar singa ikonik, jaket velvet Sukajan dengan bordir berani, dressing gown bershawl-collar ala tuksedo, hingga set piyama kapas yang menjuntai lembut.
Bahkan busana anak dirancang dengan ketelitian yang sama, menghadirkan rugby polos, tee, dan topi berbahan katun refined. Sementara itu, aksesori rumah seperti throw dan payung diberikan sentuhan offbeat yang membuatnya terasa berbeda.
Motif globe terbaru yang menghiasi beberapa item menjadi simbol eksplorasi dan perkembangan, selaras dengan jiwa global kedua brand. Baseball cap, yang sempat menjadi favorit banyak penggemar, kembali hadir sebagai aksesori unggulan.

“Koleksi Bab ini terasa lebih luas dalam segala hal: lebih sinematik, lebih berlapis, dan lebih personal. Jepang memberi kami latar belakang yang memungkinkan narasi berkembang, dan dengan itu, koleksinya sendiri.
Akarnya masih di hotel, masih bernada jenaka, tetapi kini menyentuh setiap aspek perjalanan, dari keluarga hingga rumah. Bagi kami, itulah bagian yang paling menarik,” kata Alex Turrión, Creative Director Late Checkout.
Baca Juga: 15 Kota Teraman Untuk Bepergian di 2026, Belanda Nomor Satu
Perjalanan dan kenangan ini kemudian divisualisasikan dalam film kampanye yang disutradarai Rogelio González dan diproduksi oleh Little Spain. Josh Hutcherson kembali memerankan karakter utama dalam sebuah perjalanan surreal di The Ritz-Carlton, Nikko.
Nuansa alam Nikko menjadi elemen kunci yang membentuk atmosfer film: tenang, intens, dan penuh kedalaman, menghadirkan keseimbangan antara kemewahan The Ritz-Carlton dan sisi nakal Late Checkout. Sang fotografer, Javier Ruiz menambah kedalaman emosional cerita, menangkap momen-momen yang terasa sinematik.

Dimulai di New York
Peluncuran global untuk “Late Checkout: A Ritz-Carlton Story – Chapter II” akan dimulai pada 18 November 2025, tersedia di 22 properti The Ritz-Carlton di seluruh dunia.
New York menjadi kota pembuka dengan pop-up store di 7 Spring Street pada 20 November, diikuti acara eksklusif bersama Josh Hutcherson.
Dubai, Geneva, dan Abama akan menjadi destinasi berikutnya, dari 12 Desember 2025 hingga 1 Maret 2026.
Baca Juga: 5 Travel Kit Essentials untuk Liburan Lebih Nyaman

Untuk kawasan Asia, koleksi ini hanya bisa ditemukan di The Ritz-Carlton, Bangkok dan The Ritz-Carlton, Tokyo, dengan Tokyo menghadirkan afternoon tea bertema Late Checkout yang mengambil inspirasi dari estetika kolaborasi. Selain itu, para tamu dan penggemar bisa mendapatkan koleksi secara langsung di The Ritz-Carlton Boutiques.

