Updates

48 Jam di Siem Reap

Rombongan biksu yang sedang mengabadikan momen di depan Angkor Wat.

Teks & foto oleh Yusni Aziz

SABTU

05:30 Angkor Wat
Borobudur dan Angkor Wat berbagi banyak kesamaan: candi agung warisan kerajaan, anggota Situs Warisan Dunia, serta magnet wisata. Satu kesamaan lainnya: keduanya laris difoto di pagi hari. Menyaksikan langit ungu kemerahan di balik Angkor Wat adalah momen yang diburu banyak turis. Untuk melacak sudut terbaik, tuk tuk siap mengantar Anda mengitari kawasan candi dengan tarif $20.

Seorang turis mengabadikan salah satu wajah yang terpahat di menara Kuil Bayon.

08:00 Bayon
Penting diingat, Angkor adalah kompleks seluas 40.000 hektare yang dihuni banyak candi, hutan, serta jaringan kanal dan jalan purba. Selepas Angkor Wat, kunjungi Bayon untuk menyusuri lorong-lorong intim yang sarat cerita. Bayon dijuluki Kuil Seribu Wajah, dan dari puncaknya kita bisa mengamati lekuk wajah itu lebih dekat. Dari sini, lanjutkan ziarah ke Ta Prohm. Dikerek pada abad ke-12 untuk umat Buddha, candi ini kemudian berpindah haluan ke Hindu. Tapi bukan kontroversi itu yang membuatnya kondang. Ta Prohm, candi mistis yang digerayangi akar pohon, merupakan lokasi syuting Tomb Raider yang dibintangi Angelina Jolie.

 

Material bambu dan kayu mendominasi interior Spoons.

12:00 Spoons
Rampung tur ke masa silam, waktunya menikmati suguhan masa kini di Spoons (egbokmission.org), restoran yang menawarkan aneka menu hasil perpaduan tradisi dapur Khmer dan Barat. Awali sesi santap dengan num krok, kue beras dengan saus kelapa, kemudian cicipi coconut chicken atau tuk kroeung, ikan kuah kari yang disajikan bersama ayam panggang. Spoons beroperasi sejak 2015. Restoran bertubuh bambu ini dibangun oleh LSM EGBOK sebagai wadah bagi anak muda Kamboja belajar bisnis kuliner.

Para pengrajin fokus menyelesaikan pahatan di ruang loka karya Artisans d’Angkor.

15:00 Artisans d’Angkor
Toko ini menjajakan aneka pahatan dan kain sutra berkualitas prima. Tapi yang lebih menarik sebenarnya kisah di baliknya. Selain melestarikan seni kriya lokal, Artisans d’Angkor (artisansdangkor.com) terlibat dalam perawatan situs sejarah. Kru pematungnya diberdayakan untuk merestorasi reruntuhan Angkor. Pengunjung juga bisa menyambangi area atelir untuk menemui para perajin dan melihat cara mereka bekerja.

Turis sibuk berfoto di depan instalasi pohon natal Phalla Angkor Night Market.

19:00 Pasar Malam
Untuk sesi makan malam yang meriah, kunjungi Angkor Night Market (angkornightmarket.com), pasar malam tertua di Siem Reap, atau Noon Night Market yang punya koleksi kedai lebih banyak dan variatif. Di tepi Sungai Siem Reap terdapat sentra belanja Art Center Night Market. Jika mencari barang pajangan yang lebih atraktif, kunjungi Made in Cambodia Market.

Kerlap-kerlip lampu meramaikan Pub Street di malam hari.

21:00 Pub Street
Banyaknya LSM asing yang beroperasi di Siem Reap turut menyuburkan bisnis tempat hiburan, dan salah satu wadah terbaik untuk menyaksikannya ialah Pub Street. Jalur nokturnal ini dijejali puluhan pub dan bar yang diterangi neon warna-warni. Ingin disko bersama warga dan karyawan LSM? Kunjungi bar Angkor What? atau Temple Club (templegroup.asia). Untuk musik yang lebih eklektik, masuki Laundry Bar. Andaikan mendambakan malam yang romantis, maka Miss Wong (misswong.net) yang mengusung gaya Shanghai era 1930-an layak dipertimbangkan.

Seorang wanita sibuk memilih baju di Old Market.

MINGGU

08:00 Old Market
Tak perlu memesan kamar hotel dengan paket sarapan, sebab Siem Reap punya banyak tawaran seru untuk membuka hari, salah satunya Old Market. Dua menu populer di sini ialah lort cha, mi goreng khas lokal, serta num pang, roti lapis ala Prancis. Usai memuaskan perut, hibur mata dengan melewati para penjaja suvenir yang bertaburan di pasar tertua di Siem Reap ini. Satu rekomendasi oleh-oleh bagi mereka yang hobi masak: prahok, petis beraroma tajam yang diracik dari fermentasi ikan.

Deretan kafe dan restoran yang mendiami bangunan kolonial peninggalan Perancis di Kandal Village.

10:30 Kandal Village
Kontras dari Old Market, Kandal Village menawarkan dagangan yang lebih kontemporer. Walau telah merekah sejak empat tahun silam, distrik kreatif ini belum tercantum dalam buku panduan turis—dan itu artinya jalan-jalan yang lebih nyaman dan lengang. Tempat ini dihuni kafe, galeri, serta butik milik desainer lokal dan ekspat, contohnya galeri seni Tribe Cambodia dan butik desain Trunkh (trunkh.com) milik Douglas Gordon, salah seorang tokoh penggerak Kandal Village.

Moloppor Cafe bersemayam di depan Sungai Siem Reap.

14:00 Moloppor Cafe
Siem Reap merekah di tepi sungai, dan wadah santai untuk menyerap kehidupan di sungai ialah kafe-kafe yang bertengger anggun di tepinya, salah satunya Moloppor Cafe (molopporcafe.com). Sajiannya beragam, mulai dari Jepang, Asia, Italia, hingga lokal. Tapi tawaran terbaik restoran ini sebenarnya amok, kari khas Kamboja dengan daging ayam atau ikan. Pesaing kafe ini, Biolab Cafe (biolabcafe.com), mengusung gaya trendi bertema laboratorium. Cocok untuk relaksasi di petang yang terik, tempat ini mengandalkan kopi yang—sesuai tema desainnya—disajikan dalam gelas laboratorium. Di lantai dua kafe terdapat ruang kerja dengan kecepatan internet di atas rata-rata standar lokal.

Salah satu pos apung yang dipenuhi turis penikmat senja Tonle Sap.

15:30 Tonle Sap
Marak menghiasi kartu pos, Tonle Sap adalah danau fotogenik yang lazim disinggahi dalam lawatan ke Siem Reap. Untuk mengarunginya, Anda bisa menyewa kapal privat atau menaiki kapal besar bersama rombongan turis lain. Sepanjang pesiar akan terlihat rumah-rumah apung yang mayoritas ditinggali kaum nelayan etnis Cham dan Vietnam. Mendarat di pos berikutnya, lanjutkan tur dengan mendayung kano menembus hutan bakau. Jangan terlalu larut, karena hidangan penutup di Tonle Sap ialah menyaksikan surya yang tenggelam di batas horizon danau.

Resep grilled chicken curry khas Kamboja disajikan cantik di Pou Kitchen.

19:00 Pou Kitchen
“Pou” berarti “paman” dalam bahasa Khmer. Tapi Mengly, koki sekaligus pemilik restoran ini, sebenarnya baru berusia 20-an. Beraliran haute cuisine, Pou Kitchen (poukitchen.com) memberi tafsir segar pada hidangan tradisional Kamboja dan memberinya sentuhan Barat. Meski tergolong muda, Mengly merupakan bintang di dunia kuliner lokal. Dia pernah melatih koki restoran Spoons dan mewakili Kamboja di ajang Asian Food Festival 2014. Kreasi andalannya antara lain grilled chicken curry dan grilled river fish dengan bahan ikan segar dari Danau Tonle Sap.

Performa kelompok sirkus Phare yang menghibur para tamu.

20:00 Phare Circus
Mungkin terdengar janggal, tapi Siem Reap punya grup sirkus yang cukup terkemuka: Phare (pharecircus.org). Dengan skenario yang terinspirasi sejarah, realitas kontemporer, hingga cerita rakyat, grup asuhan LSM Phare Ponleu Selpak ini mengombinasikan musik, teater, dan akrobat. Hingga 4 Maret 2019, Phare membawakan pentas bertajuk Khmer Metal di Phare Circus Ring Road, sekitar dua kilometer dari Old Market.