
Teks dan Foto oleh Irene Barlian
SABTU
07:00 Pasar Sengkol
Ketika para peselancar sibuk berburu ombak pagi di pesisir selatan, banyak warga menyerbu Pasar Sengkol (Jl. Pariwisata, Kuta) untuk berbelanja aneka kebutuhan harian. Di antara keramaian yang guyub, nikmati sarapan berisi jajanan tradisional, salah satunya kare-kare, camilan manis berbahan dasar beras dan gula aren. Datang di Kamis, pasar ini menjajakan aneka tangkapan laut segar dari berbagai penjuru Lombok.

09:00 Masjid Rambitan
Saksi penyebaran Islam di Lombok, Masjid Kuno Rambitan (Dusun Rambitan, Pujut) setia melestarikan arsitektur tradisional Sasak: fondasi batu, pilar kayu, atap ilalang, serta dinding anyaman bambu dan rotan. Di sekitarnya menjulang dua pohon besar dan renta dengan akar yang mencuat dari tanah. Konon, rumah ibadah seluas 49 meter persegi ini dikonstruksi oleh Wali Nyatok pada abad ke-16, karena itu kerap dicap sebagai masjid tertua di Lombok.

11:00 Lesehan Asri
Ayam taliwang adalah salah satu produk ekspor Lombok yang paling terkenal, tapi mencarinya di tanah kelahirannya tidaklah mudah. Satu restoran yang bisa dipilih ialah Lesehan Asri (Jl. Basuki Rahmat 18, Praya) yang beroperasi sejak 2002. Sesuai namanya, restoran ini dinaungi pepohonan dan dilengkapi meja makan lesehan. Selain ayam kampung bakar dengan bumbu taliwang, restoran keluarga ini menawarkan sup bebalung, pelecing kangkung, serta nasi campur 3A (ayam, abon, dan antap).

13:30 Air Terjun Benang Kelambu
Di antara pantai menawan dan Gunung Rinjani, Lombok menyimpan beragam air terjun, salah satunya Air Terjun Benang Kelambu (Desa Aiq Beriq, Batukliang Utara) di kawasan Rinjani Geopark. Namanya terinspirasi oleh karakter cucuran airnya yang tipis layaknya kelambu. Objek wisata alam ini sudah dikelola cukup baik. Jalan tersedia dan tiket masuknya Rp10.000, mencakup akses ke tiga air terjun tetangga: Benang Stokel, Kelewon, dan Sesere. Sembari melakoni waterfall-hopping, nikmati udara sejuk dan orkestra serangga.

17:30 Terra
Demam “sustainable food” sudah menular ke Lombok. Kuliner jenis ini ditawarkan oleh lebih dari 10 restoran, salah satunya Terra (Jl. Raya Kuta, Kuta; terra.health) yang diasuh oleh koki Mamiko asal Jepang. Restoran ini mengklaim seluruh hidangannya berbasis tanaman, di mana lebih dari separuhnya disajikan mentah. Awali sesi santap dengan kombucha atau raw jamu shot, dilanjutkan dengan BBQ jackfruit roll yang memakai nangka sebagai pengganti daging, lalu akhiri dengan cokelat snickers tanpa susu ataupun laktosa. Satu yang perlu diingat, restoran ini tutup setiap Kamis.

MINGGU
08:00 Milk Espresso
Terselip di jalur populer turis, Milk Espresso (Jl. Raya Kuta, Kuta) adalah restoran trendi bergaya bohemian rustic yang mengoleksi aneka hidangan Barat. Untuk sarapan, andalannya ialah kopi flat white dan big milk breakfast yang berisi telur, ham, sosis, jamur, tomat, dan roti panggang. Datang di malam hari, tempat ini punya aset lain yang tak kalah menarik: rooftop bar dan pentas musik.

10:00 Gua Bangkang Prabu
Keindahan Lombok tak hanya tersaji di permukaan bumi. Terselip di antara Pantai Kuta dan Pantai Are Guling, Gua Bangkang Prabu (Desa Prabu, Pujut) menawarkan kesempatan menembus lorong di rahim perbukitan dan menyaksikan para kelelawar penghuninya. Setidaknya ada dua momen paling fotogenik di sini. Pukul 13, cahaya dramatis matahari menembus mulut gua. Pukul 18, ribuan kelelawar beterbangan meninggalkan rumahnya. Siapkan masker demi menghindari bau feses kalong.

12:00 Nasi Balap Puyung Inaq Esun
Nasi balap, semacam nasi campur versi Lombok, terdiri dari nasi putih, ayam suwir, kedelai goreng, oseng buncis, serta sambal. Penciptanya, Inaq Esun, menemukan hidangan ini pada 1970 dan menjajakannya di Pasar Kebon dengan sistem barter. Dia menamainya “nasi balap” lantaran salah seorang cucunya hobi balapan. Rumah makan Nasi Balap Puyung Inaq Esun (Jl. Raya Puyung, Jonggat) menyajikan nasi balap dengan tiga level kepedasan.

14:00 Pantai Tanjung Aan
Dalam liga pantai tercantik di selatan Lombok, Pantai Tanjung Aan (Desa Pengembur, Pujut) bertengger di klasemen atas. Pasirnya putih, garis pantainya melengkung elok, perbukitan menjulang sebagai latarnya. Datang di Februari, tempat romantis ini berubah semarak berkat digelarnya Festival Bau Nyale. Ribuan orang menyerbu pantai untuk mengumpulkan cacing-cacing laut yang dimitoskan sebagai reinkarnasi Putri Mandalika, wanita jelita yang mengorbankan dirinya demi mencegah perang.

17:00 Bukit Merese
Berjarak sekitar 30 menit jalan kaki dari Tanjung Aan, Bukit Merese (Jl. Kuta Lombok, Kuta) menawarkan sudut lapang untuk menonton laut lepas dan prosesi matahari terbenam. Jangan berharap bisa menikmati sesi kontemplatif di sini. Bukti Merese, atau Bukit Botak menurut warga lokal, sangat populer sebagai wadah kongko dan kencan remaja lokal. Untuk memasuki tempat yang ramai menjelang senja ini, Anda mesti membayar tiket Rp10.000 per mobil.

