Haji Lane, salah satu sentra turis di Singapura. Pada 2019, negara ini dikunjungi 3,1 juta turis asal Indonesia. (Foto: Bna Ignacio)

Pada 2019, sebelum pandemi, 11,7 juta orang Indonesia bepergian ke luar negeri. Dari jumlah itu, lebih dari separuhnya melawat negara-negara di Asia Tenggara. Negara manakah yang paling digemari WNI di kawasan ini?

Merujuk statistik pariwisata, Malaysia berada di puncak daftar destinasi favorit WNI. Tak hanya di Asia Tenggara sebenarnya, tapi juga di dunia. Pada 2019, 3,6 juta turis Indonesia melancong ke Negeri Jiran.

Pesaing terdekat Malaysia ialah Singapura. Petugas imigrasinya menstempel 3,1 juta paspor Garuda pada 2019. Persaingan Singapura dan Malaysia dalam memikat turis Indonesia cukup ketat. Pada 2017, Singapura bahkan unggul sedikit dari tetangganya itu.

Podium ketiga dalam tabel negara favorit WNI di Asia Tenggara dihuni oleh Thailand. Pada 2019, Negeri Gajah Putih menjaring sekitar 700.000 turis WNI, atau rata-rata 2.000 turis per hari.

Gadis Suku Hmong di Laos. Jumlah turis WNI yang melawat negara ini bertambah 48% dari 2018 ke 2019. (Foto: Molydar Souama)

Dalam hal jumlah turis, trio Malaysia-Singapura-Thailand jelas paling digemari. Tapi, melihat pertumbuhan turisnya, justru Laos yang paling impresif. Jumlah WNI yang melawatnya meroket 48% dari 2018 ke 2019. Pertumbuhan tertinggi kedua dibukukan oleh Brunei, sebesar 22%.

Tentu saja, semua catatan di atas, berubah drastis akibat pandemi. Pada 2020, merujuk data dari ASEAN Statistics Division, hanya 1,3 juta WNI melawat negara-negara di kawasan ini. Artinya, drop 83% dari 2019. —Cristian Rahadiansyah