Kiri-kanan: Erastus Radjimin, pendiri dan CEO Artotel. (Foto: Artotel); Pedagang kaki lima di pelataran stasiun World Trade Center, New York. (Foto: Lerone Pieters)

Wawancara oleh Yohanes Sandy

New York
“Seperti Amerika yang sebenar-benarnya,” jelas Erastus, merujuk pada kemajemukan penduduk New York, sebuah kota yang tersohor sebagai tanah kaum perantau. Berkat lanskap demografisnya pula, Big Apple menawarkan tradisi dapur yang beragam. Erastus, yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, mengaku tradisi kuliner New York benar-benar membuka matanya. “Percaya atau tidak, piza di New York itu rasanya lebih enak dibandingkan piza di Italia,” jelasnya.  

Evelyn Hotel, gedung pentas musik legendaris di area bohemian Brunswick Street, Melbourne. (Foto: Emily Weaving)

Melbourne
Sebagai pengusaha yang menjadikan kreativitas sebagai aset bisnis, wajar jika Erastus memandang Melbourne sebagai sumber inspirasi. Kota ini rutin melahirkan terobosan segar, termasuk di sektor kuliner. Selain dikenal sebagai kutub third wave coffee movement, Melbourne turut memelopori demam speakeasy bar, whiskey bar, serta hidangan trendi Asia. “Tren kulinernya kerap menjadi kiblat bagi para pebisnis kuliner di Indonesia,” jelasnya. 

Kiri-kanan: Seniman sedang memasang karya di kamar Artotel Yogyakarta. (Foto: Kurniadi Widodo); Pameran di Sangkring Art Space, Yogyakarta. (Foto: Ulet Ifansasti)

Yogyakarta
Selain kekayaan kuliner dan keramahan warganya, Erastus jatuh cinta pada Yogyakarta karena skena seninya yang subur. Provinsi ini memiliki beragam ajang seni internasional dan rutin mencetak artis kelas dunia. “Yogyakarta adalah salah satu inspirasi saya dalam melahirkan konsep Artotel, hotel yang melebur dengan seni kontemporer,” ujar pria yang merilis Artotel di Yogyakarta pada 2017 ini.

Dua pengunjung Niseko menembus salju menuju lereng ski. (Foto: Oliver Dickerson)

Niseko
Niseko, kota yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Sapporo, tersohor sebagai destinasi bagi pencinta aktivitas outdoor, terutama di musim dingin. Erastus, yang menggemari snowboarding, bahkan menilai Niseko memiliki kualitas salju terbaik. “Enak untuk meluncur,” jelasnya. Di luar musim dingin, Niseko menawarkan aktivitas yang tak kalah menarik: golf, tur sepeda, dan trekking. 

Kiri-kanan: Desa adat Penglipuran, Bali. (Foto: Ruben Hutabarat); Panorama perairan Singaraja, Bali. (Foto: Kenny Febrian)

Bali
Bagi pengusaha hotel, Bali memang lahan bisnis favorit. Tapi Erastus juga menyukai pulau ini berkat tawaran wisatanya yang lengkap. “Siapa yang tak suka Bali? Bali bagi saya adalah tempat liburan yang komplet,” serunya. “Mau bawa keluarga, teman, ataupun untuk bisnis, Bali selalu menyenangkan. Ada pantai, ada gunung, tren kuliner yang selalu berkembang, dan hiburan yang menyenangkan.”