Myranda Fae
21 November 2025
Gyeongju sering dijuluki A Living Museum, sebuah kota yang bukan hanya menyimpan warisan Kerajaan Silla, tetapi juga menawarkan lanskap budaya dan alam yang bertahan lintas milenium. Lokasinya di Gyeongsangbuk-do membuat kota ini mudah dijangkau dari Seoul maupun Busan; wisatawan Indonesia dapat terbang ke Korea via Incheon atau Gimhae, lalu melanjutkan perjalanan dengan KTX menuju Gyeongju dalam waktu sekitar 2–2,5 jam. Soal akses, pemegang paspor Indonesia tetap membutuhkan visa Korea Selatan, namun proses aplikasinya stabil dan mudah diikuti.
Setibanya di Gyeongju, mobilitas kota ini ditopang jaringan bus, taksi, hingga jalur sepeda yang rapi, dengan area wisata yang relatif saling berdekatan sehingga memudahkan eksplorasi dalam satu hari penuh. Dari kompleks makam kuno hingga kawasan kreatif, Gyeongju menyatukan sejarah panjang dengan ritme modern Korea yang dinamis.
Berikut destinasi yang menegaskan mengapa Gyeongju kembali menjadi sorotan, terutama menjelang penyelenggaraan KTT APEC 2025.
1. Gyeongju Bomun Tourist Complex
Bomun adalah jantung rekreasi Gyeongju. Tempat ini merupakan sebuah kawasan resor yang mengelilingi Danau Bomunho, lengkap dengan hotel internasional, arena bermain, jalur sepeda, dan restoran khas Korea. Pemandangan sakura di musim semi atau dedaunan merah di musim gugur menjadikannya salah satu latar paling fotogenik di kota ini. Dekat pula dengan Kuil Bulguksa, sehingga ideal untuk wisata keluarga, liburan santai, maupun agenda MICE.
2. Gyeongju Daereungwon Ancient Tomb Complex
Kompleks makam kerajaan ini menampung lima gundukan makam megah dari era Silla: di Nodong-ri, Noseo-ri, Hwangnam-ri, Hwango-ri, dan Inwang-ri. Salah satu makam bahkan dapat dimasuki, memberi kesempatan melihat struktur pemakaman yang telah bertahan lebih dari seribu tahun. Daereungwon menghadirkan pengalaman seolah melangkah mundur ke masa ketika Gyeongju menjadi pusat peradaban Korea.

3. Hwangnidan Street
Kawasan yang tengah populer di kalangan anak muda Korea ini menampilkan deretan hanok yang diubah menjadi kafe estetis, butik independen, studio foto, dan restoran lokal. Suasana klasik berpadu gaya hidup kontemporer, menjadikannya titik favorit untuk berjalan santai, mencicipi kuliner, sekaligus berfoto. Letaknya strategis—hanya beberapa langkah dari Cheomseongdae dan Daereungwon.
4. Gyeongbuk Millennium Forest Garden
Resmi dibuka pada 2023, taman hutan ini menjadi simbol keberhasilan program restorasi alam Korea. Hamparan hutan luas yang hijau di musim panas dan coklat keemasan di musim gugur menciptakan ruang publik yang menenangkan. Jalur trekking dan fasilitas edukasi ekologi menambah nilai bagi wisatawan yang ingin mengenal lanskap Korea dari perspektif berkelanjutan.
5. Woljeonggyo Bridge
Jembatan kayu ikonik ini direkonstruksi dari model jembatan era Silla dan kini menjadi salah satu landmark malam terbaik di Gyeongju. Meski pernah terbakar pada era Joseon, jembatan ini dibangun kembali pada 2018 dan menjadi jembatan kayu terbesar di Korea. Pencahayaan dramatisnya menjadikannya lokasi fotografi yang tak boleh dilewatkan, sebuah penghubung simbolis antara sejarah dan modernitas.
Dengan kekayaan budaya yang terpelihara, lanskap alam yang tenang, dan akses yang kian mudah, Gyeongju layak menjadi kota berikutnya dalam daftar perjalanan wisatawan Indonesia, terutama bagi mereka yang ingin menyelami sisi Korea yang lebih historis dan mendalam.






