Maskapai Korean Air (Hanjin Group) resmi akan membeli kompetitornya, Asiana Airlines (Kumho Group) seharga $1,6 miliar atau setara dengan 22,5 triliun rupiah. Setelah resmi merger, maka kedua maskapai tersebut akan bersatu dan menjadi maskapai ke-10 terbesar sekaligus maskapai kargo ke-3 terbesar di dunia. Anak maskapai milik Asiana Airlines, yakni Air Seoul dan Air Busan, juga ikut diakuisisi.

Alasan utama di balik keputusan Korean Air untuk mengakuisisi Asiana Airlines saat ini adalah untuk menstabilkan industri penerbangan Korea, usai menderita akibat pandemi Covid-19. Merger ini dianggap sebagai keputusan yang tidak bisa dihindari untuk bisa meminimalisir kerugian yang sedang dialami kedua maskapai tersebut.

Satu hal yang harus diperhatikan oleh maskapai adalah bakal adanya perampingan karyawan. Selain itu, sejumlah pesawat kemungkinan besar juga akan dikurangi, karena saat ini, Korean Air memiliki 172 pesawat, sementara Asiana Airlines memiliki 81 armada.

Baca juga: Korean Air Pangkas Kabin First Class

Proses merger ini juga mengharuskan kedua maskapai untuk memilih aliansi yang akan menaungi mereka. Sebagai informasi, Korean Air merupakan anggota dari SkyTeam, sedangkan Asiana merupakan anggota dari Star Alliance. Namun, kemungkinan besar maskapai ‘baru’ pasca merger ini akan tetap berada di SkyTeam.

Informasi selengkapnya, kunjungi Korean Air .