
Selama ini, Resorts World Sentosa (RWS) dikenal sebagai salah satu destinasi hiburan besar di Singapura, dengan deretan hotel, restoran, atraksi, dan ruang publik yang dirancang untuk dinikmati wisatawan.
Namun, sebuah proyek freerunning dari Red Bull baru-baru ini memperlihatkan sisi lain dari destination tersebut. Bagi empat atlet freerunning, bangunan-bangunan di RWS bukan sekadar latar belakang, melainkan bagian dari lintasan yang menantang mereka untuk bergerak dengan cara yang tidak biasa.
Dominic Di Tommaso dari Australia, Noa Diorgina dari Belanda, atlet Thailand yang dikenal sebagai Spinboy, serta atlet Singapura Koh Chen Pin atau CP menjelajahi sejumlah area RWS dalam sebuah produksi khusus.
Mereka bergerak melintasi berbagai struktur, mulai dari rooftop Singapore Oceanarium, area The Laurus, WEAVE, Universal Studios Singapore hingga bagian eksterior Hotel Ora. Salah satu adegan bahkan memperlihatkan atlet memanfaatkan handrail di Hotel Ora dengan jarak antarelemen sekitar 8 kaki.
“Di sini ada arsitektur yang luar biasa dan saya benar-benar ingin memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri dengan cara yang saya sukai di lokasi yang luar biasa ini,” ujar Di Tommaso.

Melihat Destinasi Wisata dari Sudut Berbeda
Yang membuat proyek ini menarik bukan hanya aksi para atlet, tetapi bagaimana mereka mengubah cara melihat sebuah ruang.
Tangga yang biasanya menjadi jalur menuju satu tempat, railing yang berfungsi sebagai pengaman, atau atap yang selama ini hanya menjadi bagian dari struktur bangunan, dalam dunia freerunning dapat menjadi elemen untuk melompat, berlari, dan berpindah dari satu titik ke titik lainnya.
Singapore Oceanarium menjadi salah satu lokasi yang paling mencuri perhatian. Para atlet mendapat akses ke bagian rooftop dan menjadikan struktur ikonik bangunan tersebut sebagai bagian dari lintasan mereka.
“Saya terkejut bahwa kami bisa menjadi orang pertama yang berada di rooftop Singapore Oceanarium,” kata Diorgina.
Bagi CP, kesempatan tersebut juga memiliki arti tersendiri. “Kesempatan seperti ini biasanya sangat jarang. Mendapat izin untuk melakukannya terasa sangat bersejarah karena ini adalah yang pertama,” ujarnya.
Produksi tersebut dilakukan sebagai proyek khusus dengan pengawasan profesional dan penilaian keselamatan. Artinya, adegan yang terlihat dalam video Red Bull bukanlah aktivitas yang dapat dilakukan wisatawan secara bebas di area RWS.
Bagi wisatawan, tentu tidak mungkin mengikuti lintasan yang dibuat para atlet dalam produksi Red Bull tersebut. Namun, proyek ini menawarkan cara pandang baru terhadap RWS sebagai sebuah destination.
Di tengah deretan atraksi dan pengalaman yang memang dirancang untuk wisatawan, arsitektur RWS sendiri ternyata memiliki karakter yang cukup kuat untuk menjadi bagian dari sebuah cerita.

Dari Singapore Oceanarium ke Universal Studios Singapore
Dari rooftop Singapore Oceanarium hingga struktur modern di The Laurus dan WEAVE, ruang-ruang tersebut memperlihatkan bagaimana sebuah destination dapat memiliki banyak wajah tergantung dari perspektif orang yang melihatnya.
Menurut Jenny Wang, Senior Vice President, Resort Sales and Marketing, Resorts World Sentosa, kolaborasi dengan Red Bull sekaligus menjadi cara baru untuk memperkenalkan destinasi tersebut.
“Melalui kolaborasi ini, kami menampilkan destinasi kami dengan cara yang segar, mengubah area-area ikonik kami menjadi arena penuh aksi untuk freerunning kelas dunia sekaligus memperkuat posisi RWS sebagai kawasan gaya hidup tempat bertemunya petualangan, hiburan, dan budaya.”
Bagi para atlet freerunning, RWS adalah playground. Bagi wisatawan, mungkin tetap menjadi tempat untuk menikmati atraksi, bersantap, menginap, dan berekreasi. Namun proyek ini setidaknya mengingatkan bahwa terkadang sebuah tempat menarik bukan hanya karena apa yang bisa dilakukan di dalamnya, tetapi juga karena cara baru untuk melihatnya.

